Minggu, 12 Juni 2016

Ketangguhan Jerman Benamkan Ukraina



Perancis – Datang ke Perancis dengan status juara piala dunia 2014, membuat kubu Jerman memikul beban berat di pundaknya. Namun mereka berhasil membuktikan dengan memberi kemenangan pertama atas Ukraina dengan skor 2-0

Bermain dengan kekuatan pebuh di setiap lininya membuat Jerman dengan mudah memenangkan penguasaan bola. Namun Ukraina yang datang tanpa beban dalam gelaran Euro 2016 malah berhasil melakukan tekanan kepada anak asuh Joachim Loew.

Tak butuh banyak waktu bagi Jerman untuk menunjukkan kekuatannya pada Ukraina, tepat pada menit ke 19 tendangan bebas Kroos disambut oleh tandukan Mustafi berhasil menggetarkan gawang Pyatov. Ukraina bukannya tak memiliki kesempatan membalas, di menit 27 peluang emas hasil tandukan Khacheridi berhasil ditepis Neuer.

Hingga babak pertama usai Jerman tetap memimpin dengan skor 1-0. Mengawali babak kedua Jerman tak ingin membuang waktu untuk menambah gol. Kembali DRaxler melakukan percobaan namun sayang bola masih bisa ditepis oleh Pyatov.

Permainan Jerman yang terkenal kolektif tanpa mengunggulkan satu nama individu membuat anak asuh Fomenko cukup kerepotan. Hal tersebut terlihat dalam penguasaan bola yang dilakukan oleh Jerman menembus angka 65% pada menit ke 55.

Penampilan apik kiper Ukraina patut diberi apresiasi karena beberapa kali melakukan penyelamatan gemilang atas ancaman Jerman. Hal ini membuat Loew berpikir keras dan meutuskan untuk melakukan pergantian pemain.

Schurrle, pemain pengganti yang sering turut menyumbangkan gol ini dimasukkan di menit 78 menggantikan Draxler. Belum cukup memuaskan dalam menjalankan taktik, Loew kembali melakukan pergantian, kali ini giliran Schweinsteiger menggantikan Gotze di babak tambahan waktu.
 
Dan pemain MU tersebut berhasil menjawab kepercayaan Loew dengan menceploskan gol hasil kerjasama apiknya dengan Ozil. Gol ini sekaligus menjadi penutup laga dengan kemenangan yang diraih oleh Jerman 2-0. Hasil ini juga mengantarkan Jerman memimpin klasemen menggeser Polandia yang sebelumnya juga berhasil mengalahkan Irlandia Utara.

~END~

Pertandingan selanjutnya
13/6/2016 8.00 pm : Spanyol vs Ceko (Grup D)
13/6/2016 11.00 pm : Irlandia vs Swedia (Grup E)
14/6/2016 2.00 am : Belgia vs Italia (Grup E)

Arkadi Milik Sumbang Tiga Poin Polandia



Perancis – Menjadi tim unggulan kedua setelah jerman membuat Polandia harus memastikan kemenangannya di laga awal. Apalagi lawannya terhitung baru dalam kancah Eropa yaitu Irlandia Utara, dan Polandia yang memiliki striker sekelas Lewandowski ini berhasil mengakhiri laga dengan kemenangan tipis, 1-0.

Baru memasuki menit ke 2 telah terjadi pelanggaran yang menghasilkan tendangan bebas untuk Polandia, dan Irlandia Utara masih mampu mengatasinya. Irlania Utara tampak keulitan dalam mengimbangi tempo permainan cepat yang diterapkan oleh Polandia, oleh karena itu mereka coba menguasai bola dan memperlambat temponya sesuai karakter permainan mereka.

Pertandingan cukup a lot bagi keduanya, peluit tanda pertandingan memasuki babak half time, kedua tim masih bertahan dengan skor kacamata. Mengawali babak kedua Polandia kembali melancakan tekanan kepada salah satu wakil Britania Raya ini.
 
Lewandowski yang dijaga ketat coba memberikan kontribusinya dengan membuka ruang kepada rekannya di kotak penalti, namun berhasil digagalkan McLaughin. Satu menit berselang Polandia berhasil unggul berkat gol Milik, memanfaatkan umpan dari sisi kanan yang dikirim Blazczykowski.

Tendangan Milik menggunakan kaki kirinya itu bersarang ke pojok bawah gawang tanpa bisa diantisipasi oleh McGoven. Tidak ingin kebobolan lebih banyak kini Irlandia memasang pertahanan lebih kuat. Davis, kapten Iralandia Utara ini beberapa kali berhasil memenangkan duel untuk menyelamatkan lini pertahanan.

Di babak tambahan waktu, Polandia yang sudah unggul mencoba memperlambat tempo dengan memainkan bola dari kaki ke kaki pemainnya. Dan Polandia yang memang sejak awal menguasai pertandingan dengan rata-rat penguasaan bola mencapai 60%, berhasil menyelesaikan laga dengan kemenangan tipis 1-0. Hasil ini membuat Polandia memimpin klasemen sementara grup C, sembari menanti hasil dari pertandingan Jerman melawan Ukraina.

~END~

Modric Amankan Puncak Klasemen



Perancis – Dua tim dari grup D berlaga lebih awal Turki dan Kroasia, keduanya memiliki misi yang sama yaitu meraih kemenangan di partai awal agar lebih mudah menjalani partai selanjutnya. Namun kali ini giliran Turki yang harus menyerah dihadapan Kroasia berkat gol tunggal Luca Modric.

Permainan keras ditunjukkan kedua tim dalam laga ini, terjadi beberapa pelanggaran hingga puncaknya pemain Kroasia, Corluka harus mendapat perawatan setelah berbenturan dengan Tosun. Akibatnya Tosun mendapat ganjaran kartu kuning, dan Corluka harus melanjutkan pertandingan dengan perban dikepalanya.

Mandzukic seolah menujukkan kelasnya sebagai pemain top Eropa, pergerakannya beberapa kali menyulitkan pertahanan Turki, namun sering kali menghadapi jalan buntu. 4 menit sebelum turun minum terjadi kemelut di depan gawang anak asuh Fatih Terim yang berhasil di halau kiper Turki.

Namun dikesempatan kedua, tendangan first time Luca Modric dari luar kotak penalti yang begitu cantik meluncur deras ke gawang pasukan Arda Turan. Gol tersebut membuat kubu Kroasia semakin bersemangat dalam melakukan serangan dan memberikan perhatian ekstra pada lini belakang dengan absennya Dejan Lovren.

Meskipun dalam posisi tertinggal Fatih Terim tetap menginstruksikan pada pemainnya untuk melakukan serangan intens pada pertahanan Kroasia. Melakukan peruntungan mantan pelatih AC Milan itu menarik keluar sang kapten yang kurang memberikan konstribusnya pada tim.

Sayangnya hingga menit akhir pertandingan tidak ada tambahan gol dari kedua kubu, dan memantapkan Kroasia di puncak klasemen berkat gol tunggal dari Luca Modric.

~END~

Inggris Lanjutkan Mitos Buruk

Perancis – Sering kali statusnya dipertanyakan sebagai tim besar membuat Inggris bermain selalu dalam tekanan. Permainan hati-hati yang identik dengan membosankan coba dihindari namun permainan terbuka bukanlah sebuah keputusan tepat dalam menghadapi tim sekelas Rusia yang terkenal pantang menyerah. Buktinya Inggris hanya berhasil membawa 1 poin dalam laga awalnya di Euro 2016.

Pertandingan yang dipimpin oleh wasit asal Italia, Nicola Rizzoli ini berlangsung cukup alot. Sedari awal Inggri cukup ngotot untuk meraih kemenangan, mereka tampil begitu agresif. Rusia yang tak ingin kecolongan, beberapa kali mampu meredam serangan Inggris yang didominasi oleh Sterling.

Rusia sempat mendapat kesempatan saat Dzyuba dijatuhkan Rose di sisi kiri pertahanan Inggris. Namun hadiah wasit berupa tendangan bebas masih bisa dimentahkan oleh Joe Hart. Begitu juga yang dilakukan Igor Akinfeev yang berhasil menggagal serangan Inggris kolaborasi antara Sterling dan Lallana.

Skor kacamata bertahan hingga babak pertama usai yang membuat kedua pendukung tim tersebut menelan kekecewaan. Memasuki babak kedua belum ada perubahan dari komposisi pemain kudua belah pihak.

Memasuki 2 menit di babak kedua hampir saja Rusia membuka keunggulan jika Cahill tidak berhasil menghalau bola. Sayangnya penyelamatan Cahill tersebut ternoda akibat pelanggaran yang dilakukannya pada Dzyuba dan membuahkan kartu kuning.

Serangan coba dibangun oleh Inggris, kini giliran Rooney mencoba perutungan dengan mengirim tembakan keras dari ujung kotak penalti. Dan Rusia patur berterima kasih pada Akinfeev karena berhasil menggagalkan tendangan kapten Inggris tersebut.

Dirasa cukup memberi ancaman bagi pertahanan Rusia, Rooney dilanggar oleh Georgi Schennikov di depan kotak penalti dan Rizzoli menghadiahkan tendangan bebas untuk Inggris. Keputusan salah diambil oleh Schennikov, karena tendangannya dieksekusi oleh Dier dan malah membuat Rusia tertinggal 1-0.

Demi menambah keunggulan pasukan berjuluk Three Lions ini meningkatkan serangan dengan memasukkan James Milner dan Wilshere menggantikan Sterling dan Rooney. Bukannya mendapat tambahan gol, Inggris harus rela berbagi angka dengan Rusia saat pada tambahan waktu Vasili Berezutski berhasil menceploskan bola ke gawang Joe Hart.

Skor 1-1 menutup laga yang diselenggarakan di Stade Velodrome ini. Dengan hasil ini Inggris harus puas berada peringkat 2 klasemen sementara dibawah Wales. Hasil ini sekaligus melanjutkan sejarah dan mitos buruk yang disandang Inggris, bahwa mereka selalu mendapat hasil kurang memuaskan di awal laga turnamen internasional.

~END~

Pertandingan selanjutnya
12/6/2016 8.00 pm : Turki vs Kroasia (Grup D)
12/6/2016 11.00 pm : Polandia vs Irlandia Utara (Grup C)
13/6/2016 2.00 am : Jerman vs Ukraina (Grup C)

Kemenangan Wales, Puncaki Klasemen

Perancis – Dihuni oleh salah satu pemain termahal di dunia, Gareth Bale membuat nama Wales mendapat banyak sorotan media. Pemain andalan Real Madrid ini berhasil membuktikan bahwa harga dan kualitasnya sepadan dengan ikut menyumbangkan gol kemenangan Wales atas Slovakia, yang berakhir dengan skor 2-1.

Bukan hanya nama Gareth Bale saja yang mendapat sorotan, karena beberapa nama punggawa Wales merupakan pemain top di liga Premier Inggris seperti Ramsey, Joe Allen. Namun itu semua tidak membuat Slovakia gentar, terbukti diawal laga slovakia berhasil menguasai perandingan dan hampir saja Hamsik membuka keunggulan jika tendangannya tidak melenceng dari sasaran.
Dengan komposisi pemain yang cukup menjanjikan membuat Wales segera melakukan perubahan untuk menguasai tempo permainan. Setelah terciptanya gol Wales dari tendangan bebas Bale, anak asuh Chris Coleman mulai menemukan harmoni dalam permainannya.

Coba mengejar ketertinggalan, kini giliran Slovakia melakukan serangan sayangnya hingga turun minum kedua kubu menemui jalan buntu dalam mencetak gol. Memasuki babak kedua lagi-lagi Slovakia mengawali dengan penuh percaya diri dan memimpin jalannya pertandingan.

Berhasil, pada menit ke 61 Duda yang berstatus sebagai pemain pengganti menyamakan kedudukan 1-1 dengan Wales. Terus menekan,  Robert Mark sempat membuat pendukung kedua kubu yang memadati Stade de Bordeaux terdiam saat tendangannya hanya membentur mistar gawang.

Mencoba keluar dari tekanan yang diberikan Slovakia Wales baru menemukan jalannya saat Bale kembali melakukan tendangan bebas, namun kali ini tendangannya berhasil dihalau Kozacik. Berselang hanya satu menit Wales kembali memimpin berkat gol kanu hasil kerjasama apiknya bersama Ramsey.

Skor 2-1 berakhir hingga peluit panjang dibunyikan, hasil ini membuat Wales memuncaki klasemen sementara grup B. Sedangkan kekalahan yang diderita Slovakia ini membuatnya harus puas berada di posisi juru kunci grup B.

~END~

Swiss Buntuti Perancis

Perancis – Persaingan di grup A semakin panas saat Swiss berhasil menghempaskan salah satu wakil Eropa Selatan yaitu Albania di Stade Bollaert-Delelis. Unggul cepat di menit ke 5 oleh tandukan Fabian Schar membuat Swiss mendapat keuntungan karena hingga babak akhir mereka kesulitan menggempur pertahanan anak asuh Giovanni De Biasi.

Dua tim kuda hitam ini berhasil mencuri perhatian publik atas aksi mereka dilapangan yang menyuguhkan pertandingan terbuka. Jual beli serangan terlihat sejak peluit kick off dibunyikan, dan Swiss berhasil memanfaatkan salah satu kesempatan oleh Schar yang mendapat assist Shaqiri.

Tidak hanya banyaknya serangan yang tersaji dalam pertandingan kedua Euro 2016, namun juga banyaknya pelanggaran. Terbukti Schar mendapat kartu kuning 9 menit setelah pemain berumur 24 tahun ini mecetak gol. Tendangan bebas yang diberikan wasit kepada Albania berhasil digagalkan oleh Sommer.

Berselang 10 menit kini giliran Albania melakukan pelanggaran kepada Dzemaili dan menghasilkan kartu kuning pertama untuk L. Cana. Rupanya kapten Albania ini belum jera atas ganjaran kartu kuning pertamanya, 15 menit kemudia L. Cana melakukan handball di tepi kotak penalti.

Meskipun bermain dengan 10 orang Albania tidak sedikitpun menurunkan tempo permainan. Beberapa kali mereka juga melakukan serangan kepada Swiss, namun sayangnya penampilan apik Sommer menjadi penghalang mereka dalam menyamakan kedudukan.

Menit 77 pendukung Albania sempat bersorak, namun kembali harus menelan kekecewaan saat bola Sadiku yang disangka berbuah gol hanya menggetarkan jala melalui sisi kiri gawang Sommer. Pergantian pemain dilakukan oleh Albania, Sadiku ditarik keluar digantikan oleh Gashi. Pada menit 88 pengganti Sadiku ini berhasil lolos dari jebakan offside namun lagi-lagi kiper Swiss yang tampil ciamik berhasil melakukan blok pada tembakan Gashi.

Swiss yang unggul pemain tidak dapat memanfaatkan keadaan untuk menambah keunggulan. Mereka harus puas dengan skor akhir 1-0, namun hasil ini cukup membuat posisi mereka aman karena memiliki poin sama dengan pemuncak klasemen Perancis, yaitu 3 poin.

~END~

Jumat, 10 Juni 2016

Payet Selamatkan Muka Tuan Rumah


Perancis - Menjadi unggulan juara pada gelaran Euro 2016, tidak serta merta membuat Perancis yang sekaligus menyandang status sebagai tuan rumah dapat membungkam Rumania dengan mudah. Terbukti Perancis sempat mengawali kesulitan di awal laga untuk menjebol gawang Tatarusanu, beberapa kali kesempatan tercipta namun tidak satupun berbuah gol di babak pertama.

Pada menit ke 35 Antoine Griezmann sempat membuat publik yang memadati  Stadium Stade de France terhenyak dengan sepakan kerasnya ke gawang Rumania, namun begitu tipis bola menggelinding di sisi kiri gawang. Perancis memimpin di sepanjang laga namun beberapa kali kelemahannya dapat dimanfaatkan oleh Rumania untuk melakukan serangan balik.

Dimitri Payet yang mendapat sorotan tajam media dengan permainan apiknya coba memberikan beberapa kali umpan manis pada rekannya. Hingga penghujung turun minum, Perancis masih belum bisa membuka keunggulan setalah kesempatan terakhir yang didapat Giroud melebar dari gawang.

Memasuki babak kedua pertandingan semakin terbuka, Rumania sempat membuka peluang namun berhasil digagalkan oleh Lloris. Rumania ganti memberi tekanan kepada tuan rumah namun sayangnya tidak dibarengi dengan pertahanan yang mumpuni. Akibatnya mereka lengah dan Perancis berhasil mencuri keunggulan atas sundulan Giroud berkat kerjasamanya dengan Payet.

Permainan mulai menjurus terhadap kekerasan saat memasuki menit ke 66, Rumania mendapat hadiah penalti pertama pada gelaran Euro 2016 setelah Stanciu dilanggar oleh Evra. Bertindak langsung sebagai algojo, Stanciu berhasil mengelabuhi Lloris. Skor imbang 1-1 untuk Perancis dan Rumania.

Demi meningkatkan serangan pelatih Perancis Didier Deschamps melakukan pergantian pemain dengan memasukkan beberapa midfielder seperti Anthony Martial dan Kingsley Coman. Tak ingin semakin ketinggalan pelatih Rumania Anghel Iordanescu juga melakukan beberapa pergantian.

Jual beli serangan terjadi hingga mendekati menit akhir, namun tak satupun dari kedua kubu berhasil mencetak gol. Tepat satu menit sebelum laga bubar Payet yang kontribusinya cukup banyak di laga ini berhasil mencatatkan namanya di papan skor saat tendangan kerasnya dari luar kotak penalti tidak dapat dijangkau Tatarusanu.

Setelah gol tersebut Payet ditarik keluar digantikan Sissoko, namun hal tersebut tidak menghalangi Payet meraih gelar man of the match pada laga pembuka Euro 2016. Dengan kemenangan 2-1 Perancis atas Rumania ini membuat Perancis untuk sementara berada di puncak klasemen grup A.

~END~


Pertandingan selanjutnya
8.00 pm : Albania vs Swiss (Grup A)
11.00 pm : Wales vs Slovakia (Grup B)
12/6 2.00 am : Inggris vs Rusia (Grup B)