Sabtu, 18 Juni 2016

Eder Pastikan Tiket 16 Besar

Perancis – Euro 2016 benar-benar menjadi ajang pembuktian bagi Antonio Conte dan pasukan Azzurri kepada penikmat sepakbola seluruh dunia. Satu gol Eder ke gawang Swedia memastikan tiket 16 besar untuk Italia menyusul Perancis dengan 6 poin dari dua kali pertandingan.

Trio BBC (Barzagli, Bonucci, Chiellini) masih menjadi andalan Conte di daerah pertahanan Italia, guna meredam agresifitas Ibrahimovic. Sungguh jitu strategi yang diterapkan oleh pelatih anyar Chelsea ini, beberapa serangan Swedia hanya berakhir di kaki 3 punggawa Juventus tersebut.

Di babak pertama tak banyak peluang yang diciptakan oleh kedua tim, mereka bermain sangat hati-hati mengingat kemenangan dalam laga ini sangatlah penting bagi keduanya. Kemenangan Italia akan membawa ke fase 16 besar, sedangkan kemenangan Swedia akan memberikan napas lebih panang untuk keikutsertaannya dalam Euro 2016.

Mandulnya penyerang Italia membuat Conte harus mengganti pahlawan kemenangan Belgia, Pelle dengan Zaza demi menambah daya gempur Italia. Berbeda anak asuh Erik Hamren yang masih menunggu sentuhan magis dari Ibra yang tak kunjung datang.

Kesempatan emas didapat Italia melaui sundulan Parolo, sayang bola yang sudah salah diantisipasi Isaksson masih membentur mistar gawang. Italia mulai menerapkan umpan pendek akurat demi mengantisipasi postur pemain Swedia yang jauh lebih tinggi dari punggawa Azzuri untuk memotong umpan panjang.

Hasilnya terlihat dimenit 88, bermula dari Chiellini yag mengambil bola out dan memberikan umpan pada Zaza. Sayang Zaza melakukan tandukan kurang tepat, namun bola jatuh di kaki Eder dengan sedikit gerakan dan berhasil mengecoh 3 pemain Swedia, Eder menyarangkan bola ke pojok kiri bawah gawang Isaksson.

Gol cantik Eder ini membawa Italia unggul 1-0 atas Swedia. Posisi tertinggal, Swedia semakin gencar melakukan serangan namun Italia bermain cukup tenang dalam menghadapi serangan. Buffon yang coba mengulur waktu mendapatkan peringatan berupa kartu kuning dari Viktor Kassai pada tambahan waktu.

Hampir saja Ibra menyamakan kedudukan di menit 95 dan protes pemain Swedia meminta penalty akibat benturan dengan Bonucci, namun tak dihiraukan oleh wasit. Saatnya peluit akhir dibunyikan dan Italia berpesta karena telah berhasil mencatatkan namanya di fase 16 besar Euro 2016 Perancis.

~END~

Kamis, 16 Juni 2016

Hasil Sepadan Duel Panas

Perancis – Dua tim yang menjadi unggulan grup C bertemu di pertandingan kedua babak penyisihan grup Euro 2016. Hasil sepadan mereka dapatkan 0-0, dengan ini posisi keduanya tak tergoyahkan di peringkat 1 dan 2 klasemen grup C.

Stade de France sebagai saksi duel panas yang terjadi antara Jerman dan Polandia, pasalnya kedua tim ini telah mengetahui karakter permainan lawan. Mengingat banyaknya punggawa Polandia yang bermain di tim Bundesliga, salah satu nama yang menjadi sorotan adalah Robert Lewandowski yang menjadi tumpuan Bayern Munich.

Keuntungan yang didapat Lewandowski adalah dia tahu betul karakter permainan rekan setimnya seperti Muller, Goetze dan mantan rekannya seperti Mats Hummels yang kini menjadi lawannya di Euro. Begitu juga sebaliknya Joachim Loew yang seringkali melihat pertandingan Bundesliga paham betul mengenai permainan punggawa Polandia.

Pasukan Adam Nawalka sempat kesulitan menguasai pertandingan karena hamper 65% bola menjadi milik Jerman. Meskipun begitu serangan Jerman berhasil mereka dimentahkan oleh barisan tangguh pertahanan Polandia.

Seperti biasa Loew coba meningkatkan serangan dengan memasukkan nama Schurrle sebagai pengganti yang biasanya ampuh untuk mencetak gol. Sayangnya pergantian tersebut tidaklah berarti.

Hingga Bjorn Kuipers meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, kedua tim ini tak dapat menciptakan gol. Hasil ini membuat jerman maupun Polandia harus bekerja ekstra di pertandingan akhir babak penyisihan grup demi mengamankan tiket ke babak 16 besar.

~END~

Pertandingan selanjutnya
17/6/2016 8.00pm : Italia vs Swedia (Grup E)
17/6/2016 11.00pm : Ceko vs Kroasia (Grup D)
18/6/2016 2.00am : Spanyol vs Turki (Grup D)

Irlandia Utara Kubur Impian Ukrania


Perancis – Ukraina harus mengemasi koper lebih awal pada gelaran Euro kali ini, pasalnya mereka telah dua kali menelan kekalahan dengan skor sama 2-0, kali ini dari Irlandia Utara. McAuley dan McGinn, pencetak gol Irlandia yang menyebabkan Ukraina semakin terbenam di dasar klasemen grup B.

Jika berharap pada pertandingan terakhir babak penyisihan grup, tentunya posisi Ukrainan semakin kesulitan karena lawannya Polandia. Tentunya Polandia telah memasang target menang mengingat pertandingannya dengan Jerman mereka hanya mampu berbagi angka saja. Hal tersebut tak jauh beda dengan Jerman, namun posisi Irlandia Utara masih sedikit diuntungkan karena mereka hanya selisih satu poin dari peringkat 1 dan 2 klasemen.

Ukraina bukanlah tanpa perjuangan menyelesaikan laga ini, pasukan Mykhaylo Fomenko berhasil menahan gempuran Irlandia Utara di babak pertama. Membuat keduanya harus puas bermain imbang di paruh pertama laga.

4 menit babak kedua berjalan Ukraina dikejutkan oleh gol tandukan McAuley yang merubah kedudukan menjadi 1-0 bagi keunggulan Irlandia Utara. Ukraina masih memegang penguasaan bola namun mereka sangat buruk dalam penyelesaian akhir yang menyebabkan gagalnya Pyatov dkk menyamakan skor.

Pertandingan yang sempat dihentikan akibat adanya bongkahan es dtengah lapangan ini mendapat perpanjangan waktu selama 7 menit, ini dimanfaatkan betul oleh Iralndia Utara untuk menambah gol. Kurang satu menit pertandingan berakhir, McGinn yang masuk menggantikan Ward berhasil menyambar bola muntah ke gawang Pyatov. Skor 2-0 menutup laga yang digelar di Stade de Lumieres – Stade e Lyon malam tadi.

~END~

Sturridge Bawa Inggris Puncaki Klasemen

Perancis – Dua pemain pengganti Inggris berhasil membawa kemenangan atas Wales 2-0. Hasil ini merupakan penebusan kegagalan mereka di laga awal yang hanya bisa bermain imbang, sekaligus mengantar Inggris sebagai pemuncak klasemen sementara grup B.

Hawa panas menyelimuti pertandingan antara wakil Britania Raya, Inggris melawan Wales. Sebelum pertandingan belangsung kedua kubu saling melemparkan psywar untuk menjatuhkan mental lawannya. Beberapa pemain Wales memandang sebelah mata komposisi pemain Inggris yang dianggap tidak layak.

Selain itu kedua tim juga mengerti karakter masing-masing permainan, mengingat banyaknya punggawa Wales yang merumput di Inggris. Seperti nama Bale yang dulu pernah menjadi andalan Spurs, ada juga Ramsey yang menjadi tumpuan Arsenal bersama beberapa nama pemain Inggris lain sepert Wilshere, Walcott, dsb.

Stade Bollaert-Delelis menjadi tempat tersajinya laga ini, dimana Wales berhasil memimpin terlebih dahulu melaui gol Gareth Bale di menit 42 yang bertahan hingga babak turun minum. Roy Hodgson yang tak ingin segera berkemas kembali ke Inggris melakukan perubahan pada komposisi pemainnya.

Demi meningkatkan daya serang Hodgson memasukkan Vardy di awal babak kedua menggantikan Kane. Hasilnya di menit ke 58 Vardy menyamakan skor dengan memanfaatkan kemelut didepan gawang Hennessey. Beberapa pemain Wales sempat melayangkan protes keras dengan disahkannya gol Vardy yang dianggap offside, namun keputusan wasit tetap tidak berubah.

Sejak terjadinya gol tersebut, permainan Inggris semakin meningkat dan terus menekan pertahanan Wales. Kerja keras Inggris membuahkan hasil di babak tambahan waktu, Sturridge yang masuk menggantikan Sterling berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-1. Kemenangan Inggris ini menjadikan persaingan grup B semakin seru untuk memperebutkan tiket babak 16 besar.

~END~

Rabu, 15 Juni 2016

Payet Pastikan Tiket Perempat Final



Perancis – Pasukan Didier Deschamps akhirnya bisa bernafas lega setelah memastikan diri lolos ke babak 16 besar setelah menang 2-0 atas Albania. Payet kembali menjadi tokoh sentral atas kemenangan Perancis di Stade Velodrome setelah mengubah skor dengan mencetak gol di babak tambahan.

Kemengaan yang didapat Perancis ini bukannya tanpa cela, dihuni skuat yang mumpuni dan beberapa nama pemain mudanya merupakan incaran klub papan atas namun belum bisa memberi kontribusi bagi tim ayam jago ini. Beberapa pemain yang dijagokan akan tampil moncer malah melempem, seperti nama Pogba dimainkan menjadi starting eleven namun harus ditarik keluara pada menit kedua karena kurangnya efektifitas permainan.

Satu nama yang masih menjadi tumpuan yaitu Payet, namun tak selamanya Payet akan tampil mengesankan sepanjang pagelaran Euro dan inilah yang menjadi masalah bagi Perancis.  Beberapa kali Payet membuka ruang bagi rekannya namun belum bisa dimanfaatkan dengan baik salah satunya oleh Giroud. Striker Arsenal ini beberapa kali terlihat membuang peluang yang didapatkannya.

Perancis juga kesulitan untuk membobol gawang Berisha di babak pertama dan membuat pertandingan harus berakhir 0-0 di babak pertama. Tak jauh berbeda dengan jalannya pertandingan di babak kedua. Meskipun menguasai jalannya pertandingan, namun Perancis belum juga bisa memecah kebuntuan.

Memasuki menit akhir Griezmann mampu merubah kedudukan sesaat setelah memanfaatkan umpan lambung yang dikirimkan Rami padanya. Dengan tambahan waktu hingga 7 menit, Perancis berhasil menambah keunggulan. Payet kembali mencetak gol sekilas mirip gol yang dilesatkannya ke gawang Rumania.

Hasil 2-0 menutup laga ini, serta mengirimkan nama Perancis sebagai tim pertama yang menginjakkan kakinya di 16 besar. Tersisa satu laga melawan Swiss yang dapat dijadikan Deschamps sebagai ajang melatih kemampuan anak asuhnya agar tidak bergantung pada Payet sebelum benar-benar menghadapi laga hidup mati setelahnya.

~END~

Pertandingan selanjutnya
16/6/2016 8.00pm : Inggris vs Wales (Grup B)
16/6/2016 11.00pm : Ukraina vs Irlandia Utara (Grup C)
17/6/2016 2.00am : Jerman vs Polandia (Grup C)

Gagal Menang Swiss Tetap Nomor Dua



Perancis – Memasang target menang agar menjadi tim pertama yang memastikan langkah ke babak 16 besar, Swiss malah ditahan imbang Rumania. Skor 1-1 mewarnai laga yang dipimpin oleh Sergei Karasev, beruntung Mehmedi berhasil menyamakan skor Rumania berkat penalti Stancu di menit 18.

Parc de Princes menjadi saksi pertandingan seru untuk mengamankan posisi agar tidak terdepak dari persaingan Euro. Swiss mengear kemenangan kedua, sedangkan Rumania ingin memperpanjang napasnya dalam gelaran ini. Keduanya mempersembahkan sajian yang sarat gengsi dan menegangkan.

Secara statistic Swiss lebih unggul atas Rumania, namun Rumania berhasil mencuri keunggulan terlebih dahulu melalui penalti Stancu di menit 18. Berawal dari duel sengit antara Lichtsteiner dengan Chipciu di dalam kotak penalti kemudian wasit melihat adanya pelanggaran dan memberikan penalti pada Rumania.

Tak ingin membuang kesempatan, Satncu yang ditunjuk sebagai algojo langsung mengambil ancang dan berhasil mengecoh sommer yang salah mengantisipasi arah bola. Skor 1-0 untuk keunggulan Rumania bertahan hingga babak pertama usai.

Swiss tampil ngotot memasuki paruh kedua laga, tak butuh waktu lama bagi Swiss menyamakan skornya dengan Rumania. Kali ini mehmedi yang mencatatkan namanya di papan skor, berkat kerjasamanya dengan Djorou. Skor 1-1 ini bertahan hingga pertandingan usai, dari hasil ini kedua tim masih memiliki kesempatan untuk menemani Perancis melaju ke babak 16 besar.

Mereka harus tampil ngotot di pertandingan akhir nanti, yang akan mempertemukan Swiss dengan tuan rumah Perancis dan Rumania bertemu si juru kunci grup A, Albania.

~END~

Kejutan Hamsik Bagi Rusia



Perancis – Kalah dilaga awal oleh Wales tak membuat Slovakia patah semangat mengejar tiket 16 besar, Rusia menjadi korban keganasan Slovakia di Stade Pierre Mauroy. Marek Hamsik berhasil mencatatkan namnya di papan skor sekaligus menjadi kreator gol rekannya dan berhasil meraih predikat man of the match dalam laga tersebut.
 
Tak ingin kecolongan tampil menekan sejak awal adalah strategi yang diterapkan oleh Slovakia. Hamsik  telah menunjukkan taringnya saat di menit ke sepuluh melakukan gebrakan ke barisan pertahanan Rusia. Sayang bola masih tipis disisi gawang Akinfeev.

Jual beli serangan diperagakan oleh kedua tim yang berusaha meraih kemenangan pertamanya, Slovakia mencari celah dalam kelengahan pertahanan Rusia. Hamsik yang tampak sekali bermain ngotot melepaskan umpannya pada Weiss, dengan sedikit sentuhan Weiss berhasil mengecoh kipper Rusia dan melesatkan gol pembuka.

Setelah memberikan assist pada rekannya, kini giliran Hamsik yang tak ingin kalah dalam mencatatkan namanya di papan skor. Kembali bekerjasama dengan Weiss dan dari sudut yang sama Hamsik melepaskan tembakan kerasnya, sempat membentur gawang namun bola jatuh di dalam gawang Akinfeev.

Slovakia semakin menjauh, Rusia kelimpungan hingga akhir babak pertama. Memasuki babak kedua Rusia mengambil alih serangan. Namun baru di menit-menit akhir Rusia berhasil mengejar ketertinggalannya melalui sundulan Glushakov.

Satu gol yang dicetak Rusia tak mengubah keadaan atas keunggulan Slovakia, hingga peluit akhir dibunyikan Damir Skomina Slovakia tetap memimpin 2-1. Hasil ini mengantarkan Slovakia ke posisi 2 klasemen sementara grup B sekaligus mengirim Rusia kedasar klasemen.

~END~