Rabu, 15 Juni 2016

Kejutan Kuda Hitam, Islandia

Perancis – Islandia kembali menebar ancaman di babak penyisihan grup Euro 2016 setelah menahan imbang Portugal 1-1. Bjarnason menjadi pahlawan Islandia setelah menyamakan skor Portugal di menit 51.
 
Islandia datang dalam turnamen ini menjadi sorotan banyak pihak, karena berhasil mengkandaskan keinginan Belanda tampil pada Euro Perancis. Sebanyak dua kali Islandia mengalahkan Belanda posisi kandang maupun tandang, kini kemampuannya diuji oleh Portugal.

Meskipun dalam statistic Portugal unggul telak atas Islandia, namun mereka begitu kesulitan menembus benteng pertahanan pasukan Atalantik Utara ini. Mega bintang Real Madrid, Ronaldo tak banyak berkutik dalam pertandingan ini, sehingga menimbulkan banyak kritikan dari netizen akibat penampilan buruknya.

Portugal sempat membuka asa saat Luis Nani mencetak gol pembuka di menit 31 yang bertahan hingga turun minum. Namun memasuki 6 menit pertama di babak kedua Islandia membalas dari sepakan voli Bjarnason memanfaatkan umpan silang Gudmundsson bola meluncur deras ke gawang Patricio.

Pendukung Islandia menyambut antusias gol ini, sebagai penghargaan karena merupakan gol pertama Islandia di turnamen besar Eropa. Portugal yang tak ingin nasibnya seperti Belanda melakukan upaya untuk menambah pundi-pundi golnya.

Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah dan membuat Portugal harus puas menduduki peringkat 3 klasemen grup F dibawah Islandia dan Hungaria yang berhasil menumbangkan Austria 2-0 di laga sebelumnya.

~END~

Pertandingan selanjutnya
15/6/2016 8.00pm : Rusia vs Slovakia (Grup B)
15/6/2016 11.00pm : Rumania vs Swiss (Grup A)
16/6/2016 2.00am : Perancis vs Albania (Grup A)

Hungaria Kejutkan Austria

Perancis – Bermain tanpa beban membuat Hungaria berhasil mengejutkan public sepaknola dengan mengalahkan Austria 2-0. Pahlawan kemenangan Hungaria di Stade Matmut-Atlantique Bordeaux adalah Adam Szalai dan Zoltan Stieber.
 
Austria yang dalam laga ini lebih diunggulkan mulai menggebrak sejak menit awal. Berbagai upaya mereka lakukan untuk menggempur pertahanan kiper veteran Hungaria. Sayangnya usaha mereka belum menemui hasil hingga babak pertama usai.

Hungaria tak ingin dipandang sebelah mata, memasuki babak kedua kini giliran mereka memegang kendali. Serangan Hungaria sampai pada klimaksnya saat Adam Szalai berhasil mencetak gol berkat kerjasama apiknya dengan Laszlo Kleinheisler.

Austria merasa dibawah tekanan setelah tertinggal satu gol, berusaha mengejar ketinggalan Austria harus gigit jari setelah Aleksandr Dragovic harus menerima kartu kuning kedua akibat melakukan pelanggaran keras terhadap Tamas Kadar.

Bermain dengan 10 orang pemain membuat Austria semakin kelimpungan menghadapi serangan yang dilancarkan Hungaria. Sedangkan Hungaria berhasil memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan mencetak gol tambahan beberapa menit sebelum laga berakhir. Kali ini giliran Zoltan Stieber yang menyelesaikan umpan matang dari Tamas Priskin.

Hasil ini untuk sementara menempatkan Hungaria di peringkat pertama klasemen grup F, setelah unggul 2 poin dari unggulan grup F Portugal yang ditahan imbang tim debutan Islandia.

~END~

Senin, 13 Juni 2016

Italia Pamer Kasta

Perancis – Stade de Lumieres menjadi saksi tumbangnya generasi emas Belgia dihadapan pasukan Italia dengan skor 2-0. Giaccherini dan Pelle berhasil menaklukkan ketangguhan kipper muda Belgia, Thibaut Courtois dengan gol-gol cantiknya.

Antonio Conte berhasil menjawab keraguan banyak pihak yang mempertanyakan komposisi pemain di Euro 2016, pasalnya mantan pelatih Juventus ini menyertakan nama-nama asing dan tidak membawa beberapa nama sebagai langganan timnas. Namun kejeliannya membaca strategi lawan dengan menempatkan 4 mantan anak asuhnya di Juventus sebagai palang pintu akhir Italia, membuat Belgia frustasi karena gagal mencetak gol.

Buffon, Barzagli, Bonucci dan Chiellini menjadi barisan yang sangat sulit ditembus oleh barisan penyerangan Belgia. Dikomando oleh pemain tengah sekelas Eden Hazard, membuat Italia harus ekstra hati-hati agar tidak mengulangi kesalahannya, kalah 1-3 seperti November lalu.

Permainan Belgia cukup hati-hati, mengingat dalam laga ini mereka lebih diunggulkan daripada Italia karena komposisi pemain dan peringkat FIFA yang memiliki jarak cukup jauh yaitu 2 dan 12. Berbanding terbalik dengan Italia yang tampil tanpa tekanan, mereka hanya beberapa kali memanfaatkan kelengahan Belgia untuk melakukan serangan balik cepat.

Berawal dari rasa frustasi Lukaku di menit 29 dan kemudian melakukan pelanggaran pada Chiellini, membuat Mark Clattenburg memberikan hadiah tendangan bebas pada Italia. Eksekusi diambil langsung oleh Bonucci, tendangan bebas bek Juventus ini disambut oleh Giaccherini yang langsung menceploskan bola ke sudut kiri bawah gawang Courtois.

Italia akhirnya memimpin laga dengan skor 1-0 hingga akhir babak pertama. Tak ingin semakin tertinggal Belgia semakin gencar melakukan serangan terhadap Italia, sayangnya harus menemui jalan terjal saat striker Belgia berhadapan langsung dengan kipper gaek Italia, Buffon.

Italia sempat kelimpungan saat Pelle harus ditarik keluar sementara untuk mendapat perawatan pada tangannya yang cedera, namun setelahnya Italia kembali bisa mendominasi di babak kedua. Memasuki menit 70 Italia harus ekstra waspada jika tidak ingin berbagi angka, gempuran Belgia coba mereka patahkan meskipun menghasilkan kartu kuning bagi para pemainnya.

Asyik menyerang Belgia tidak mengantisipasi serangan balik yang dilakukan Italia, pergerakan Candreva ke sisi kiri gawang Courtois terkejar, namun dengan cerdiknya pemain Lazio ini mengirim umpan silang kepada Pelle yang tak terkawal. Umpan Candreva disambut dengan tendangan first time oleh pemain andalan Southampton dan menambah keunggulan bagi Italia 2-0.

Gol Pelle di babak tambahan waktu ini membuat seluruh pemain dan staff yang berada di bench bersorak menyambut kemenangan pertama mereka. Beberapa dari mereka berlari masuk lapangan merayakan selebrasi atas gol Pelle. Bersamaan dengan itu, Mark Clattenburg meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. Hasil ini membawa Italia memuncaki klasemen sementara dan membenamkan Belgia ke posisi juru kunci. Forza Azzurri Forza Italy.

~END~

Pertandingan selanjutnya
14/6/2016 11.00pm : Austri vs Hungaria (Grup F)
15/6/2016 2.00am : Portugal vs Islandia (Grup F)

Laga Pembuka Grup Neraka, Berakhir Imbang

Perancis – Laga awal di grup neraka antara Irlandia dan Swedia berakhir imbang 1-1. Berkat gol bunuh diri defender Irlandia Clark, Swedia dapat bernapas lega mengakgiri laga dengan perolehan satu poin.

Berada dalam satu grup dengan Belgia dan Italia mebuat persaingan grup E semakin panas. Laga awal grup ini tersaji di Stade de France antara Irlandia dan Swedia. Keduanya tentu tidak ingin dipandang sebelah mata karena banyak pihak menilai bahwa Italia dan Belgia pantas lolos ke fase selanjutnya.

Tampil ngotot sejak awal laga diperlihatkan oleh kedua tim ini, terbukti keduanya saling memperebutkan penguasaan bola. Irlandia hamper saja membuka gol jika O’shea bisa lebih cepat menyambar umpang ilang Clark.

Tak ingin menjatuhkan diri pemain sekelas Ibra mulai unjuk gigi dengan mengeksekui tendangan bebas, namun pagar betis yang dibangun Irlandia gagal ditembus oleh bola sepakan pemain andalan PSG tersebut. Serangan terus dibangun oleh kedua tim, namun keduanya harus puas berbagi angka 0-0 hingga memasuki 45 menit pertama.

Diawal paruh kedua, Irlandia langsung menggebrak, diawali dari Coleman menggiring bola hingga ke kotak penalty kemudia memberika umpan kepada Hoolahan yang tak terkawal. Kemudian tendangan Hoolahan meluncur kea rah pojok gawang dan tak mampu diantisipasi Isaksson, 1-0 Irlandia unggul.

Irlandia yang ingin mempertahankan keunggulan harus gigit jari saat Clark yang berniat menghalau bola sepakan dari Ibrahimovic malah mengarah ke gawangnya sendiri. Tak ada tambahan gol lagi hingga laga bubar, dan keduanya harus puas berakhir imbang dengan skor 1-1.

~END~

Juara Bertahan Bungkam Ceko

Perancis – Stadium de Toulouse menjadi saksi kemenangan Spanyol 1-0 atas Ceko. Gol tunggal yang tercipta di menit-menit akhir tersebut diciptakan oleh Gerard Pique berkat assist yang dikirimkan oleh Andres Iniesta.

Datang ke Perancis dengan status juara bertahan bagi Spanyol bukanlah hal yang berat, mengingat sudah dua kali secara beruntun mereka juara Euro. Namun kemenangan pertamanya seolah sulit diraih saat barisan serangan mereka menghadapi benteng pertahanan sekelas Petr Cech.

Sejak awal laga Spanyol telah mengambil inisiatif serangan yang dikomado oleh Fabregas dan Iniesta. Penguasaan bola dan melakukan serangan mematikan merupakan ciri khas Spanyol, namun beberapa kali mereka hanya menemui jalan buntu.

15 menit pertandingan berjalan Morata hampir saja mengubah kedudukan Spanyol jika tendangannya tidak di blok oleh mantan kiper Chelsea. Bukan hanya satu kali, di menit 28 Morata coba peruntungannya lagi menghadapi Cech, sayangnya kipper nomor satu Arsenal ini selalu bisa menggagalkannya.

Hingga peluit tanda babak pertama usai kedua tim belum bisa merubah papan skor. Memasuki babak kedua, Spanyol semakin meningkatkan serangan, dengan tekad ingin menang mereka memanafaatkan kemelut di muka gawang pasukan Vrba, namun berhasil di blok Kaderabek.

Spanyol terus saja menebar terornya dan penguasaan bola, hingga masuk angka 70%. Usaha tersebut baru membuahkan hasil di menit 87. Pique berhasil menanduk umpang silang dari rekan setimnya di Barcelona, Inieta yang menghujam deras ke gawang Petr Cech.

1-0 untuk Spanyol, hasil bertahan hingga pertandingan usai. Kemenangan yang di dapat Spanyol ini begitu penting demi membuntuti sang pemuncak klasemen Kroasia yang di laga sebelumnya berhasil mengalahkan Turki engan skor sama 1-0.

~END~

Minggu, 12 Juni 2016

Ketangguhan Jerman Benamkan Ukraina



Perancis – Datang ke Perancis dengan status juara piala dunia 2014, membuat kubu Jerman memikul beban berat di pundaknya. Namun mereka berhasil membuktikan dengan memberi kemenangan pertama atas Ukraina dengan skor 2-0

Bermain dengan kekuatan pebuh di setiap lininya membuat Jerman dengan mudah memenangkan penguasaan bola. Namun Ukraina yang datang tanpa beban dalam gelaran Euro 2016 malah berhasil melakukan tekanan kepada anak asuh Joachim Loew.

Tak butuh banyak waktu bagi Jerman untuk menunjukkan kekuatannya pada Ukraina, tepat pada menit ke 19 tendangan bebas Kroos disambut oleh tandukan Mustafi berhasil menggetarkan gawang Pyatov. Ukraina bukannya tak memiliki kesempatan membalas, di menit 27 peluang emas hasil tandukan Khacheridi berhasil ditepis Neuer.

Hingga babak pertama usai Jerman tetap memimpin dengan skor 1-0. Mengawali babak kedua Jerman tak ingin membuang waktu untuk menambah gol. Kembali DRaxler melakukan percobaan namun sayang bola masih bisa ditepis oleh Pyatov.

Permainan Jerman yang terkenal kolektif tanpa mengunggulkan satu nama individu membuat anak asuh Fomenko cukup kerepotan. Hal tersebut terlihat dalam penguasaan bola yang dilakukan oleh Jerman menembus angka 65% pada menit ke 55.

Penampilan apik kiper Ukraina patut diberi apresiasi karena beberapa kali melakukan penyelamatan gemilang atas ancaman Jerman. Hal ini membuat Loew berpikir keras dan meutuskan untuk melakukan pergantian pemain.

Schurrle, pemain pengganti yang sering turut menyumbangkan gol ini dimasukkan di menit 78 menggantikan Draxler. Belum cukup memuaskan dalam menjalankan taktik, Loew kembali melakukan pergantian, kali ini giliran Schweinsteiger menggantikan Gotze di babak tambahan waktu.
 
Dan pemain MU tersebut berhasil menjawab kepercayaan Loew dengan menceploskan gol hasil kerjasama apiknya dengan Ozil. Gol ini sekaligus menjadi penutup laga dengan kemenangan yang diraih oleh Jerman 2-0. Hasil ini juga mengantarkan Jerman memimpin klasemen menggeser Polandia yang sebelumnya juga berhasil mengalahkan Irlandia Utara.

~END~

Pertandingan selanjutnya
13/6/2016 8.00 pm : Spanyol vs Ceko (Grup D)
13/6/2016 11.00 pm : Irlandia vs Swedia (Grup E)
14/6/2016 2.00 am : Belgia vs Italia (Grup E)

Arkadi Milik Sumbang Tiga Poin Polandia



Perancis – Menjadi tim unggulan kedua setelah jerman membuat Polandia harus memastikan kemenangannya di laga awal. Apalagi lawannya terhitung baru dalam kancah Eropa yaitu Irlandia Utara, dan Polandia yang memiliki striker sekelas Lewandowski ini berhasil mengakhiri laga dengan kemenangan tipis, 1-0.

Baru memasuki menit ke 2 telah terjadi pelanggaran yang menghasilkan tendangan bebas untuk Polandia, dan Irlandia Utara masih mampu mengatasinya. Irlania Utara tampak keulitan dalam mengimbangi tempo permainan cepat yang diterapkan oleh Polandia, oleh karena itu mereka coba menguasai bola dan memperlambat temponya sesuai karakter permainan mereka.

Pertandingan cukup a lot bagi keduanya, peluit tanda pertandingan memasuki babak half time, kedua tim masih bertahan dengan skor kacamata. Mengawali babak kedua Polandia kembali melancakan tekanan kepada salah satu wakil Britania Raya ini.
 
Lewandowski yang dijaga ketat coba memberikan kontribusinya dengan membuka ruang kepada rekannya di kotak penalti, namun berhasil digagalkan McLaughin. Satu menit berselang Polandia berhasil unggul berkat gol Milik, memanfaatkan umpan dari sisi kanan yang dikirim Blazczykowski.

Tendangan Milik menggunakan kaki kirinya itu bersarang ke pojok bawah gawang tanpa bisa diantisipasi oleh McGoven. Tidak ingin kebobolan lebih banyak kini Irlandia memasang pertahanan lebih kuat. Davis, kapten Iralandia Utara ini beberapa kali berhasil memenangkan duel untuk menyelamatkan lini pertahanan.

Di babak tambahan waktu, Polandia yang sudah unggul mencoba memperlambat tempo dengan memainkan bola dari kaki ke kaki pemainnya. Dan Polandia yang memang sejak awal menguasai pertandingan dengan rata-rat penguasaan bola mencapai 60%, berhasil menyelesaikan laga dengan kemenangan tipis 1-0. Hasil ini membuat Polandia memimpin klasemen sementara grup C, sembari menanti hasil dari pertandingan Jerman melawan Ukraina.

~END~