Sabtu, 14 Juni 2014

Tren Posisif Italia atas Inggris

Forza Italia teriakan para suporter negeri Pizza begitu menggema di stadion Arena Amazonia, setelah tim asuhan Cesare Prandelli memastikan kemenangan atas Inggris, 2-1. Sejatinya kemenangan yang didaptkan Italia tidaklah mudah, karena disepanjang laga Inggris memberikan perlawanan yang cukup besar. Terbukti dengan angka tendangan sudut yang dihasilkan mencapai 9 berbanding 2.

Sama-sama menurunkan skuad muda Italia dan Inggris memberikan hiburan tersendiri bagi penikmat sepakbola. Meskipun diawal laga terlihat kedua kubu bermain sedikit lebih hati-hati. Serangan Inggris nyaris berbuah gol di menit 4 seandainya tendangan keras dari luar kotak penalty Sterling tidak melebar ke sisi kanan gawang Sirigu. Mendapat kepercayaan menggatikan Buffon di laga penting dibayar dengan penampilan ciamik oleh Sirigu, berkali-kali dia coba menyelamatkan gawang Azzuri dari serbuan anak asuh Roy Hodgson.

Jual beli serangan terjadi pada pertengahan babak pertama, pemain muda Torino yaitu Matteo Darmian berkali-kali membantu serangan Italia dari sisi kanan. Namun sayang bola gagal dimanfaatkan oleh Balotelli. Memasuki menit 35, Italia berhasil membuka skor. Berawal dari tendangan sudut Veratti melepaskan umpan yang terukur melewati Pirlo, yang berhasil mengecoh pemain Inggris, kemudian berhasil disempurnakan dengan tendangan keras Marchisio.

Pict 1: Skuad Italia merayakan gol Marchisio
Tak perlu menunggu waktu lama, Inggris membalas gol tersebut untuk menyamakan kedudukan melalui penyerang Liverpool Daniel Sturridge. Sepakan kerasnya tak berhasil dijangkau oleh kiper yang merumput di PSG, Sirigu. Skor 1-1 bertahan hingga peluit babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Italia maupun Inggris belum melakukan pergantian pemain. Efektif untuk Italia, tidak untuk Inggris. 5 menit waktu berjalan Inggris dikejutkan dengan gol Mario Balotelli yang memanfaatkan umpan crossing Candreva 2-1 Italia memimpin. Italia sedikit mengendurkan serangan setelah unggul atas the three lions, berbeda dengan Inggris yang terlihat semakin ngotot mengejara ketertinggalan. Tapi Inggris gagal menfaatkan beberapa peluang karena bermain sedikit bermain tidak rapi. Di sisi lain Italia yang tidak mau kehilangan poin, sangat tertib dalam mengawal daerah pertahanan.

Suporter Italia hampir dibuat bersorak kembali saat pada menit akhir Pirlo melakukan tendangan bebas, namun tendangan terukur tersebut masih mengenai mistar gawang yang dijaga Joe hart. Skor 2-1 bertahan hingga akhir pertandingan, dan menempatkan Italia diposisi kedua dibawah Costa Rika yang pada laga sebelumnya berhasil menggulung Uruguay 3-1. Sedangkan Inggris berada satu tingkat dibawah Italia.

~END~

We Are The "Real" Champion - ASPAC

 
Pict 1: Aspac memamerkan trophy NBL kedua mereka
67 - 83, skor akhir yang tidak terlalu mencolok ini akhirnya membawa Aspac meraih gelar NBL 2014 di Jogjakarta. Ini merupakan pencapaian fantastik Aspac karena mampu mempertahankan gelar juara, setelah sebelumnya mengalahkan Pelita Jaya di final 2013 lalu. Tiga menit akhir pada kuarter keempat, PACman sapaan akrab pendukung Aspac mulai bersorak seolah kemenangan sudah didepan mata.

Tak mudah meraih kemenangan dari Satria Muda yang sejak awal bermain ngotot. Kejar mengejar poin terjadi di kuater pertama, sehingga akhir kuarter ini skor kedua tim imbang 23-23. Babak kedua setelah Prastawa ditarik oleh coach Rastafari Horongbala yang smerupakan ayah kandungnya, permainan Aspac mengalami penurunan. Digantikannya peran prastawa oleh Mario gerungan tidak membuat kemajuan untuk Aspac. Satria Mudapun memegang kendali di kuarter kedua.

Pembuktian Aspac sebagai tim kuat terlihat disini, tidak ingin mendapatkan kekalahan keempatnya di season 2013/2014 dari SM, Aspac mengambil inisiatif menyerang. Pergerakan Biboy pemain naturalisasi asal Filipina pada saat offense maupun defense cukup membuat kubu SM kewalahan. Tak ingin kalah, pemain kawakan berjuluk Cacing yaitu Wahyu Hidayat Jati yang juga merupakan mantan pemain SM, ikut merubah alur pertandingan. Rupanya Cacing ingin memberikan luka bagi mantan klubnya tersebut. Permainan solid Aspac di kuarter ini berhasil membalikkan kedudukan.

Kuarter 4, Aspac coba bermain aman namun tetap melancarkan beberapa serangan untuk menjauhkan keunggulan. Mereka menerapkan tempo, sengaja mengulur waktu dan coba meminimalisir kesalahan. Mendekati akhir kuarter 4, PACman mendapatkan suguhan menarik berkat alley oop dan back dunk dari Ebrahim Enguio Lopez atau yang kita kenal dengan sebutan Biboy. Mendapatkan tekanan seperti itu SM tak bergeming, sisa waktu yang sangat tidak mungkin dimanfaatkan SM untuk mengejar ketertinggalan tetap dihargai oleh anak asuh Cokorda Raka. Perjuangan hingga titik darah penghabisan inilah yang membuat supporter SM tetap tersenyum diakhir laga, meskipun mendapati tim kebanggan mereka kalah.

Bukan hanya kemenangan secara tim, 2 pemain Aspac berhasil menyabet penghargaan individu. Andakara Prastawa berhasil menggondol MVP atas peretasinya yaitu 28 poin dalam laga final kali ini. Ebrahim Enguio Lopez atau Biboy juga berhasil mencatatkan namanya sebagai pemain naturalisasi pertama yang menyabet gelar Rookie of the Year dan Six Man Player.

Usai pertandingan, terlihat sportivitas antara kedua kubu, para pemain SM memberikan selamat kepada pemain Aspac. tak jarang dari mereka yang memberikan pelukan, macam Dodo Sitepu (aku juga mau dipeluk). Faisal, sosok antagonis bagi supporter lawan yang paling ngangenin ini juga memberikan pelukan bagi para pemain Aspac sekaligus memberi semangat. Kemenangan Aspac menjadi juara NBL season 2013/2014 juga mensejajarkan mereka dengan SM Britama yang telah meraih juara 2 kali.
 
Sekali lagi selamat untuk Aspac Jakarta!!! The Real Champion of NBL, and also champion in my heart. Sukses untuk pertandingan mewakili Indonesia di ajang FIBA Asia di China mendatang :))

~END~

Dominasi Amerika Latin

Dua tim Amerika latin yang tergabung di grup A dan B yaitu Mexico dan Chili, berhasil meneruskan tren positif Brasil sebagai tim Amerika latin pertama yang memenangkan pertandingan di PD 2014. Mexico sendiri berhasil memantapkan posisi membuntuti juara PD lima kali, Brasil di tempat kedua grup A. Hasil tersebut didapatkan setelah menang dengan skor tipis 1-0 atas Kamerun. Pahlawan kemenangan Mexico adalah Peralta yang berhasil memanfaatkan bola muntah hasil sepakan Dos Santos yang di blok kiper Kamerun, Itandje.

Pict 1: Mexico merayakan kemenangan atas Kamerun
Sedangkan Chili, menang secara meyakinkan dengan skor mencolok 3-1 atas Socceroos julukan timnas Australia. Berkat gol yang diciptakan oleh Alexis Sanchez, J. Valdivia dan gol pamungkas oleh Bean Beausejour. Australia sebenarnya tidak tinggal diam, mereka sempat membalas lewat sundulan Tim Cahill di menit 35'. Namun gol Cahill tersebut merupakan gol satu-satunya bagi Auastralia pada pertandingan itu. Dengan kemengan ini, Chili mengukuhkan posisi dua klasemen grup B dibawah belanda yang secara mengejutkan menang telak 5-1 atas Sapanyol (udah dibahas di postingan sebelumnya).

Dua kemenangan tim Amerika Latin semakin memperjelas bahwa mereka tidak bisa dipandang sebelah mata oleh tim-tim mapan. Tim-tim mapan yang saya maksud adalah tim yang selalu diunggulkan akan berbicara banyak pada kompetisi besar, dan mayoritas merupakan dari Benua Eropa. Seperti kita tahu perhelatan besar yang diselenggarakan di Brasil memberikan pengaruh cukup besar bagi para pemain, terutama mereka dari Eropa. Akibat perbedaan waktu dan cuaca yang cukup mencolok, membuat beberapa pemain harus segera beradaptasi. 

Bukan sekedar masalah waktu dan cuaca, para pelaku sepakbola yang berasal dari Amerika latin banyak sekali yang menjadi tumpuan klub-klub besar Eropa. Alexis Sanchez contohnya, begitu pentingnya pemain ini di skuad Barcelona. Oscar, Ramires yang mendapatkan kepercayaan sebagai pemain utama Chelsea, dan Chicarito yang menjadi andalan MU kala barisan penyerangan mengalami kebuntuan. Hal ini patut diwaspadai oleh tim Eropa.

Pict 2: Patut diwasapadai - Sanchez merayakan golnya ke gawang Australia
Spanyol merupakan tim Eropa yang patut waspada akan keberingasan Chili jika tidak ingin angkat koper lebih cepat dari Brasil. Tentunya Chili memiliki motivasi berlebih untuk menghancurkan Spanyol, mengingat posisi mereka kini berada di bawah Belanda. Demi mengamankan tiket 16 besar tidak serta merta Chili mau menjadi yang kedua (saya juga gak mau jadi yang kedua, kalo bisa jadi yang nomor satu). Menjadi runner up sama saja mempersulit langkah mereka lolos dari babak 16 besar, apalagi tim yang digadang-gadang akan mereka hadapi adalah Brasil yang diunngulkan menjadi juara grup A.

Bukan hanya Spanyol, Belanda juga harus pasang kuda-kuda jika tidak ingin menjadi bulan-bulanan tim Amerika latin ini. Permainan impresif kala menghancurkan Spanyol patut dipertahankan demi memenuhi target menjadi juara grup B. Meskipun fokus terhadap Chili, jangan pernah memandang sebelah mata Australia. Sadar mereka hanya dianggap penghibur di grup B Australia bisa saja memberi kejutan dan menyulitkan lawan-lawannya.

~END~

The Perfect Revenge of Netherland

TIKI-TAKA its over, kata tersebut begitu tepat menggambarkan keadaan Spanyol yang baru saja mengalami nasib buruk pada laga awalnya di PD 2014. Bagaimana tidak juara bertahan ini harus menyerah dengan skor telak 5-1 dari lawannya pada final PD 2010 lalu, Belanda. Hal ini mungkin menjadi ajang balas dendam Belanda yang begitu sempurna menerapkan "total football" khas Belanda, dengan penyerangan efektif dan pertahanan yang cukup solid.

Kekalahan yang diderita Spanyol ini juga memberikan luka mendalam bagi sang penjaga gawang, Casillas. Kapten Real Madrid tersebut gagal untuk menyamai rekor kiper legendari Italia Walter Zenga yang tidak kebobolan selama 517 menit secara beruntun dalam gelaran Piala Dunia. Bukan hanya itu, ini juga merupakan pencapaian buruk Spanyol, kalah dengan skor yang cukup mencolok. Hal ini terakhir kali dialami Spanyol adalah ketika mereka kalah dari Brasil pada Piala Dunia 1950 dengan skor 6-1.

Sejatinya Spanyol bermain tidak terlalu buruk di awal laga, terlihat pada menit 11' mereka mengurung pertahanan Belanda. Sayang, Costa yang memiliki kesempatan terlalu lama untuk menceploskan bola ke gawang yang dikawal Cillesen. Costa kembali membuang peluang pada menit 17' saat tendangannya hasil umpan Silva terlalu melebar ke sisi gawang de Oranje. Dua menit berselang giliran Silva yang mendapatkan peluang, namun digagalkan defender Belanda. Akhirnya Spanyol berhasil unggul lewat penalty Xabi Alonso atas pelanggaran Vrij terhadap Diego Costa pada menit 27'. Rupanya gol tersebut merupakan gol terakhir Spanyol pada match tersebut.

Tertinggal 1-0, Spanyol bermain sedikit lebih santai. Hal tersebut menjadi blunder karena Belanda berhasil menyamakan kedudukan lewat sriker Manchester United, Robin van Persie di penghujung babak pertama. Di babak kedua Spanyol masih menguasai bola, namun Belanda tak tinggal diam hanya berselang 8 menit setelah kick off babak kedua Belanda berhasil menggandakan keunggulan. Sang aktor kali ini adalah Robben, mantan punggawa Real Madrid dan Chelsea ini berhasil memanfaatkan assist dari Daley Blind untuk mengecoh Casillas.

Pict 1: Robin van Persie merayakan kemenangan Belanda atas Spanyol
Tidak ingin tertinggal lebih jauh, Vicento Del Bosque coba memasukkan Torres menggantikan Diego Costa. Sayang Torres bermain selayaknya ketika menjadi punggawa Chelsea dan naas untuk Spanyol karena harus memungut kembali bola yang bersarang ke gawang Casillas. Gol Belanda oleh Vrij tak lepas dari kerjasama apiknya bersama Sneijder sekaligus merupakan penebusan dosa atas kesalahannya di babak pertama yang membuat Spanyol unggul.

Pertandingan semakin keras hingga wasit asal Italia, Nicola Rizolli harus mengeluarkan kartu kuning untuk kedua tim yaitu kepada Casillas dan Robin van Persie. Tiga menit setelah Casillas dihadiahi kartu kuning, supporter Spanyol bersorak atas gol yang tercipta namun sayangnya gol tersebut harus dianulir akibat Silva terlebih dahulu berdiri pada posisi offside. Tak lama giliran suporter Belanda yang bersorak atas gol kedua RvP sapaan akrab Robin van Persie. Tak ingin kalah dengan rekannya Robenpun kembali mencetak gol pamungkas bagi Belanda pada menit 80'

Kemenangan Belanda atas Spanyol ini sekaligus memantapkan posisi Belanda sebagai pemimpin klasemen grup B. Sekaligus menobatkan Robin van Persie sebagai man of the match berkat gol pembuka serta penyama kedudukan bagi Belanda. Tanpa gol tersebut, jalannya pertandingan akan sangat berbeda. Kemenangan Belanda ini sekaligus mengukuhkan diri sebagai tim dari benua Eropa pertama yang memenangi laga di PD 2014.

Solidnya permainan Belanda ditangan Van Gaal, terutama moncernya RvP membuat fans Manchester United tersenyum lega. Begitu banyak harapan dibenak mereka, Van Gaal bisa mengembalikan performa MU yang menurun dimusim 2013/2014. Hal ini patut diwaspadai oleh lawan, terutama tim favorit saya nih, Chelsea. Mengapa? pemain yang diborong Chelsea atau yang menghuni skuad Chelsea merupakan pemain Spanyol yang tanpa kontribusi pada pertandingan melawan Belanda. Naas lah (stop curhat Phoo, mungkin bisa di postingan lain).

~END~

Jumat, 13 Juni 2014

The Epic Opening of World Cup 2014

Pict 1: Brasil vs Kroasia
Brasil, sepertinya kata ini masih akan terus menghiasi postingan ketiga saya. Bukan dikarenakan lokasi PD 2014 yang ada disana, namun karena laga pembuka cukup memperlihatkan tensi tinggi antara Brasil menghadapi Kroasia. Jika melihat skor akhir pertandingan, Brasil terlihat begitu digdaya dihadapan Kroasia. Terlebih lagi satu gol yang didapatkan Kroasia merupakan blunder yang dilakukan pemain belakang Brasil yang membela Real Madrid yaitu Marcelo. Namun, kedigdayaan tersebut tidak sepenuhnya benar, mengapa? perjuangan Brasil begitu kesulitan dalam memecah kebuntuan sangat terlihat selama 90 menit. Keyakinan publik Brasil akan kekuatan timnasnya baru terlihat nyata saat terciptanya gol terakhir oleh Oscar.

Begitu menariknya pertandingan ini, bukan hanya sekedar kemenangan yang didapatkan oleh tuan rumah dengan skor 3-1 atas Kroasia. Beberapa fakta menarik juga tersaji disini, pertsndingan pertama oleh Brasil, first own goal juga oleh Brasil, kartu kuning pertama untuk Brasil (Neymar) dan penalty pertama juga dihadiahkan wasit untuk Brasil. Berbicara mengenai penalty, cukup kontroversial di laga ini. terlihat jelas tidak terlihat kontak fisik antara Fred dan Lovren, seperti kita tahu keputusan wasit tidak dapat diganggu gugat. Neymar yang menjadi algojo, sukses menunaikan tugasnya sekaligus membawa Brasil unggul 2-1 atas Kroasia.

Nampaknya Neymar menemukan kembali kekuatan magisnya mengolah si kulit bundar saat menggunakan jersey Brasil. Terbukti dengan dinobatkannya pemain Barcelona ini sebagai man of the match atas dua golnya untuk Brasil. Penilaian subjektif atas dasar saya fans Chelsea, Oscar juga patut mendapatkan gelar man of the match tersebut. Terciptanya gol pertama oleh Neymar tak lepas dari kontribusi seorang Oscar Emboaba, yang memberikan umpan begitu manis. Gol penutup laga yang disarangkan Oscar juga menjadi gol indah pada laga pembuka PD 2014, serta Oscar bermain hingga peluit akhir dibunyikan.

Kemenangan Brasil ini bukanlah tanpa perlawanan, berkali-kali Kroasia memberikan ancaman melalui mantan pemain Tottenham Hotspurs, Luca Modric. Sayangnya serangan tersebut terbentur oleh penjagaan ketat seorang David Luiz, dan mantan pemain AC. Milan yaitu Thiago Silva. Tidak hanya itu, kematangan seorang Julio Cesar dibawah mistar Brasil cukup membuat mental pemain lawan down. Kroasiapun harus menerima kenyataan dengan menelan kekalahan pertama di PD 2014 atas Brasil dengan skor mencolok 3-1. (Brasil: Neymar 29', 71'p; Oscar 90+1' - Kroasia: Marcelo 11'og)

Bukan hanya pertandingan pembuka yang cukup menarik perhatian masyarakat dunia, namun opening ceremony dengan dinyanyikannya lagu soundtrack oleh Pitbull ft. Jennifer Lopez and Claudia Leitte juga menyita banyak perhatian. Terlebih penampilan penyanyi latin terfavorit tahun 2011 versi American Music Awards, Jennifer Lopez begitu memukau mengenakan leotard bewarna hijau. Padahal sebelum opening ceremony, masyarakat dunia hampir dibuat kecewa karena dikabarkan J-Lo sapaan akrab Jennifer Lopez dipastikan tidak bisa tampil akibat terlalu padatnya jadwal sang artis.

Pict 2: Jennifer Lopez at Opening Ceremony World Cup 2014
Sekarang saatnya untuk menyusuri tepi lapangan sepakbola. Bintang Brasil yang namanya dicoret oleh Luiz Felipe Scolari, Ricardo Kaka tampak berada di bangku penonton bersama supporter Brasil lainnya. Kehadirannya disana semata-mata untuk mendukung timnas Brasil, dan terlihat Kaka coba mengabadikan gol Neymar dengan ponselnya. Pemandangan yang cukup membuat hati ini bahagia dan bersedih. Bahagia karena bisa melihat Kaka tersenyum mendapati timnas Brasil memenangkan laga, bersedih karena pemain bintang dan memiliki segudang pengalaman hanya bisa menikmati pertandingan sebagai seorang supporter. Mungkin benar jika ada sebuah kalimat berbunyi "Brasil tanpa Kaka dan Ronaldinho bagaikan tubuh tanpa nyawa"

Pict 3: Kaka, Cafu menjadi supporter Brasil
Pertandingan dihari kedua akan mempertemukan Meksiko vs Kamerun (13 Juni 2014 - 23.00), Spanyol vs Belanda (14 Juni 2014 - 03.00), Chili vs Australia (14 Juni 2014 - 05.00). Siapakah yang nantinya berhasil melakukan tugas di laga pertama seperti Brasil...? Patut dinantikan :))

~END~

Kamis, 12 Juni 2014

World Cup 2014, It's Show Time

WORLD CUP, yap siapa yang tidak menantikan pertandingan sepakbola terbesar sejagat yang hanya berlangsung selama 4 tahun. World Cup atau dalam bahasa saya adalah Piala Dunia tahun 2014 ini berlangsung di Brasil. Negara yang terkenal akan kopinya ini juga memiliki "kekayaan bakat dibidang sepakbola". Sebut saja yang paling terkenal yaitu Pele, legenda hidup sepakbola yang bernama Edison Arantes do Nascimento. Bukan hanya terkenal akan bakat alaminya sebagai pesepakbola hebat di massanya, namun Pele masih memegang rekor sebagai pemain termuda yang pernah berlaga di Piala Dunia pada tahun 1958. Kala itu Pele masih berumur 17 tahun (lebihnya gak usah di share yah). Mendapatkan gelar sebagai pemain termuda kala itu, bukan berarti bisa diremehkan begitu saja, karena Pele berhasil merengkuh trophy Piala Dunia dan menjadi top skor kedua dalam turnamen tersebut.

Pict 1: Pele dengan trophy Piala Dunia
Masih seputar tuan rumah dalam gelaran pesta sepakbola terbesar, Brasil. Ada sekitar 12 stadion telah dipersiapkan untuk semua pertandingan. Malam ini, di Indonesia pagi atau dini hari (13 Juni 2014) resmi dibuka gelaran akbar tersebut. Pertandingan pertama tentu saja sang tuan rumah Brasil, akan menghadapi musuh yang tidak dapat diremehkan begitu saja yaitu Kroasia. Ehem untuk pemanasan saya akan kasih prediksi skornya yaitu 2-1 untuk kemenangan Brasil. Pencetak golnya, sebagai fans Chelsea coba saya kasih Neymar (ini sumpah gak nyambung) dan Oscar (nah ini baru pemainnya Chelsea). Kenapa Neymar? Dia seolah memiliki kekuatan magis ketika mengenakan jersey timnas Brasil. Meskipun kita tau betapa kampretnya ini orang saat bermain untuk Barcelona (stop talking about Barca Phoo).

Pict 2: Stadion penyelenggaraan Piala Dunia 2014
Hingar bingar Piala Dunia sudah terdengar di segala penjuru dunia, terbukti kurang dari satu tahun penyelenggaraannya banyak pihak yang memperbincangkan. Maklumlah ini adalah momen langka yang hanya terjadi dalam 4 tahun sekali. Selain itu banyak pula kejutan yang tersaji disini. Seperti pemain berlabel bintang yang disayangkan tidak bisa turut serta dalam turnamen yang telah dimenangi Brasil 5x ini. Bukan hanya masalah cedera, namun karena negaranya tidak dapat lolos dari lubang play-off kualifikasi PD 2014. Swedia, misalnya yang notabene memiliki bintang besar Zlatan Ibrahimovic harus mengubur mimpinya setelah dihancurkan Portugal. Begitu juga dengan yang dialami Ukraina saat berhasil dihancurkan harapannya oleh Prancis. Bintang besar lainnya yang negaranya tidak lolos adalah Petr Cech, oooh c'mon kiper terbaik Chelsea ini harus melewatkan turnamen 4 tahunan diusianya yang sudah tidak muda lagi, entahlah dalam PD selanjutnya dia masih bisa berlaga atau tidak. Aaron Ramsey, Gareth Bale pemain yang sukses memberikan kontribusi dengan memberikan trophy kepada klubnya masing-masing ini juga harus absen, akibat Wales tidak lolos play-off (seandainya kalian naturalisasi jadi WNI - Warga Negara Inggris)

Kejutan selanjutnya adalah pemain baru yang namanya mungkin belum terlalu banyak didengar akan ikut ambil bagian dalam PD 2014, ini juga merupakan debut mereka di Piala Dunia. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Thibaut Courtois, penjaga gawang Chelsea yang berhasil membawa klub yang memijnam jasanya Atletico Madrid menjuarai La Liga akan mengawal pertahanan terakhir dari Belgia. Berbicara soal Belgia, tim ini berisikan pemain muda yang digadang - gadang merupakan generasi emas, dan dapat menjadi kuda hitam bagi tim-tim besar. Namun, kemampuan Belgia nampaknya harus dibuktikan ketika mereka harus menghadapi Rusia dan juga Korea Selatan (juara 4 PD 2002).

Pict 3: Drawing grup Piala Dunia
Jika berbicara pemain cedera yang tidak dipanggil timnas, nampaknya sangatlah wajar, namun jika pemain bintang? Samir Nasri harus gigit jari setelah Didier Descamps mencampakkannya dari timnas Prancis. Cukup masuk akal alasan yang disampaikan oleh pelatih yang pernah menangani Juventus ini, kehadiran Nasri di timnas dapat menghancurkan keharmonisan tim akibat keegoisannya. Ada juga Fernando Llorente, penyerang Juventus ini nampaknya harus mengubur dalam-dalam impiannya akibat pelatih Spanyol, Vicente Del Bosque masih mempercayakan barisan penyerangan kepada Fernando Torres. Carlos Teves pun memiliki nasib sama dengan rekan setimnya Llorente yang harus meikmati PD 2014 pada layar kaca.

Semakin mendekati waktu pembukaan PD 2014 pas lagi nulis ini, dikejar waktu juga buat nulisin jagoan-jagoan di PD kali ini. Semenjak menikmati sepakbola pada tahun 2000an, dan menikmati namanya deg-degan pas tim jagoan main adalah tahun 2002. Sampai sekarang jagoan timnas gak pernah berubah yaitu Italia, Jerman dan Inggris. Biarlah orang bilang borongan, c'mon man ini event besar kalo jagoin cuma satu ketika tim jagoanmu gugur, apa yang terjadi? malas untuk nonton pertandingan lainnya, apalagi ini event cuma 4 tahun sekali.

Berbicara soal Italia, sebagai wanita normal Italia sangatlah menarik, sepakbolanya mungkin sedikit membosankan tapi para pelakunya ini yang bisa bikin mata segar disepanjang pertandingan. Pengaruh dari kakak juga sih suka sama negara ini. Kemudian Jerman, ini tim yang bikin deg-deg an pas final 2002 lawan Brasil, percaya atau enggak itu pas saya kelas 5 SD, Jerman kalah dan nafsu makan saya ilang seharian hahaha :D terdengar geli sih memang, tapi begitulah jika tim jagoanmu kalah. Kalo Inggris, disebabkan dari bahasa asing yang dipelajari kala SD adalah bahasa Inggris, dan ngertinya negara cuma itu-itu aja. Jangan pernah menyangka kalo suka Inggris karena ada David Beckham, saya tipe orang yang gak suka sama seseorang yang sudah terlalu banyak idolanya, tapi bukan berarti saya hater-nya Beckham lho.

Pada gelaran kali ini, 2 tim jagoan saya akan bertemu di laga awal mereka, Inggris vs Italia. Sedikit sulit untuk menjagokan siapa yang akan tersenyum diakhir pertandingan. Dalam hati masih menjagokan Italia yang akan meraih kemenangan disini, namun disisi lain adalah faktor Lampard. Ada apa dengan Lampard? (Selengkapnya-nantikan postingan blog selanjutnya). Sedikit saja menyinggung Lampardnya, kemungkinan besar ini adalah laga terakhirnya di PD 2014, dan berharap Lampard bisa berbuat lebih untuk memberikan yang terbaik bagi negaranya setalah menelan pil pahit sebelum gelaran PD 2014 karena "terbuang" dari Chelsea (nangis untuk kesekian kalinya). Nampaknya terlalu dini berbicara soal Inggris vs Italia, kita nantikan dulu pertandingan pertama oleh tuan rumah dan selamat menikmati Piala Dunia 2014.


~END~



Sabtu, 31 Mei 2014

English Premier League Invasion?

UK, United Kingdom atau orang awam sering bilangnya yang gampang Inggris *padahal UK itu gak cuma Inggris*. Udah gak heran sih ya kalo banyak banget orang Indonesia yang punya mimpi injakin jempolnya ke tanah kelahiran Sir Isaac Newton ini. Dari yang emang kalangan berduit, sengaja setor muka ke Inggris cuma pengen nyebar duit di setiap tempat bersejarah atau tempat wisata disana. Kalangan yang otaknya cerdas, gak usah jauh-jauh dah Gita Gutawa, Maudy Ayunda *semoga tulisannya bener* sama Vidi Aldiano yang kunjungannya kesana buat nuntut ilmu, yah apalah itu mungkin juga ada alasan lain dibalik semua itu hahaha. Kalangan pekerja, biasa jasa asuransi yang kalo dalam satu tahun memenuhin target, dapet wisata gratis misalnya ke Inggris. Satu lagi ini mungkin kalangan paling mengenaskan diseluruh permukaan bumi, "kalangan pencari gretongan alias gratisan" SAYA contohnya :| mencoba sekuat tenaga buat bisa menangin kuis, diberangkatin GRATIS ke INGGRIS.

British Invasion, fenomena maraknya ini mungkin yah. Berawal dari grup band kenamaan asal Liverpool The Beatles. Namanya juga band, fanspun bertebaran dimana-mana. Dari ketertarikan terhadap suatu band, merambah juga ketertarikan kepada tempat asal band tersebut. Bukan hanya para pendahulu yang tergila-gila dengan Inggris, namun anak muda jaman sekarang juga terkena imbasnya akibat perfilm-an Inggris mengguncang dunia. Salah satu contoh nyata adalah HARRY POTTER.

Kembali ke masa kecil, semenjak penayangan perdana film ini berjudul Harry Potter and the Sorcerer's / Philosopher's Stone pada tahun 2001 silam (saya masih kelas 5 SD), blaaaaarrr meluber para fansnya di seantero Indonesia. Selain karena aktor utama si Daniel Radcliffe yang wajahnya cukup menjual, fantasi dalam film ini juga membangunkan alam mimpi pada penikmatnya. Gaya berbicara orang Inggris yang memiliki ciri khas ini juga menjadi daya tarik tersendiri, terbukti banyak sekali remaja kala itu yang sekarang beranjak dewasa sering mengucapakan "Wingardium Leviosa not Leviosar" menirukan gaya Hermione Granger. (kemudian hening - nonton Harry Potter)

Pict 1: Harry Potter and The Philosopher's Stone
Masih seputar film dan masih banyak diperbincangkan lebih tepatnya TV series sih yah, Sherlock Holmes versi Benedict Cumberbatch aaaaaak, pasti cewek-cewek langsung pada histeris. Yap penghuni 221B Baker Street ini juga cukup memberikan dampak pada sebagian orang untuk mencintai Inggris, selain style khas coat yang dikenakannya Sherlock juga piawai dalam mengungkap masalah yang kadang sulit buat dinalar manusia biasa, kecerdasannya ini lho yang menjadi daya pikat.

Pict 2: Sherlock Holmes and James Watson
Terbukti dengan dibangunnya museum Sherlock di London untuk memberikan kepuasan para fans supaya lebih dekat sekaligus merasakan tinggal di flat milik Ny. Hudson ini, aaaaah makin pengen kesana yah.

Pict 3: Sherlock Holmes Museum
Setelah ngomongin film dan musik jaman nenek moyang kita, yang sampe sekarangpun masih tetep enak buat dinikmati yaitu musik The Beatles, kini giliran musik masa kini. Boyband yang mengguncang dunia, yap ONE DIRECTION jebolan ajang pencarian bakat ini berhasil meng-influence directioner (julukan fans One Direction) untuk mengikuti trend fashion mereka. Udah pada liat juga kan beberapa video klipnya, yang paling keliatan One Thing, dimana mereka memperlihatkan landmark negeri Ratu Elisabeth tersebut. Gak cuma itu, mereka juga terlihat bernyanyi dikelilingi para fans yang mayoritas kaum hawa (menitikkan air mata - makin gede kepingin injakin kaki di Inggris)

Pict 4: One Direction
Untuk yang kurang suka musik, atau tidak begitu berminat dengan film, pastinya memiliki alasan tersendiri ingin ke Inggris. Alasan paling universal dan sering banget di denger adalah urusan SEPAKBOLA. Kasta tertinggi sepakbola Inggris disebut dengan English Premier League atau Barclays Premier League. Beberapa tim di kasta tertinggi ini yang paling bejibun fansnya di Indonesia adalah Manchester United, Liverpool, Arsenal, Chelsea, dan Manchester City yang lainnya mungkin ada cuma saya belum denger banyak ya.

Fans sepakbola sekarang juga sudah banyak dari kalangan kaum hawa, entah itu mereka ngerti bener soal sepakbola atau cuma karena terhipnotis ketampanan para pemain EPL asli Inggris macem David Beckham (ex: Manchester United), Steven Gerrard (Liverpool), Joe Hart (Manchester City) atau Frank James Lampard Junior (vice captain of Chelsea FC), ehem nama idola harus lengkap beserta jabatannya.

Pict 5: (dari kiri) David Beckham, Steven Gerrard, Joe Hart and Frank Lampard
Atau bisa juga karena pemain dari luar Inggris, yang paling fenomenal adalah Christiano Ronaldo (ex: Manchester United), Cesc Fabregas (ex: Arsenal) ngomongin ex melulu, oke Fernando Torres (Chelsea), Jesus Navas (Manchester City) dan masih banyak lagi pria-pria tampan yang berkeliaran di lapangan hijau Inggris ini.

Pict 6: (dari kiri) Christiano Ronaldo, Cesc Fabregas, Fernando Torres and Jesus Navas
Dengan dinobatkannya EPL sebagai salah satu liga terbaik di dunia, membuat semakin bergairahnya para fans untuk mendatangi langsung stadion kebanggan tim favoritnya tersebut. Terkadang mereka datang bukan hanya untuk melihat dan mengunjungi stadion tim favoritnya saja, sembari memanfaatkan keberadaan di Inggris, mereka rela menyambangi stadion milik rival tim kesayangannya.

Pernah sih coba kepo-in dan stalk twitter temen sebut saja namanya Bokir (ketauan stalker saya :D) dia ini trueblue (fans of Chelsea FC), selain mendatangi Stamford Bridge yang jelas menjadi markas dari tim favoritnya ini dia juga pernah selfie di depan Old Trafford sembari mention ke temennya yang merupakan fans MU. Tak berhenti cuma di markas MU lho, si Bokir ini juga pernah pamerin fotonya didepan Emirates Stadium ke temennya yang merupakan fans Arsenal.

Rentetan alasan keinginan saya pergi ke Inggris sudah ditulis, tapi yang paling besar adalah jalan-jalan ke ibukota Inggris yaitu London. Kenapa? karena saya merupakan fans dari tim London pertama yang berhasil meraih trophy Champions League yaitu Chelsea FC. Bicara mengenai sejarah saya nge-fans sama Chelsea ini adalah datangnya pelatih asal Portugal, Jose Mourinho ditahun 2004 yang berhasil memberikan kejayaan Chelsea dengan meraih gelar EPL pertama kali. Diikuti dengan para pemainnya yang sekarang menjadi top skor sepanjang masa Chelsea, yaitu Frank Lampard. Keinginan terbesar dari fans suatu klub sepakbola adalah datang langsung ke stadion kebanggaan mereka, yaitu Stamford Bridge, menelusuri segala tempat dan ruangan di stadion berkapasitas sekitar 41.837 kursi penonton serta bisa meet and greet sama semua pemain Chelsea. Kedatangan tersebut tentunya bukan hanya sekedar jalan-jalan, namun kalo bisa yah nonton langsung pertandingan Chelsea lah, syukur-syukur bisa nonton BIG MATCHnya, seruuuuuu!

Pict 7: Stamford Bridge

Pict 8: Tribun Stamford Bridge
Nah itu penampakan dari Stamford Bridge, pengen rasanya bisa selfie sukaesih-an (read: foto selfie) di depannya, terus nonton di tribun pas disamping bench Chelsea. Kenapa harus di samping bench Chelsea, karena saya perlu memberikan semangat berlebih kepada para pemain, dan kalo ada yang cedera saya siap kasih napas buatannya (penulisan ini antara mimpi dan lagi mabok). Kelar urusan di Stamford Bridge mah saya pengennya nyamperin Oom Benedict Cumberbatch atau si Sherlock Holmes ke Museum 221B Baker Street, tapi sebelumnya mau mampir dulu ke rumah mertua (read: Bapaknya Lampard) :p

Pict 9: Lampard Sr's House
Sembari menunggu mimpi dateng ke Stamford Bridge, sekaligus jalan-jalan menyusuri kota London dan kota-kota terbaik di Inggris lainnya, alangkah baiknya kalo sambil nikmatin Mister Potato Veetos. Selain rasanya enak dan crunchy di mulut, cemilan juga bisa memberikan inspirasi tersendiri dikala mood nulis lagi surut.

Pict 10 : Veetos (perubah mood dikala surut)

~END~