Minggu, 19 Juni 2016

Harapan Terakhir Albania



Perancis – Dua kekalahan beruntun yang diderita Albania membuat banyak pihak mengatakan bahwa mereka harus angka koper lebih cepat dari perhelatan Euro ini. Dikesempatan terakhirnya ini Albania mencoba untuk meraih asa yang tersisa dengan memberi kemenangan 1-0 bagi pendukungnya.
 
Sadiku memberi harapan kepada rekannya serta seluruh pendukung Albania bahwa mereka masih bisa dipertimbangkan masuk ke 16 besar jika menjadi pilihan peringkat 3 terbaik. Karena pada sistem Euro ini selain juara dan runner up grup aka nada 4 dari peringkat 3 terbaik yang bisa lolos ke 16 besar.
 
Albania masih berharap akan keajaiban tersebut, oleh karena itu mereka bermain ngotot demi meraih kemenangan di laga pamungkas ini. Meskipun tidak menguasai bola dalam pertandingan, Albania mampu memberikan kejutan dengan gol di menit 43 yang membuat para militannya di Stade de Lumieres bersorak.

Berawal dari umpan silang yang disodorkan oleh Memushaj dan berhasil ditanduk oleh Sadiku, membuat keadaan berubah. Dengan keunggulan ini Albania bermain semakin rapat, mempertahankan keunggulannya.

Rumania yang sejatinya lebih diunggulkan dipertandingan ini nyatanya tak mempu memberikan permainan terbaiknya. Di babak kedua Albania memegang kendali permainan atas Rumania yang sedikit tegang akibat posisinya tertinggal.

Rumania bukanlah tanpa kesempatan, beberapa kali mereka mendapatkan peluang namun keberuntungan belum berpihak. Dan sampai pada penghujung laga Rumania harus puas dengan kekalahan 1-0 dan tersingkir dari Euro 2016 dengan dua kekalahan dan satu hasil seri. Albania sendiri naik ke posisi tiga dan berharap keajaiban untuk lolos fase selanjutnya.
 
~END~

Pertandingan selanjutnya
21/6/2016 2.00am Slovakia vs Inggris (Grup B)
21/6/2016 2.00am Rusia vs Wales (Grup B)

Swiss Raih Gelar Runner Up


Perancis – Pertandingan terakhir babak penyisihan grup Euro 2016 semakin seru. Perancis sebagai pemuncak klasemen dan Swiss yang menjadi runner up, coba memastikan diri menjadi yang terbaik di grupnya. Mekipun hasil akhir mereka harus berbagi angka, namun keduanya tetap dipastikan lolos  dengan 7 poin untuk Perancis dan 5 poin untuk Swiss.
 
Perancis yang sejatinya sudah lolos saat mendapatkan kemenangan keduanya secara beruntun tidak ingin kecolongan di laga akhir. Meskipun skema yang diterapkan Deschamps mengalami perubahan akibat Payet yang tidak diturunkan di babak pertama. Pelatih yang pernah bermain bersama Juventus ini juga memberikan waktu lebih kepada Pogba untuk lebih bisa menyesuaikan dirinya.

Perancis sedikit diuntungkan karena dengan hasil imbang saja sudah cukup membuatnya unggul di klasemen akhir grup A. Sedangkan Swiss berharap bisa menang agar merebut posisi puncak tersebut, meskipun hasil imbang juga sudah bisa meloloskan mereka ke fase selanjutnya. Dengan kekalahanpun Swiss sejatinya masih memiliki harapan lolos dengan bergantung pada hasil pertandingan lain

Vladimir Petkovic tentu saja tidak ingin menunggu hasil yang tidak pasti, oleh karenanya mereka sangat ngotot meraih hasil terbaik di pertandingan akhir grup ini. Hal tersebut bisa dilihat dari performa Sommer yang beberapa kali melakukan aksi heroik dari serangan yang dilancarkan oleh Perancis.

Sepanjang babak pertama tidak satupun kesempatan yang kedua tim dapatkan bisa dikonversikan menjadi gol. Deschamps coba meningkatkan serangan dengan memasukkan Payet menggantikan Coman. Swiss pun tak ingin kalah, mereka juga melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Seferovic.

Beberapa kali terjadi pergantian pemain antara dua kubu, hingga mendekati menit akhir. Hingga peluit panjang di babak kedua dibunyikan yang menandakan pertandingan telah berakhir skor kacamata tidak berubah.

~END~

Unlucky Portugal

Perancis – Meskipun dihuni oleh satu nama mega bintang dunia Cristiano Ronaldo, nyatanya tak membuat nama Portugal menjadi digdaya di kancah Euro 2016. Setelah ditahan imbang Islandia kini giliran Austria yang menjadi tersangkanya, kedua tim ini harus rela berbagi angka dengan skor akhir 0-0

Jikalau permainan Portugal tetap seperti ini, keraguan masyarakat penikmat sepakbola kepada anak asuh Fernando Santos semakin meningkat. Ketergantungan kepada Ronaldo sangat terlihat pada strategi yang diterapkan Portugal, membuat lawan dengan mudah membaca skemanya dengan matikan pergerakan bintang Real Madrid tersebut.

Bukannya tanpa peluang, Portugal sempat mendapat hadiah penalty dari Rizzoli, namun Ronaldo yang menjadi eksekutor dan diharapkan sebagai pembeda untuk mengubah kedudukan malah gagal menegemban tugasnya.

Bola yang ditendangnya hanya mampu membentur mistar gawang sebelah kanan, hal ini semakin menimbulkan kritik pedas dari para netizen untuk mantan kekasih Irina Syaikh tersebut. Gagalnya Ronaldo rupanya berimbas pada timnya, pergerakan mereka semakin tidak terarah dan tetap gagal dalam mencetak gol.

4 menit menjelang peluit panjang dibunyikan publik yang memadati Parc de Princes terhenyak oleh sundulan Ronaldo yang berhasil menjebol gawang Islandia. Sayang beribu sayang pendukung Portugal yang telah bersorak harus kembai bungkam kala hakim garis mengangkat benderanya. 

Menyatakan bahwa gol tersebut tidak sah karena mantan bintang Manchester United ini tertangkap offside terlebih dahulu. Skor kacamata harus mengakhiri pertandingan partai kedua grup F dan membuat Portugal harus puas duduk di posisi ke 3 klasemen sementara.

~END~

Pertandingan selanjutnya
20/6/2016 2.00 am : Swiss vs Perancis (Grup A)
20/6/2016 2.00 am : Rumania vs Albania (Grup A)

Persaingan Panas Grup F

Perancis – Islandia yang menggemparkan dunia sepakbola akibat kejutannya menyingkirkan Belanda kini harus kembali bermain imbang melawan Hungaria. Sempat memimpin di babak pertama, Islandia harus rela berbagi angka setelah Saevarsson melakukan gol bunuh diri di menit akhir pertandingan.

Dalam hal penguasaan bola Islandia sangat tertinggal jauh oleh Hungaria yang di pertandingan pertamanya berhasil menang lawan Rusia. Namun kedua tim bermain tertutup dan menyulitkan dalam hal mencetak gol.

Misi ingin menang menjadi bekal bagi kedua tim ini, Harapan Hungaria lolos babak 16 besar lebih terbuka dibandinga Islandia yang di laga awal hanya bermain imbang melawan Portugal. Islandia sedikit diuntungkan saat terjadi pelanggaran dan Sergei Karasev memberikan hadiah penaltinya yang dieksekusi Sigurdsson.

Tanpa membuang kesempatan Sigurdsson mengeksekusi bola dan gagal diamankan oleh kiper Hungaria. Skor 1-0 untuk keunggulan Hungaria bertahan hingga babak pertama usai. Memasuki 45 menit kedua masih belum ada yang dapat menciptakan gol kembali.

Permainan monoton yang diperlihatkan keduanya cukup membuat mata penikmat sepakbola mengalami kebosanan. Meskipun persaingan di grup ini merupakan yang paling ketat dibandinga grup lainnya terutama grup E yang dianggap sebagai grup neraka.

Menjelang peluit akhir dibunyikan terjai kemelut didepan gawang Islandia, yang salah diantisipasi oleh Saevarsson. Menyebabkan bola yang hanya beberapa centi I depan mulut gawang disambar olehnya dan malah masuk ke gawangnya sendiri. Hungaria bersorak karena dapat menyamakan skor. Hasil ini bertahan hingga pertandingan usai, tanpa merubah kedudukan klasemen dengan Hungaria yang masih nyaman dipuncak klasemen dengan 4 poin sedangkan Islandia satu strip dibawahnya dengan 2 poin

~END~

Pembuktian Belgia

Perancis – Kekalahan menyakitkan di laga awal dari Italia melecut semangat Belgia di partai keduanya melawan Irlandia. 3 gol mereka sarangkan demi merangsek ke posisi dua klasemen grup E membuntuti Italia.

Stade de Bordeaux menjadi panggung pembuktian Belgia jika mereka masih layak diperhitungkan sebagai tim unggulan pada perhelatan empat tahunan tersebut. Lukaku yang minim kontribusi menghadapi Italia, berhasil menadi pahlawan dengan 2 gol nya serta satu gol lainnya dari Witsel.

Pasukan Marc Wilmots memang telah menunjukkan kelasnya sejak peluit tanda dimulainya pertandingan ditiup. Tekanan demi tekanan mereka lakukan dengan mengandalkan umpan-umpan pendek dari kaki para gelandang mudanya.

Sedangkan Irlandia mencoba untuk menguasai bola, malah beberapa kali melakukan kesalahan, dan berakhir dengan bola yang direbut oleh Belgia. Kesempatan yang didapat Irlandia saat melakukan tembakan kearah gawang dapat dengan mudah digagalkan Courtois, itulah yang membuat mereka semakin frustasi.

Belgia baru mampu membuka skor saat memasuki 3 menit babak kedua berjalan, Lukaku yang menerima sodoran dari De Bruyne saat melakukan serangan balik cepat dengan lihainya mengecoh Randolph, 1-0 Belgia memimpin. Berselang 13 menit kini giliran Witsel yang memberikan tandukan mautnya untuk menjebol gawang anak asuh Martin O’Neill.

Dengan ketertinggalan 2 gol, Irlandia berusaha mengejjar dengan memasukkan nama pemain veteran Kane. Sayang permainan bola mereka dapat dibaca dengan mudah oleh barisan pertahanan Belgia, sesekali mendapat kesempatan menembak, Courtois dengan sigap melakukan penyelamatan.

Terlalu asik menyerang, Irlandia meninggalkan lubang menganga di barisan pertahanan, yang berhasil dimanfaatkan oleh serangan balik cepat Eden Hazard. Kembali actor utamanya adalah Lukaku yang menerima passing Hazard dan menyelseaikan dengan tembakan terukurnya. 3-0 untuk Belgia bertahan hingga pertandingan usai, membuat Belgia merangsek 2 tingkat membuntuti Italia di posisi kedua dengan 3 poin.

~END~

Sabtu, 18 Juni 2016

Saatnya Berkemas Turki

Perancis – Spanyol benar-benar menunjukkan kastanya sebagai tim unggulan berstatus juara bertahan kala menghadapi Turki di partai kedua penyisihan grup D Euro 2016. Tidak tanggung-tanggung anak asuh Del Bosque berhasil menyarangkan 3 gol tanpa balas ke gawang Babacan.

Kemenangan Turki ini tentunya sangatlah diharapkan banyak pihak mengingat status mereka dalam perhelatan ini. Selain itu dapat memastikan diri menjadi tim ketiga setelah Perancis dan Italia yang lolos perempat final dengan dua kemenangan beruntunnya.

Sedangkan disisi lain Turki harus meraih kemenangan demi mendapatkan kesempatan untuk tampil ke 16 besar, dengan penentuan di laga terakhirnya nanti. Sayangnya Sergio Ramos dkk tidak sedikitpun memberi ampun pada Turki dan langsung tancap gas di babak pertama.

3 gol mereka sarangkan ke gawang Turki di babak awal, 2 gol dari Morata dan satu gol dari Nolito. Kerjasama dua striker yang begitu memuaskan karena dapat memborbardir pertahanan Turki. Memasuki babak kedua Spanyol yang diatas angina mengistirahatkan beberapa pemain intinya.

Fabregas, Alba dan Silva ditarik keluar, meskipun begitu serangan Spanyol tak serta merta mengendur dengan keluarnya sang jenderal lapangan tengah. Spanyol masih bias memimpin pertandingan sekalipun tidak menambah gol. Hasil 3-0 yang diraih Spanyol ini semakin memantapkan posisi dipuncak klasemen grup D dengan 6 poin dari 2 laga yang telah dimainkan.

~END~

Pertandingan selanjutnya
18/6/2016 8.00pm : Belgia vs Irlandia (Grup E)
18/6/2016 11.00pm : Islandia vs Hungaria (Grup F)
19/6/2016 2.00am : Portugal vs Austria (Grup F)

Ceko Tahan Imbang Krosia

Perancis – Stade Geoffroy Guichard menjadi saksi ketangguhan Ceko menghadapi Kroasia dalam babak penyisihan grup D Euro 2016. Tertinggal 2-0 tak membuat pasukan Pavel Vrba putus asa, tambahan 2 gol di babak kedua membuat Ceko akhirnya bisa menahan imbang Kroasia dan menghambat tiket 16 besar bagi Kroasia menyusul Spanyol.

Dalam laga yang dipimpin oleh wasit Mark Clattenburg, Ceko tidaklah diunggulkan mengingat pertandingan pertamanya harus takluk dari juara bertahan Spanyol. Kroasia yang berambisi untuk menang dan memastikan tiket 16 besar bermain menyerang sejak awal laga.

Laga berjalan 37 menit akhirnya Kroasia berhasil memecah kebuntuan melalui kaki Perisic yang berhasil mengecoh Petr Cech. 1-0 untuk keunggulan Kroasia, hasil ini bertahan hingga pertandingan memasuki babak kedua.

Gempuran dari Krosia semakin besar demi memperlebar jarak poin dengan Ceko, hasilnya di menit 59 Rakitic berhasil melepaskan tendangan lob yang jauh dari jangkauan Cech. 2-0 untuk Kroasia membuat Ceko semakin tegang.

Perjuangan hingga titik darah penghabisan diperlihatkan oleh Ceko, hasilnya di menit 75 M. Skoda berhasil mempertipis jarak dengan meneruskan crossing Rosicky. Menit akhir menjadi paling krusial bagi kedua tim pasalnya Ceko mendapat hadiah penalti dari pelanggaran Vida yang sengaja memegang bola di area terlarang.

Necid yang ditunjuk sebagai algojo tak menyiakan kesempatan untuk menyamakan skor Kroasia. Tendangan penaltinya tidak dapat dijangkau Subesic, 2-2 skor bagi mereka. Saat peluit panjang dibunyikan skor tersebut bertahan dan membuat keduanya harus puas berbagi poin. 

Hasil ini membuat Kroasia bisa bernafas lega mengingat posisinya masih di nomor dua, sedangkan Ceko harus bekerja ekstra di pertandingan terakhirnya melawan Turki jika tidak ingin angkat kper lebih cepat di perhelatan 4 tahun tersebut.

~END~