Perancis – Kekalahan pertama diderita Italia di
matchday terakhir fase penyisihan grup, Pemuncak klasemen tersebut harus takluk
dari Irlandia 1-0. Gol Brady di menit 85 memupus harapan Italia sempurnakan
poin sebelum menjalani laga berat di 16 besar melawan Spanyol.
Berbekal
kemenangan 2 kali melawan Belgia dan Swedia, membuat Italia otomatis lolos fase
berikutnya, saat melawan Irlandia Italia tanpa beban dan coba menurunkan pemain
cadangannya. Buffon yang selalu setia mengawal gawang Italia kini menikmati
pertandingan di bangku cadangan digantikan Sirigu, Chiellini juga
diistirahatkan dan Conte memberi kesempatan Ogbonna mengisi posisi kosong
tersebut.
Begitu juga
di barisan tengah, nama Candreva tak lagi muncul sebagai starting line up.
Praktis nama-nama seperti Immobile yang harus menggantikan tugas Candreva
sebagai pengatur serangan.
Dengan
diistirahatkannya beberapa pemain penting, membuat kekuatan Italia cukup
tereduksi. Bagian pertahanan tidak begitu terlihat, namun bagian tengah pasukan
Conte ini berkali-kali kecolongan bola.
Barisan
penyerangan juga tak menunjukkan pergerakan yang cukup efektif, hamper sepanang
babak pertama Italia tak memberi ancaman berarti pada gawang Irlandia. Babak
kedua Conte meningkatkan serangan dengan masuknya El Shaarawy menggantikan De
Sciglio yang kali ini posisinya ditarik lebih kedepan.
Dengan
mengurangi kekuatan di sector belakang menjadikan bluner untuk Italia yang
memang sejak awal terus mendapat tekanan dari Irlandia. Mereka dikejutkan oleh
gol Brady ke gawang Sirigu, sontak seluruh pendukung Irlandia bersorak
merayakan gol telat tersebut. Harapan Irlandia untuk menemani Italia dan Belgia
semakin terbuka jika keunggulan ini bertahan hingga laga usai.
Italia
rupanya tak mampu mengejar ketertinggalan dan harus berlapang dada menerima
kekalahannya. Karena mereka tak boleh larut dalam moemen ini mengingat Spanyol
telah menanti di 16 besar, tugas Conte semakin berat memberi bukti pada dunia
sepakbola
Perancis – Euro 2016 benar-benar menjadi ajang pembuktian bagi Antonio Conte dan pasukan Azzurri kepada penikmat sepakbola seluruh dunia. Satu gol Eder ke gawang Swedia memastikan tiket 16 besar untuk Italia menyusul Perancis dengan 6 poin dari dua kali pertandingan.
Trio BBC (Barzagli, Bonucci, Chiellini) masih menjadi andalan Conte di daerah pertahanan Italia, guna meredam agresifitas Ibrahimovic. Sungguh jitu strategi yang diterapkan oleh pelatih anyar Chelsea ini, beberapa serangan Swedia hanya berakhir di kaki 3 punggawa Juventus tersebut.
Di babak pertama tak banyak peluang yang diciptakan oleh kedua tim, mereka bermain sangat hati-hati mengingat kemenangan dalam laga ini sangatlah penting bagi keduanya. Kemenangan Italia akan membawa ke fase 16 besar, sedangkan kemenangan Swedia akan memberikan napas lebih panang untuk keikutsertaannya dalam Euro 2016.
Mandulnya penyerang Italia membuat Conte harus mengganti pahlawan kemenangan Belgia, Pelle dengan Zaza demi menambah daya gempur Italia. Berbeda anak asuh Erik Hamren yang masih menunggu sentuhan magis dari Ibra yang tak kunjung datang.
Kesempatan emas didapat Italia melaui sundulan Parolo, sayang bola yang sudah salah diantisipasi Isaksson masih membentur mistar gawang. Italia mulai menerapkan umpan pendek akurat demi mengantisipasi postur pemain Swedia yang jauh lebih tinggi dari punggawa Azzuri untuk memotong umpan panjang.
Hasilnya terlihat dimenit 88, bermula dari Chiellini yag mengambil bola out dan memberikan umpan pada Zaza. Sayang Zaza melakukan tandukan kurang tepat, namun bola jatuh di kaki Eder dengan sedikit gerakan dan berhasil mengecoh 3 pemain Swedia, Eder menyarangkan bola ke pojok kiri bawah gawang Isaksson.
Gol cantik Eder ini membawa Italia unggul 1-0 atas Swedia. Posisi tertinggal, Swedia semakin gencar melakukan serangan namun Italia bermain cukup tenang dalam menghadapi serangan. Buffon yang coba mengulur waktu mendapatkan peringatan berupa kartu kuning dari Viktor Kassai pada tambahan waktu.
Hampir saja Ibra menyamakan kedudukan di menit 95 dan protes pemain Swedia meminta penalty akibat benturan dengan Bonucci, namun tak dihiraukan oleh wasit. Saatnya peluit akhir dibunyikan dan Italia berpesta karena telah berhasil mencatatkan namanya di fase 16 besar Euro 2016 Perancis.
Perancis – Stade de Lumieres menjadi saksi tumbangnya generasi emas Belgia dihadapan pasukan Italia dengan skor 2-0. Giaccherini dan Pelle berhasil menaklukkan ketangguhan kipper muda Belgia, Thibaut Courtois dengan gol-gol cantiknya.
Antonio Conte berhasil menjawab keraguan banyak pihak yang mempertanyakan komposisi pemain di Euro 2016, pasalnya mantan pelatih Juventus ini menyertakan nama-nama asing dan tidak membawa beberapa nama sebagai langganan timnas. Namun kejeliannya membaca strategi lawan dengan menempatkan 4 mantan anak asuhnya di Juventus sebagai palang pintu akhir Italia, membuat Belgia frustasi karena gagal mencetak gol.
Buffon, Barzagli, Bonucci dan Chiellini menjadi barisan yang sangat sulit ditembus oleh barisan penyerangan Belgia. Dikomando oleh pemain tengah sekelas Eden Hazard, membuat Italia harus ekstra hati-hati agar tidak mengulangi kesalahannya, kalah 1-3 seperti November lalu.
Permainan Belgia cukup hati-hati, mengingat dalam laga ini mereka lebih diunggulkan daripada Italia karena komposisi pemain dan peringkat FIFA yang memiliki jarak cukup jauh yaitu 2 dan 12. Berbanding terbalik dengan Italia yang tampil tanpa tekanan, mereka hanya beberapa kali memanfaatkan kelengahan Belgia untuk melakukan serangan balik cepat.
Berawal dari rasa frustasi Lukaku di menit 29 dan kemudian melakukan pelanggaran pada Chiellini, membuat Mark Clattenburg memberikan hadiah tendangan bebas pada Italia. Eksekusi diambil langsung oleh Bonucci, tendangan bebas bek Juventus ini disambut oleh Giaccherini yang langsung menceploskan bola ke sudut kiri bawah gawang Courtois.
Italia akhirnya memimpin laga dengan skor 1-0 hingga akhir babak pertama. Tak ingin semakin tertinggal Belgia semakin gencar melakukan serangan terhadap Italia, sayangnya harus menemui jalan terjal saat striker Belgia berhadapan langsung dengan kipper gaek Italia, Buffon.
Italia sempat kelimpungan saat Pelle harus ditarik keluar sementara untuk mendapat perawatan pada tangannya yang cedera, namun setelahnya Italia kembali bisa mendominasi di babak kedua. Memasuki menit 70 Italia harus ekstra waspada jika tidak ingin berbagi angka, gempuran Belgia coba mereka patahkan meskipun menghasilkan kartu kuning bagi para pemainnya.
Asyik menyerang Belgia tidak mengantisipasi serangan balik yang dilakukan Italia, pergerakan Candreva ke sisi kiri gawang Courtois terkejar, namun dengan cerdiknya pemain Lazio ini mengirim umpan silang kepada Pelle yang tak terkawal. Umpan Candreva disambut dengan tendangan first time oleh pemain andalan Southampton dan menambah keunggulan bagi Italia 2-0.
Gol Pelle di babak tambahan waktu ini membuat seluruh pemain dan staff yang berada di bench bersorak menyambut kemenangan pertama mereka. Beberapa dari mereka berlari masuk lapangan merayakan selebrasi atas gol Pelle. Bersamaan dengan itu, Mark Clattenburg meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. Hasil ini membawa Italia memuncaki klasemen sementara dan membenamkan Belgia ke posisi juru kunci. Forza Azzurri Forza Italy.
~END~
Pertandingan selanjutnya
14/6/2016 11.00pm : Austri vs Hungaria (Grup F)
15/6/2016 2.00am : Portugal vs Islandia (Grup F)
Dikala sedih dan dalam tahap hati hancur berkeping-keping, rasa syukur terhadap Tuhan gak boleh lupa. Karena dibalik segala cobaan yang kita terima, banyak juga nikmat yang telah kita rasakan baik itu secara sadar maupun tidak. Aah Senin yang sangat random, sebenarnya ini tulisan menjurus tentang kegalauan hati seorang fans tapi sebagai awalan agar terlihat menarik ngomongnya sedikit wise lah ya. Kalau dilihat dari judul sudah terlihat sangat jelas apa yang membuat saya jadi kuurang semangat seharian ini, kecuali semangat untuk makan. Oooh kalo yang satu itu, dalam keadaan apapun selalu ada semangat tersendiri.
Yah Mattia Perin, si penjaga gawang nomor satu Genoa yang punya julukan Ed Warner inilah penyebabnya. Kala itu saya sering banget searching tentang talenta muda Italia ini. Mmh, alangkah baiknya saya ceritakan bagaimana saya bisa menemukan manusia berbulu yang ganteng ini. Jadi ceritanya saya sebagai fans Milan nonton apa yang dilakukan pemain diluar lapangan, tentunya yang bermanfaat dan menghasilkan uang sekaligus memanjakan mata para penikmat sepakbola. Kala itu sampai sekarang, Milan bekerjasama dengan sebuah rumah mode yang cukup terkenal di Italia sebagai penyedia baju resmi suit and tie mereka yaitu Dolce Gabbana. Karena Italia adalah gudang dari segala jenis manusia berwujud tampan, begitupun dengan pemain dari Milan oleh karena itu beberapa modelnya dari pemain itu sendiri tentunya yang sedang on fire. El Shaarawy, nah siapa fans Milan yang tidak kenal dengan talenta muda Italia keturunan Mesir ini? Selain permainan di lapangan yang cukup ciamik, wajahnya pun sangat komersil untuk dijadikan sebagai model D&G (Dolce Gabbana). Selain El Shaarawy masih ada satu nama lagi, yaitu Mattia De Sciglio bek tangguh asli dari akademi Milan ini juga turut ambil bagian dalam pemotretan iklan D&G. Sebagai pemanasan kalo mau liat gimana posenya El Shaarawy langsung aja cek video berikut:
Stephan El Shaarawy: 'Il Farone' as an Icon
Pada video yang salah satu talentanya Mattia De Sciglio, muncullah sosok yang sungguh menarik perhatian saya. Dengan tampilan yang sangat berbeda dengan ciri khas model D&G lainnya yang selalu tampil rapi, sosok ini memiliki rambut sedikit panjang dengan potongan shaggy. Rambutnya tidak hitam seperti kebanyakan pria Italia lainnya, malah terkesan sedikit coklat namun lebih dominan gelap. Karakter wajahnya sedikit lonjong, dan satu hal yang meyakinkan saya bahwa dia keturunan asli Italia adalah hidungnya yang begitu khas. Gayanya sedikit tengil dengan senyuman sembari mengangkat satu alisnya keatas, he is really nice. Dan saat membaca credit tittle, saya tau bahwa pemuda tersebut bernama Mattia Perin. Dari sinilah saya mulai kepo, segala hal mengenai kiper muda yang digadang-gadang akan menggantikan peran Gianluigi Buffon di bawah mistar timnas Italia.
Serie A's Young Talent become Fashion Icons in Dolce&Gabbana
Sebagai wanita, tentunya punya tingkat kepo yang sangat tinggi. Yah saya mencari dating history si Perin, dan tidak saya temukan sedikitpun indikasi dia menjalin hubungan dengan para wanita seksi seperti kebanyakan pemain sepakbola lainnya. Kemudian saya menemukan artikel yang membahas mengenai skandal di timnas Italia, bukan skandal besar seperti Calciopolli tapi skandal tentang pemainnya. Jadi kala itu jurnalis Italia atau sering disebut paparazzi mengatakan bahwa ada beberapa pemain Italia yang diduga memiliki kelainan orientasi seksual bahasa gaulnya gay dan si paparazzi ini menyebutkan seorang kiper meskipun tetap merahasiakan namanya. Yah karena gay di Italia merupakan hal yang tabu. Sayapun mengaitkan masalah ini dengan Perin, karena dia terlihat paling adem ayem madsalah wanita, dan yang membuat kecurigaan saya semakin kuat adalah akun instagramnya yang menggunakan nama unik @aittamnirep kala itu di gembok, privat gak sembarangan orang bisa akses. Dan beberapa saat kemudian si Perin mulai membuka akses dengan para penggemarnya, dan saya melihat postingannya yang lama, fotonya.dengan beberapa lelaki yang terlihat sedikit mencurigakan, gak sampe ciuman atau cuddle gitulah. Tapi ada beberapa postingannya yang sedikit membuat saya ragu kalo Perin gay, gambar wanita seksi yang yah bisalah untuk imajinasi liar para lelaki muda yang memiliki libido tinggi. Oooh stoooooop, kenapa saya jadi bahas libido sih, dasar random. Nah untuk visualisasi gimana sih bentukannya Perin, awas siapin tissue buat lap ingus sama air liur.
Pic 1: Mattia Perin
Oke saya mulai mengabaikan orientasi seksual Perin, selama ini saya cukup menikmati peran sebagai "fans" yang sedikit berlebihan hahaha. Kadang sayapun juga iseng kepo beberapa orang yang di tag oleh Perin di foto yang di postingnya. Dan kala itu, musim libur sepakbola Perin dan Bertolacci berlibur diatas yacht dengan beberapa wanita, yah bodohnya saya mengira itu hanya teman mereka, tak pernah sedikitpun saya curiga bahwa salah satunya adalah kekasih si Perin, aduuuujh nulis kekasih berat sekali ya. Dan dalam dua hari ini, saya dikejutkan dengan postingan instagram Perin dengan gambar anjing, bukan anjingnya yang menjadi fokus tapi captionnya "Buongiorno mammina @grgina #supertaz" nah dari sini saya mulai curiga kalo itu kekasihnya. Kepo? Jelas, sekali klik usernamenya dan blaaaam!!! Di private. Oke harus menahan kekecewaan karena gak bisa kepo. Tapi pagi tadi saya ingin menarik kata-kata saya mengenai akun @grgina yang di privat, karena isinya jauh lebih menyesakkan. Huwaaaaa, Perin cocok banget sama wanita satu ini. Karakter mereka pas, tengil, gak takut kotor, sayang hewan, petualang, dan begajulan. Meskipun enggan saya harus mengakui mereka cocok satu sama lain. Dan saya patah hati cyiiiin, kratak kratak ini hati saya.
Rapi, begitu rapi si Perin menyembunyikan hubungannya. Mungkin lebih tepatnya melindungi wanitanya dari fans bar-bar macam saya haha. Dan woi, apa ini dalam keadaan yang tidak memungkinkan begini playlist yang keputer di handphone saya adalah Obsessed by Mariah Carey, ini lagu kok ngehina banget. Aaaaaarghhhh!!!! Pen gigit pipinya baby Ed (mulai random).
"Ahhh Ohhhh.
Why you so obsessed with me?
Boy I want to know, lyin' that you're sexing me.
When everybody knows, it's clear that you're upset with me.
Ohh, finally found a girl that you couldn't impress,
Last man on the earth, still couldn't get this.
You're delusional, you're delusional,
Boy you're losing your mind.
It's confusing yo, you're confused you know,
Why you wasting your time?
Got you all fired up, with your Napoleon complex,
Seein' right through you like you're bathin' in Windex.
Huh, liriknya nyindir banget. Iya saya paham saya delusional persis kaya apa yang dikata si Mariah Carey. Puas?
Dan yang bikin saya iri adalah tuh si @grgina ini mantanya oke, enggak tau juga sih tuh mantannya apa bukan, mesra banget sih. Jadi saya menarik kesimpulan itu mantannya. Iri terus sih saya, huh. Yah mungkin karena si @grgina ini jago banget cari yang mukanya rupawan, apa emang spesies di Italia itu gak ada cowok dibawah standart, entahlah.
Sekali lagi saya bersyukur atas kejadian ini saya jadi bisa nulis lagi di blog ini, yang terpenting sama Tuhan saya dibukain jalan, disadarin kalo Perin tuh jauh, jauuuuuuh banget dari jangkauan (Sama bosnya Genoa aja deh, seri duitnya lebih bagus :D) *terus kapan sadarnya sih*. Ah dan satu lagi harus legowo, Perin udah punya kekasih yah. Ingat, kenyataan ini lebih bagus daripada mengetahui kalo idola kamu yang gantengnya melebihi kualitas excellent ternyata suka yang ganteng juga, yah meskipun sama-sama nyakitin sih. Yaudah deh, segitu aja delusionalnya *kemudian bersyukur setelah tahu kalo Mattia Perin staright*
"Selamat tinggal” merupakan sebuah kata sederhana
namun sarat akan makna dan menyimpan sebuah luka mendalam. Kata tersebut selalu
identik dengan sebuah akhir dari kisah manis yang terajut dalam sebuah
hubungan. Perpisahan tak akan pernah lenyap dari sendi kehidupan manusia,
mereka akan selalu hadir untuk menyiratkan sebuah harga yang begitu terasa
istimewa dikala hubungan masih terjalin. Mengambil sedikit unsur positif dari
sebuah perpisahan yaitu, menghargai sebuah hubungan sebelum kalian merasakan
betapa berharganya pasangan saat kebersamaan tersebut terenggut oleh kata
“akhir”.
Tak semua “akhir” berujung pada kesedihan,
karena akan tercipta kembali sebuah “awal”. Namun tak selamanya awal tersebut
menyajikan suatu kebahagiaan, karena akan ada perbedaan tanpa elemen yang
menyertai pada masa sebelumnya. Hal inilah yang akan dirasakan para penggemar
sepakbola terutama fans dari liga terbaik dunia, English Premier League. Yah,
semua orang akan fokus terhadap legenda Liverpool yang telah mengabdikan
dirinya kepada publik Anfield selama 28 tahun, Steven Gerrard. Memiliki nomor
punggung yang sama yaitu 8 serta permainan yang bisa dikatan cukup identik
dengan Gerrard, kompatriotnya di timnas Inggris yaitu Frank Lampard juga
mengakhiri masa jabatannya bermain di EPL. Bukan untuk gantung sepatu, namun
hijrah ke tempat “pembuangan” mantan bintang terbaik liga Eropa, yaitu MLS
(Major League Soccer) di Amerika.
Memiliki
karakter yang hampir sama, namun sayangnya nasib mereka dalam mengucapkan salam
perpisahan terhadap publik Inggris sungguh berbeda. Meskipun sama-sama
menyumbangkan gol bagi tim untuk terakhir kalinya, namun nasib Gerrard amatlah
menyedihkan. Tim yang telah membesarkan namanya tersebut harus berlapang dada
menutup kompetisi 2014/2015 dengan kekalahan telak 6-1 dari Stoke City. Sedikit
angkat kepala bagi Lampard, karena tim yang dibelanya selama satu tahun
terakhir yaitu Manchester City memberikan salam perpisahan manis dengan
kemenangan 2-0 atas Southampton.
Banyak
pihak yang menyayangkan atas kepergian dua mantan punggawa timnas Inggris yang
menjabat sebagai midfielder, harus meninggalkan tanah kelahirannya. Selain
karakter permainan mereka yang cukup kuat sebagai gelandang nomor delapan,
Inggris juga kehilangan sosok pemimpin lapangan, legenda hidup sepakbola yang
menjadi panutan pemain muda Inggris yang kini sedang dalam krisis kepercayaan
diri. Selain itu berkurangnya pemain Inggris di EPL dan dominasi pemain luar
yang semakin merajalela. Hal ini tentunya sedikit merugikan bagi keadaan timnas
Inggris sendiri, meskipun dua sosok panutan tersebut telah menyatakan pensiun
dari timnas.
Sedikit lebih santai bahasanya, karena saya
memproklamirkan diri sebagai “secret admirer”-nya Lampard, maka pembahasannya
akan lebih banyak menyangkut tentang pria kelahiran Romford ini. Setelah tahun
lalu perasaan emosional ini ditujukan karena Lampard keluar dari Chelsea, kali
ini karena Lampard keluar dari Inggris dan merantau ke benua Amerika. Banyak
ucapan maupun kenangan manis dari beberapa pemain Chelsea maupun Manchester
City kepadanya. Bukan hanya itu, Lampard juga turut mengucapkan selamat kepada
mantan tim yang telah dibelanya selama 13 tahun, yaitu Chelsea yang berhasil
menyabet gelar juara EPL 2014/2015. Gelar ini merupakan gelar ke-3 Mourinho
selama melatih Chelsea.
Baiklah, mari kita mulai drama kolosal ini dengan
ucapan sekaligus salam perpisahan Lampard kepada partner setianya yaitu John
Terry
“Congratulation
to everyone at @chelseafc for winning the league. I’m sure you all enjoyed the
celebrations yesterday and today and you deserve it! @johnterry.26 has been
absolutely immense this year and every year. He is the leader and everything
goes through him. It was an absolute pleasure to have played with JT and I’m
delighted for him personally to get another league title even if it means he
has one more than me! :p #captain #legend”
Selanjutnya kepada partner dalam urusan menjebol
gawang lawan, yaitu Didier Drogba, yang tahun ini juga mengakhiri masa
jabatannya di Chelsea.
“I
need to talk about my mate @didierdrogba. Without him I wouldn’t have enjoyed
the personal success I had at Chelsea but also the club would not have leagues
and Chempions leagues titles to their name. He ALWAYS produced in the big
games. He was a monster in the dressing room and a great friend away from
football. It was an honour to have played with him and I wis him well in
whatever his next move is. I know he still has lots to give. Thank you Didi!
#legend”
Karena Lampard bukanlah tipe pemain yang berlabel
“kacang lupa akan kulitnya” maka diapun mengucapkan terima kasih serta salam
perpisahan manis kepada Manchester City. Tim yang memberi kepercayaan padanya
untuk membuktikan kualitas permainan di Liga Inggris dengan umurnya yang
terbilang tidak muda lagi.
“A
huge thank you to everyone at @mcfofficial for what they did for me at the end
of the game yesterday. From staff, players to all the fans at the club you have
made me feel welcome from day one and it was a real pleasure to play a full
season with you for the last year of my Premier League career. That send off
yesterday will stay with me always.”
Agar semakin dramatis layaknya cerita pada novel
bergenre roman, maka saya juga menghadirkan POV dari rekan setim Lampard di
manchester City, maupun Chelsea. Oke seperti yang kalian duga POV pertama yaitu
dari John Terry. Dimana dia juga menyertakan sebuah gambar yang begitu mewakili karakter Lampard selama ini
"I want to wish @franklampard good luck for what will be an emotional day tomorrow playing his final game in the Premier League and English football. HERO, LEGEND whom I had the privilege to play, train and become friends with. I feel honoured to have learned from the very best, and i want to wish you all the best with NYCFC. Good Luck mate"
John Terry on Frank Lampard (instagram)
Didier Drogbapun tak mau ketinggalan untuk membuat air mata penggemar Lampard terus mengalir. Postingan gambar di akun instagram pemain bernomor 11 ini sekaligus ucapan selamat tinggalnya kepada fans Chelsea, karena dia juga turut meninggalkan Inggris pada akhir musim ini.
"Once upon a time...!!! I let the fans finish the story @franklampard @johnterry
Serta ucapan terima kasih dan doa kesuksesan dari klub terakhir yang dibela Lampard di Inggris Manchester City, juga turut menyertai pemain kelahiran Romford ini
Dan sampailah saya pada penghujung cerita, bukan ujung yang sebenarnya. Karena seperti yang sudah saya sampaikan, story yang berkaitan dengan Lampard tidak akan pernah mencapai kata akhir atau ditutup dengan END. Good Luck, Super Frank!!!
Hari itu akhirnya datang juga, penantian para penikmat sepakbola yang sungguh tidak sabar ingin menikmati pertunjukan berkelas yang sarat akan emosi. Berbeda dengan kisah klasik yang selalu tersimpan rapi dalam pertandingan bertajuk BIGMATCH, pada liga termegah di dunia English Premier League (EPL). Bukan hanya mengenai gengsi kedua tim yang terkenal sangat loyal dalam menghamburkan uang di era sepak bola modern. Bukan juga sekedar persaingan pemain bintang yang terkenal memiliki ego tinggi dan ingin meraih kemenangan demi menahbiskan diri sebagai tim kaya terbaik di Liga Inggris. Bukan pula pertarungan taktik yang akan tersaji di Etihad antara kedua pelatih jenius sekaliber Jose Mourinho dan Manuel Pellegrini. Lebih dari itu, yang membuat emosi dari fans fanatik kedua kubu meluap, mengisi seluruh penjuru stadion berkapasitas 45.000 penonton tersebut.
Pict 1: Lampard siap hadapi mantan klub
Kehadiran sosok kharismatik bernama Frank Lampard lah yang menjadi sorotan dalam gelaran laga panas di pekan ke-5 EPL antara Manchester City sang juara bertahan dengan Chelsea. Menariknya kehadiran Lampard disini bukan sebagai punggawa Chelsea, melainkan sebagai tuan rumah yang menyambut tamunya yaitu Chelsea. Seperti yang telah diketahui publik sepakbola jika dalam kurun waktu 6 bulan Lampard akan mengabdikan diri lagi di pentas EPL. Pengabdian tersebut bukan untuk klub yang dibelanya selama 13 tahun ini yaitu Chelsea melainkan rival dalam satu dekade terakhir yaitu Manchester City. Peristiwa yang sangat janggal menggunakan jersey biru, namun bukan seragam biru kebesaran milik Chelsea.
Ribuan fans Chelsea maupun Manchester City yang memadati stadion, sepertinya menunggu momen langka tersebut tersaji dihadapan mereka. Sayang Pellegrini tidak serta merta mengabulkan keinginan terpendam ribuan fans tersebut. Pelatih sekaliber Pellegrini tentunya tahu situasi yang tepat untuk menurunkan pemainnya, mengingat pertandingan yang dihadapi kali ini menghadirkan lawan yang diatas kertas seimbang dengan kemampuan City. Entahlah apa yang dipikirkan mantan pelatih Real Madrid tersebut menyimpan pemain bintangnya dalam pertandingan penting ini. Terlihat Samir Nasri dan Frank Lampard menempati kursi panas sembari menyaksikan pertandingan tensi tinggi tersebut.
Pict 2: Lampard dan Nasri hiasi bangku cadangan di babak pertama
Begitu banyak pertanyaan muncul dalam benak saya, menerka-nerka apa yang terlintas dikepala pelatih berkebangsaan Chile itu. Berbagai pertimbangan tidak menurunkan Lampard di saat menghadapi mantan klub yang dibelanya selama 13 tahun. Secara psikologis, hal tersebut dapat merusak konsentrasi pemain Chelsea yang terlihat jelas menaruh rasa hormat begitu tinggi pada sosok jenderal lapangan yang identik dengan nomor 8 itu. Pertimbangan lain Pellegrini yang terlintas lagi adalah, menyiapkan serta merangkai puzzle mental seorang Frank Lampard untuk menghadapi mantan timnya tersebut. Bukanlah hal mudah memang bagi Lampard yang telah dilabeli sebagai sosok "legenda" di Chelsea dan kini malah harus balik menyerang mantan klubnya tersebut.
Pertandingan akbar yang diharapkan menyuguhkan sebuah pertunjukan menarik antara kedua tim dengan adanya jual beli serangan, nampaknya hanya akan berjalan membosankan. Hingga babak pertama usai kedua tim harus berbagi angka 0-0, mereka memilih bermain aman. Chelsea sebagai tim tamu dengan status pemuncak klasemen tidak terlalu memberikan perlawanan sengit kepada City. Sedangkan City yang ingin memangkas jarak coba membangun serangan demi menghancurkan benteng pertahanan Chelsea yang kini dikawal oleh kiper muda asal Belgia, Thibaut Courtois.
Permainanpun semakin menjurus pada kekerasan, terlihat beberapa buah kartu kuning keluar masuk dari kantong si pengadil lapangan, Mike Dean. Puncaknya adalah saat Pablo Zabaleta dan Diego Costa terlibat baku hantam dan menghasilkan kartu kuning bagi keduanya. Sial untuk Zabaleta karena ini merupakan koleksi kedua kartu kuningnya dalam laga tersebut. Unggul jumlah pemain tak disia-siakan oleh Chelsea, Andre Schurrle yang masuk sebagai pemain pengganti membayar kepercayaan Mourinho dengan menceploskan gol di menit 71.
Tak butuh waktu lama bagi Pellegrini mengubah strategi permainan anak asuhnya, demi mengamankan poin di laga kandang. Tepatnya pada menit 78, sosok yang dinantikan oleh seluruh penikmat sepakbola masuk menggantikan Kolarov, yap Frank Lampard. Sorak penonton terdengar diseluruh penjuru Etihad stadium. Terlebih para fans Chelsea mereka melakukan standing ovation demi memberikan penghormatan bagi pahlawannya, yang telah mentahbiskan dirinya sebagai top skorer sepanjang masa Chelsea dengan torehan 211 gol. Mereka membentangkan banner yang selalu menghiasi tribun Stamford Bridge bertuliskan "SUPER FRANKIE LAMPARD" Sedikit mengingatkan status mereka bahwa pahlawannya kini menempati kubu yang berbeda, fans City pun ambil bagian untuk memberikan semangat positif kepada Lampard.
Pict 3: Banner Super Frank menghiasi Etihad Stadium
7 menit berselang, sebuah drama yang akan selalu dikenang publik sepakbola dunia tercipta, dimana Lampard berhasil membobol gawang mantan klubnya Chelsea. Tendangan first time pemain yang dianggap paling pintar sejagat ini gagal di blok oleh mantan kompatriotnya di Chelsea, John Terry. Betapa mengharukannya kisah kedua mantan punggawa Inggris ini, dimanapun mereka selalu berdua dan seperti terdapat ikatan kuat dan chemistry yang begitu mendalam antara keduanya. Namun kini sebuah kata profesionalitas harus dijunjung tinggi dan sedikit melukai ikatan yang ada.
Pict 4: Proses terjadinya gol Lampard (1)
Pict 5: Proses terjadinya gol Lampard (2)
Pict 6: Proses terjadinya gol Lampard (3)
Gol penyama kedudukan oleh Super Frank itu tak lantas membuat dirinya jumawa, tersirat sebuah kebimbangan dalam sorot matanya. Bapak dua anak ini hanya melenggang dan memeluk rekannya di City tanpa melakukan selebrasi apapun. Diapun seolah coba menyiratkan sesuatu kepada David Silva untuk melakukan selebrasi yang tidak berlebihan dengan mengangkat tangan kirinya untuk menyampaikan pesan yang dimaksudkan. Fans City yang menanti gol tersebut seolah tak mempedulikan lagi keberadaan Lampard sebelum di City dan langsung bersorak merayakan kemenangan. Sedangkan fans Chelsea tetap menaruh rasa respectnya kepada Lampard, sehingga mereka coba untuk menutupi kekecewaan tersebut hanya dengan tepuk tangan, hal ini membuat bulu kuduk merinding karena mereka masih saja meneriakkan nama Lampard dengan julukannya "Super Frank"
Pict 7: Lampard tak selebrasikan golnya (1)
Pict 8: Lampard tak selebrasikan golnya (2)
Pict 9: Pemain City, rayakan gol Lampard
Gol ini menjadi penutup dari sebuah pertandingan sarat emosi. Tak
berhenti hanya disitu, fans masih disuguhkan drama yang sesungguhnya
saat Lampard harus menjabat tangan mantan rekan setimnya seperti Terry,
Drogba, Hazard, Petr Cech, tak ketinggalan pemain baru seperti Schurrle
yang secara terang-terangan mengatakan bahwa Lampard idolanya. Kemudian
dilanjutkan dengan Lampard mengucapkan salam perpisahan kepada fans
Chelsea yang belum sempat dilakukannya di laga home terakhir Chelsea
musim 2013/2014. Dengan bangganya mereka meneriakkan kembali chants
untuk Lampard
"Super.... super Frank
Super.... super Frank
Super.... super Frank
Super Frankie Lampard"
Pict 10: Lamperry (Lampard-Terry) moment
Pict 11: Lampard dan Cech setelah pertandingan
Pict 12: Lampard dan Drogba lepas kerinduan
Lampard hanya bisa mengangkat kedua tangannya dan bertepuk tangan sembari mengucapkan banyak terima kasih kepada mereka yang telah mendukungnya penuh. Sebuah kehormatan baginya membela sebuah klub besar selama kurun waktu 13 tahun, tak sedikit pula segala rintangan dan peristiwa penting yang dia lewatkan bersama klub milik Roman Abramovich tersebut. Hal yang sangat disayangkan dari pertandingan tersebut adalah saat Mourinho langsung meninggalkan lapangan saat pertandingan usai tanpa melakukan jabat tangan dengan Lampard.
Pict 13: Lampard ucapkan terima kasih dan salam perpisahan untuk fans Chelsea
Disela interviewnya setelah pertandingan Lampard mengungkapkan segala rasa yang ada dalam benaknya selama pertandingan berlangsung.
"I had 13 amazing years with Chelsea
Im a bit lost for words...
I didn't expect to score and for the Chelsea fans to sing my name...
I have lot of respect for Chelsea fans"
"I'd be unprofessional if I didn't come on and do my job...
I'm a bit lost for words, I didn't expect to come on and score."
"I woke up this morning and didn't know what i wanted today."
Gol tersebut nampaknya menjadi topik hangat untuk diperbincangkan, terbukti setelah gol tercipta nama LAMPARD menjadi trending topic world wide di twitter. Tak kalah mencengangkan adalah saat legenda Arsenal Ian Wright turut serta memperlihatkan ketidak percayaannya atas gol tersebut dalam twitternya dengan hanya mencantumkan emoticon histeris dan disertai gambar dibawah
Pict 14: Ian Wright histeris atas gol Lampard
Begitu pertandingan usai, pemain dari kedua kubu memberikan komentarnya masing-masing mengenai pertandingan namun tak jauh dari topik Lampard. Tak jarang dari mereka ikut memposting foto kebersamaan Lampard dalam waktu singkat usai pertandingan.
Pict 15: John Terry on instagram about Lampard
Pict 16: Didier Drogba on instagram about Lampard
Pict 17: Cech on twitter about Lampard
Bos baru Lampard yaitu Manuel Pellegrini juga tak ingin ketinggalan memberikan apresiasi kepada pahlawan City di laga itu.
"Frank will stay until January because until January,
he doesn't have
anything to do in the United States
because they are not working.
In
January, we will see what happens here and make a decision.
It is not a
problem in this moment.
It (his goal) was important because it was the goal that allowed us not to lose that match."
Dengan kesuksesannya membobol gawang Chelsea mencatatkan rekor baru untuk dirinya, yaitu rekor cetak gol Lampard ke 39 gawang klub yang berlaga di English Premier League. Welldone Frank :)
~TO BE CONTINUED...~
PS: Berita soal Lampard gak pernah make penutupan END :))