Kamis, 19 Juni 2014

Tim Afrika Gagal Tiru Sukses Pantai Gading

Tak banyak tim Afrika yang berhasil melakoni laga dengan kemenangan pada pekan pertama gelaran PD 2014. Satu-satunya yang berhasil menang adalah Pantai Gading, itupun mereka harus mengejar ketertinggalan terlebih dahulu kemudian mereka berhasil membalikkan keadaan atas salah satu wakil Asia, Jepang.

Iran versus Nigeria di Estádio Joaquim Américo Guimarães, merupakan pertandingan pertama dalam PD 2014 Brasil yang tidak menghasilkan gol hingga laga usai. Meskipun kedua tim sangat gencar dalam melakukan serangan, namun mereka gagal mengkonversikan menjadi sebuah gol. Beruntung bagi 2 tim yang saling berbagi angka ini, dan tidak menempatkan mereka pada posisi juru kunci klasemen.

Berbeda dengan tiga tim Afrika lainnya seperti Ghana yang harus lepaskan 3 poin untuk Amerika Serikat. Berhasil menyamakan kedudukan pada menit 82, Ghana harus kembali menerima ketertinggalan skor oleh Amerika saat Brooks di menit 86 berhasil melesakkan gol kemenangan melaui kepalanya. 2-1 Amerika menutup laga yang berlangsung di Arena das Dunas, Natal.

Kemudian Aljazair yang harus takluk oleh tim kuda hitam, Belgia. meskipun sempat unggul pada menit 25 berkat gol yang dilesakkan S. Feghouli. Namun Aljazair tidak dapat mempertahankan keunggulan, dan belgiapun berhasil menyamakan skor, dan unggul atas tim berjuluk Tim Serigala Gurun. Gol Belgia diciptakan oleh mantan pemain Everton yang sekarang merumput di Manchester United, Marouane Fellaini. Sedangkan gol kedua Belgia merupakan hasil dari kerjasama apik antara Hazard dan Martenz. Kemenangan 2-1 ini mengantar Belgia ke puncak klasemen grup H, dan membenamkan Aljazair di posisi juru kunci.

Lebih naas adalah nasib Kamerun, tim yang diperkuat oleh Samuel Eto'o ini telah dua kali mengalami kekalahan pada PD 2014. Kekalahan kedua ini sekaligus membuat kamerun harus angkat kaki lebih cepat dari Brasil. Kroasia yang di laga awal kalah oleh tuan rumah, tak ingin mengulang hasil buruk itu kembali. Bermain sangat impresif, Kroasia mengantarkan pulang kamerun dengan skor akhir 4-0.

Pict 1: Kroasia rayakan kemenangan atas Kamerun

~END~ 

Jerman Terlalu Tangguh bagi Portugal

Tim spesialis turnamen berhasil mengalahkan tim yang diperkuat mega bintang Christiano Ronaldo dengan skor telak 4-0. Tak tanggung-tanggung striker Bayern Munich, Thomas Müller memborong 3 gol kemenangan tim berjuluk Der Panzer. Gol Jerman lainnya dilesakkan oleh pemain yang merumput di Borussia Dortmund, Mats Hummels.

Pict 1: Thomas Müller merayakan golnya ke gawang Portugal
Sejak menit awal Jerman sudah merepotkan barisan pertahanan Portugal, Mario Gotze coba membuka skor namun digagalkan Pepe. Penguasan bola oleh Jerman hanya sedikit bisa dimanfaatkan Portugal untuk melakukan serangan balik. Ronaldo yang dipaksa bertanding dalam posisi cedera tidak bisa bermain maksimal, tendangan kerasnya ke gawang Jerman masih digagalkan Neuer.

Petaka Portugal dimulai pada menit 12, berawal dari pelanggaran João Pereira terhadap Gotze di kotak penalty. Thomas Müller yang mengeksekusi bola tersebut berhasil merubah kedudukan 1-0 untuk Jerman. Anak asuh Joachim Loew ini terus memberikan tekanan pada kubu Portugal, hasilnya Mats Hummels berhasil menggandakan skor lewat assist yang diberikan Kroos, 2-0 untuk Jerman.

Tekanan yang diberikan Jerman memaksa Portugal bermain sedikit kasar, dan Pepe yang terkenal dengan permainan kerasnya harus diusir wasit dengan kartu merah langsung setelah melanggar Thomas Müller. Unggul jumlah pemain, Jerman berhasil memanfaatkan keadaan dengan menambah keunggulan, melalui Thomas Müller. Skor 3-0 menutup babak pertama.

Tidak ada perlawanan berarti dari kubu Portugal, Ronaldo yang biasa menyulitkan pertahanan lawan kali ini bermain jauh dari harapan. Rapuhnya pertahanan Portugal sepeninggal Pepe menjadi bulan-bulanan Jerman, mereka berhasil menghancurkan Portugal 4-0 dan gol terakhir Jerman dicetak oleh pemain yang lahir 24 tahun yang juga menjadi man of the match pada laga tersebut yaitu Thomas Müller.

~END~

Kontribusi Messi Hempaskan Bosnia

Menjawab keraguan publik atas kontribusinya untuk timnas Argentina, Messi mencatatkan namanya di papan skor dan memberi kemenangan Argentina pada pertandingan pertamanya di PD 2014. Bukan hanya sekedar gol, namun gol ini banyak dibicarakan karena keindahannya. Berawal dari kerjasama apiknya bersama Gonzalo Higuaian yang melepas umpan pendek, langsung disantap Messi dan melaju keras ke pojok gawang Bosnia, mekipun bola sempat membentur tiang namun bola tetap masuk ke gawang yang di kawal Begovic.
Pict 1: Pembuktian Messi pada publik Argentina
Sejatinya penampilan Argentina tidak terlalu impresif pada laga yang digelar di Estadio Jornalista Mário Filho, Maracana. Gol pertama Argentina pada menit ke 3 merupakan kesalahan yang berujung pada gol bunuh diri yang dilakukan Sead Kolasinac. Pemain Schalke 04 ini salah mengantisipasi bola hasil tendangan bebas Argentina, bolapun meluncur deras ke gawang Begovic.

Bosnia bukan tanpa perlawanan, timnas yang diperkuat oleh salah satu bintang Manchester City, Edin Dzeko berhasil memperkecil ketertinggalan pada menit 84'. Gol tersebut tercipta berkat Ibisevic yang pada menit 69' menggantikan Mensur Mujdza, pergantian yang cukup cerdik bagi Bosnia. Sayangnya diwaktu yang tersisa, tidak ada gol lagi yang tercipta, dan Argentina berhasil mengantongi 3 poin pada laga tersebut.

Hal ini sekaligus meringankan sedikit beban Messi yang selalu dicerca oleh publik karena permainannya yang kurang impresif bersama timnas. Messi sendiri berjanji untuk memberika lebih bagi Argentina, demi mendapatakan trophy Piala Dunia pertamanya. Namun perjuangan Messi tidaklah mudah. Masih perlu beberapa kali pembuktian,  Akankah Messi berbicara banyak saat bertemu Iran di pekan kedua PD 2014 tanggal 21 mendatang?

~END~ 

Eropa Ungguli Amerika Latin

Tim Eropa membuktikan kejayaan mereka di benua Amerika saat wakilnya bisa menang dari klub benua Amerika. Meskipun tanpa diperkuat nasri dan Ribery, nyatanya Prancis berhasil unggul dari Honduras 3-0. Sedangkan pada stadion Nacional de Brasília Swiss berhasil membalikkan kedudukan atas Ekuador dan mengakhiri laga dengan kemenangan 2-1

Pahlawan kemenangan Prancis patut disematkan pada satu nama yaitu Benzema. Penyerang yang membela Real Madrid ini berhasil dua kali mencatatkan namanya di papan skor, yaitu pada menit ke 45 dan 72. Sedangkan 1 gol yang didapat Prancis adalah hasil kesalahan dari kiper Honduras, Noel Valladares.

Sejak peluit pertama dibunyikan, Prancis langsung memberi tekanan pada Honduras.  Berkali-kali mereka menusuk pertahanan namun, kesigapan bek Honduras mengawal pertahanan membuat Prancis gagal membuka skor. Petaka Honduras tercipta pada menit 42, saat Palacios melanggar Pogba di kotak penalty, kartu merah untuk Palacios. Penalty yang diberikan berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh pemain berdarah Algeria yaitu benzema untuk membuka skor. 1-0 untuk Prancis bertahan hingga akhir babak pertama.

Bermain dengan hanya 10 pemain membuat Honduras tertekan, sampai kiper Honduraspun melakukan kesalahan dengan gol bunuh diri saat salah mengantisipasi bola sundulan Benzema, 2-0 Prancis memimpin. Luka honduras makin dalam saat Benzema berhasil mengkonversikan bola rebound Debuchy melalui sudut sempit, skor 3-0 ini betahan hingga pertandingan usai.

Pict 1: Benzema, pahlawan Prancis menghadapi Honduras

Tim Amerika lain yang takluk dari tim benua Eropa adalah Ekuador. Bermain dengan menggunakan seragam bewarna biru, Ekuador menekan sejak menit awal, namun perlahan Swiss mampu menguasai bola. Jual beli serangan pun terjadi, namun keduanya masih belum bisa membuka keunggulan. Baru pada menit 22 Enner valencia yang mendapat ruang bebas di dalam kotak penalti, sukses menerima tendangan bebas Ayovi dan tanpa kesulitan menanduk bola untuk membawa Ekuador unggul, 1-0 bertahan hingga babak pertama usai.
 
Tak perlu waktu lama bagi Swiss membalas sekaligus menyamakan kedudukan, 3 menit setelah peluit babak kedua dibunyikan melalui tandukan Mehmedi. Kecerdikan Hitzfeld mmasukkan Mehmedi membuahkan hasil. Dengan hasil ini Swiss lebih percaya diri menghadapi Ekuador di babak kedua. Namun Swiss baru bisa merubah kedudukan pada tambahan waktu melalui Seferovic, 2-1 untuk Swiss bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.

~END~


Kejutan Kolombia dan Costa Rika

Semua mata penikmat sepakbola hanya terpaku pada nama besar dari benua biru seperti Italia, Jerman, Spanyol sang juara bertahan, Belanda sang finalis yang selalu gagal juara. Untuk benua Amerika mereka terfokus pada tuan rumah Brasil, negara asal si tangan Tuhan yaitu Argentina. Namun siapa sangka nama-nama seperti Kolombia dan Costa Rika mampu memberi kejutan pada pekan pertama gelaran PD 2014.

Kolombia berhasil memberikan luka pertama bagi juara Euro tahun 2004, Yunani. Sedangkan Costa Rika mampu menduduki puncak klasemen sementara grup D, setelah menghancurkan tim unggulan Uruguay 3-1 di stadion Governador Plácido Aderaldo Castelo. Costa Rika menang selisih gol atas Italia yang pada pertandingan lain mengalahkan Inggris 2-1. Pencapaian Costa Rika mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, karena tim yang mereka kalahkan merupakan sarang pemain bintang seperti kita tau, Luiz Suarez, C. Rodriguez, Forlan dan Cavani. Nama-nama tersebut adalah tumpuan bagi klub yang dibelanya, tapi saat menghadapi Costa Rika nyatanya mereka tak bisa menjawab tantangan publik untuk meraih kemenangan.

Sempat unggul hasil dari tendangan penalty Cavani, Uruguay masih terhalang jalan buntu untuk menambah keunggulan. Costa Rika yang menjadi underdog pada pertandingan tersebut membuktikan pada dunia dengan bertahan secara rapi, sesekali memanfaatkan kesalahan Uruguay untuk menyamakan kedudukan. Diujung babak pertama Costa Rika coba membangun serangan, namun sayang sundulan Campbell melayang jauh diatas mistar Uruguay. Babak pertama berakhir 1-0 untuk keunggulan Uruguay.

Di babak kedua Costa Rika mengambil inisiatif serangan demi mengejar ketertinggalan, usaha Costa Rika berbuah manis pada menit 54, saat tendangan keras Campbell gagal diantisipasi Muslera. Berselang hanya 3 menit Costa Rika membalikkan kedudukan 2-1, berkat sundulan Duerte. Alih-alih mengejar ketertinggalan, Uruguay malah kebobolan saat waktu normal hanya menyisakan 6 menit. Campbell kembali memberikan kontribusi, kali ini dia melepaskan assist untuk Ureña. Hingga pertandingan usai Costa Rika memimpin dengan skor 3-1.

Pict 1: Joel Campbell, merayakan gol ke gawang Uruguay
Sedangkan Kolombia tak perlu menunggu waktu lama untuk mengungguli Yunani, saat Armero sukses meneruskan umpan Juan Cuadadro ke gawang  Karnezis. Sukses menguasai bola, tidak dibarengi dengan gol tambahan oleh Kolombia hingga babak pertama usai skor bertahan 1-0 untuk Kolombia.

Pada babak kedua Kolombia berhasil menggandakan keunggulan pada menit 58 melalui Teófilo Gutiérrez. Tak ingin tertinggal lebih jauh, Yunani coba menyerang, namun gagal dikonversikan menjadi gol. Permainan Yunani pun juga tidak bisa berkembang, petaka bagi Yunani saat memasuki tambahan babak kedua. Kolombia kembali menjauhkan selisih gol setelah James Rodríguez menceploskan bola ke sisi kanan gawang Yunani, 3-0 Kolombia menang. Kemenangan ini mengantarkan Kolombia ke pucuk pimpinan grup C.

Pict 2: Teófilo Gutiérrez merayakan golnya ke gawang Yunani




~END~

Rabu, 18 Juni 2014

Drogba, sang Juru Selamat

Pemain bola yang sukses di klub, belum tentu bisa sukses juga di timnasnya. Ronaldo ataupun Messi menjadi contoh nyata para bintang besar yang tidak dapat berbuat lebih bagi timnasnya. Disini Ronaldo masih lebih unggul daripada Messi, dia sering menciptakan gol maupun assist dan pergerakan yang cukup bagus untuk mengantarkan kemenangan tim Portugal. Contohnya saat laga do or dienya menghadapai Swedia untuk memperebutkan tiket masuk PD 2014.

Namun hal tersebut tidaklah berlaku bagi seseorang Didier Drogba, mantan striker Chelsea yang kini merumput di Galatasaray. Dalam gelaran PD 2014 melawan Jepang tanggal 15 kemarin, Drogba berhasil menyuntikkan semangat pada rekannya untuk mengejar ketertinggalannya dari Jepang. Meskipun tidak menyumbangkan gol seperti selayakanya tugas Drogba, namun masuknya dia pada menit 62 menggantikan Serey Die berhasil merubah skema dan membuat Pantai Gading menguasai pertandingan.

Pict 1: Drogba, perubah permainan. penentu kemenangan
Terbukti terciptanya dua gol oleh Wilfried Bony dan Gervinho, merupakan kontribusi dari pemain yang identik dengan nomor 11 ini. Gol ini sekaligus menjadi titik balik kebangkitan pantai Gading yang kala itu tertinggal 1-0 dari Jepang, salah satu wakil Asia yang langganan menjadi peserta Piala Dunia.

Selain Drogba pemain yang patut mendapat apresiasi lebih adalah Serge Aurier yang menjadi top assist pada pertandingan tersebut. Dengan kemenangan ini pantai Gading menjadi salah satu wakil Afrika yang meraih kemenangan pada pekan pertama penyelenggaraan Piala Dunia 2014, dengan skor 2-1 atas Jepang

~END~

Selasa, 17 Juni 2014

Wanita, Tentang Sepakbola



Pernah denger istilah kalo sepakbola itu merakyat? Kalimat ini nampaknya benar menggambarkan mengenai perkembangan sepakbola masa kini. Tidak memandang umur, perbedaan jenis kelamin, maupun status sosial seseorang. Hampir keseluruhan masyarakat dunia tau benar apa itu sepakbola. Tapi disini saya bakal ngebahas mengenai sepakbola dimata seorang wanita.

Wanita merupakan makhluk Tuhan yang memiliki fokus bercabang, dari sini pasti udah ngerti kemana arah pembicaraannya. Saat seorang wanita melihat dan “menikmati” sepakbola (ingat menikmatinya tanda kutip :D), bukan hanya pertandingan antara siapa melawan siapa saja fokusnya, atau berapa skor akhirnya.

Hal yang paling sering didengar dari mulut wanita saat nonton bola adalah “Itu nomor 8 (merujuk Lampard) siapa? Gantengnya kebangetan”. Kagum terhadap seorang pemain nampaknya hal yang sangat wajar, tapi jika sudah merembet ke pinggir lapangan seperti  memperhatikan wasit maupun pelatih, masih lumayan bisa diterima akal sehatlah. Parahnya ada yang fokus kepada salah satu fans atau penonton yang gak sengaja ke shoot kamera TV. Entah itu pas lagi ngupil, selebrasi gol, lagi teriak-teriak gajelas, lagi ngowoh (melamun dalam bahasa Indonesia), atau ketangkep kamera pas kepleset mau jatoh dan hal lucu lainnya.

Sedikit wanita yang benar-benar nonton sepakbola dan menikmati setiap pertandingan tanpa embel-embel fokus pinggir lapangan. Sedikit pula wanita yang mengetahui seluk beluk sepakbola, bukan hanya mengikuti trend sebagai fans bola karbitan. Sorry to say yah, zaman sekarang wanita yang suka sama tim yang lagi sering banget panen trophy, bisa dipastikan ¾ dari koloni mereka adalah “karbitan”.

Urusan sepakbola, bicara dengan kaum pria memanglah asyik, mereka selalu mempunyai waktu untuk berbicara meskipun terkadang saling melontarkan ejekan karena beda kelompok fans. Tetapi ketika pembicaraan itu dengan sesama wanita? tidak semuanya bisa semenarik ketika berbincang dengan kawan pria. Namun saya punya seorang “partner” mengenai hal ini, kami hampir seiman, dalam artian klub idola kita sama yaitu Chelsea di Inggris. Beda Negara beda juga klub idola, Saat di Italia kita berseberangan, dia merupakan juventini sedang saya milanisti. Uniknya kita saling menitipkan dambaan hati masing-masing. Dia juventini yang sedikit lagi meresmikan pertunangan dengan De Sciglio. Sedangkan saya seorang milanisti yang mencoba bertahan LDR dengan Leonardo Bonucci. Bagaimana dengan Spanyol, partner saya ini adalah madridista (bener gak sih tulisannya?), sedangkan saya Barcelona haters pada akhirnya dia menerima saya bergabung di Spanyol.

Bukan hanya urusan sepakbola, dalam cabang olahraga lain kami pun juga hampir seiman. MotoGP contohnya, betapa kami sangat mengagumi sosok Marc Marquez dan Pedrosa haters. Basket NBA, kami hanya tau satu nama Ricky Rubio. Oke kembali ke masalah sepakbola, percaya atau tidak hampir setiap hari tentunya ketika diantara kami sedang tidak ada kesibukan (banyak free-nya sih daripada sibuk) line chat akan penuh, twitterpun demikian. Terlebih saat ini ketika datanglah momen Piala Dunia, dalam hal ini kami punya jagoan yang sama pula Italia, Jerman, Inggris mungkin hanya berbeda urutan prioritas dalam hati kami.

Pembicaraan terhangat kami adalah ketika bertemunya Italia dan Inggris pada laga 32 besar PD 2014, tanggal 15 kemarin. Meskipun prioritas jagoan kami berbeda tapi akhir pertandingan Alhamdulillah kita masih rukun. Penilaiaan sedikit saling tumpang tindih, Italia lebih unggul daripada Inggris. Namun permainan Inggris dengan adanya pemain muda sudah cukup berpotensi, hanya mereka harusnya menigkatkan mental. Obrolan kita terpaku pada seorang maestro yang ikut bermain selama 90 menit dari kubu Italia, yap ANDREA PIRLO. Sosok ini begitu sentral dan menjadi pengaruh penting bagi Italia untuk memenangkan laga tersebut. Cukup berbobot buka, meskipun hanya sedikit porsi tema mengenai teknik. Tema selanutnya adalah “Darmian ganteng pek, fix aku ngefans arek iki” “Nonton gak pas kepalanya Perin ditepok? Pas lagi ngerayain golnya Marchisio” “Ya Allah Lallana ganteng banget” “Duh sayang banget Lampard sama Bonucciku gak main lho” hahaha :D
Pict 1: Para pemain Inggris berpose untuk GQ Magazine (dua dari kiri itu LAMPARD)

Berbeda dengan sahabat saya, saat PD seperti ini jagoan dia hanyalah JERMAN, simple alasannya adalah Ayahnya merupakan orang penting dalam jajaran kepemimpinan Allianz. Tau kan asuransi jiwa yang terkenal ini? Asalnya kan dari Jerman, tak terhitung berapa kali Ayah sahabat ini berkunjung kesana. Merasa dia bisa hidup karena Allianz, maka dengan segenap jiwa dia membela klub yang menjadi finalis pada PD 2002 ini. Saking totalnya, dia ngadain nobar semalem dirumahnya, tentunya dengan memberi sedikit bumbu agar seru, tak usah disebutkan bumbu apa yang saya maksud. Intinya bumbu sebagai pelengkap maupun penyedap pada masakan bernama sepakbola. Untungnya dia gak tekor karena Jerman berhasil mengalahkan Portugal dengan skor telak lak lak lak 4-0 nying, Muller kan lagi oke-okenya semalem sampai 3 gol. Karena kenormalannya, pada tengah pertandingan dia juga membicarakan ketampanan pemain Jerman, masih belum ada pengganti rupanya idola yang paling diagungkan adalah Miroslav Klose.

Itu masih dua contoh dari sekian banyak wanita yang berbicara mengenai sepakbola, masih banyak yang lainnya. Nah bagaimana dengan, kamu? Iya kamu, kamu yang baca blog aku (emang ada pembacanya?) *tiba-tiba tertidur pulas*

~END~