Tampilkan postingan dengan label Profile. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profile. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 April 2016

Peluang Donnarumma Overtake Perin

Badai cedera yang dialami pemain sepakbola merupakan sebuah bencana, namun dapat juga membawa berkah bagi pemain lainnya. Hal ini yang mungkin dirasakan oleh kiper muda AC Milan, Gianluigi Donnarumma. Gagalnya Perin mengamankan satu tempat untuk kiper Azzuri pada Euro 2016 Prancis mendatang akibat cedera lutut, membuka kesempatan bagi Donnarumma.

Pic 1 : Mattia Perin gagal tampil di Euro 2016 akibat cedera lutut

Sebelumnya Mattia Perin telah naik pangkat menjadi kiper pelapis kedua Buffon, menggeser kiper PSG, Salvatore Sirigu. Seiring cedera yang dialami dan membuatnya terdepak dari tim, maka posisi kedua kembali diisi oleh Sirigu. Kini Conte mulai memutar otak untuk mengisi kekosongan kursi ketiga kiper timnas Italia.

Nama Donnarumma disebut-sebut sebagai kandidat kuat, mengingat performa apiknya bersama AC Milan. Sebelumnya kiper kelahiran tahun 1999 ini telah memiliki pengalaman bermain di timnas U-17, dan Maret lalu memulai debutnya dengan timnas U-21. Pada debut tersebut Donnarumma juga mencatatkan rekor menjadi pemain termuda Italia yang berlaga di timnas U-21. Prestasi yang cukup bagus mengingat umurnya yang baru saja genap 17 tahun pada 25 Februari lalu.

Pic 2 : Doonarumma tampil apik dengan AC Milan
Mendengar kabar yang cukup santer terdengar di kalangan sepakbola, Donnarumma sendiri juga menaruh harapan besar pada Conte untuk memanggilnya. “Saya berharap bisa menjadi kiper senior” itulah yang diucapkan pria kelahiran Castellammare di Stabia pada Vivoazzuro beberapa waktu lalu. Meskipun kecil kemungkinan Donnarumma bermain untuk Euro saat dia dipanggil timas, tapi harapan tersebut tak pernah surut dari benaknya.

Pertanyaannya, beranikah Conte mengambil resiko dengan menempatkan Donnarumma sebagai kiper ketiga Azzurri..? Dan siapkah Donnarumma menjawab keraguan fans dan juga pelatih dengan performa apiknya kelak..? Euro 2016 di Prancislah yang akan menjawab.

Pic 3 : Donnarumma siap tempati jabatan kiper ketiga Azzurri

~END~

Senin, 23 November 2015

Alhamdulillah, Mattia Perin Straight

Dikala sedih dan dalam tahap hati hancur berkeping-keping, rasa syukur terhadap Tuhan gak boleh lupa. Karena dibalik segala cobaan yang kita terima, banyak juga nikmat yang telah kita rasakan baik itu secara sadar maupun tidak. Aah Senin yang sangat random, sebenarnya ini tulisan menjurus tentang kegalauan hati seorang fans tapi sebagai awalan agar terlihat menarik ngomongnya sedikit wise lah ya. Kalau dilihat dari judul sudah terlihat sangat jelas apa yang membuat saya jadi kuurang semangat seharian ini, kecuali semangat untuk makan. Oooh kalo yang satu itu, dalam keadaan apapun selalu ada semangat tersendiri.

Yah Mattia Perin, si penjaga gawang nomor satu Genoa yang punya julukan Ed Warner inilah penyebabnya. Kala itu saya sering banget searching tentang talenta muda Italia ini. Mmh, alangkah baiknya saya ceritakan bagaimana saya bisa menemukan manusia berbulu yang ganteng ini. Jadi ceritanya saya sebagai fans Milan nonton apa yang dilakukan pemain diluar lapangan, tentunya yang bermanfaat dan menghasilkan uang sekaligus memanjakan mata para penikmat sepakbola. Kala itu sampai sekarang, Milan bekerjasama dengan sebuah rumah mode yang cukup terkenal di Italia sebagai penyedia baju resmi suit and tie mereka yaitu Dolce Gabbana. Karena Italia adalah gudang dari segala jenis manusia berwujud tampan, begitupun dengan pemain dari Milan oleh karena itu beberapa modelnya dari pemain itu sendiri tentunya yang sedang on fire. El Shaarawy, nah siapa fans Milan yang tidak kenal dengan talenta muda Italia keturunan Mesir ini? Selain permainan di lapangan yang cukup ciamik, wajahnya pun sangat komersil untuk dijadikan sebagai model D&G (Dolce Gabbana). Selain El Shaarawy masih ada satu nama lagi, yaitu Mattia De Sciglio bek tangguh asli dari akademi Milan ini juga turut ambil bagian dalam pemotretan iklan D&G. Sebagai pemanasan kalo mau liat gimana posenya El Shaarawy langsung aja cek video berikut:


Stephan El Shaarawy: 'Il Farone' as an Icon


Pada video yang salah satu talentanya Mattia De Sciglio, muncullah sosok yang sungguh menarik perhatian saya. Dengan tampilan yang sangat berbeda dengan ciri khas model D&G lainnya yang selalu tampil rapi, sosok ini memiliki rambut sedikit panjang dengan potongan shaggy. Rambutnya tidak hitam seperti kebanyakan pria Italia lainnya, malah terkesan sedikit coklat namun lebih dominan gelap. Karakter wajahnya sedikit lonjong, dan satu hal yang meyakinkan saya bahwa dia keturunan asli Italia adalah hidungnya yang begitu khas. Gayanya sedikit tengil dengan senyuman sembari mengangkat satu alisnya keatas, he is really nice. Dan saat membaca credit tittle, saya tau bahwa pemuda tersebut bernama Mattia Perin. Dari sinilah saya mulai kepo, segala hal mengenai kiper muda yang digadang-gadang akan menggantikan peran Gianluigi Buffon di bawah mistar timnas Italia.

Serie A's Young Talent become Fashion Icons in Dolce&Gabbana


Sebagai wanita, tentunya punya tingkat kepo yang sangat tinggi. Yah saya mencari dating history si Perin, dan tidak saya temukan sedikitpun indikasi dia menjalin hubungan dengan para wanita seksi seperti kebanyakan pemain sepakbola lainnya. Kemudian saya menemukan artikel yang membahas mengenai skandal di timnas Italia, bukan skandal besar seperti Calciopolli tapi skandal tentang pemainnya. Jadi kala itu jurnalis Italia atau sering disebut paparazzi mengatakan bahwa ada beberapa pemain Italia yang diduga memiliki kelainan orientasi seksual bahasa gaulnya gay dan si paparazzi ini menyebutkan seorang kiper meskipun tetap merahasiakan namanya. Yah karena gay di Italia merupakan hal yang tabu. Sayapun mengaitkan masalah ini dengan Perin, karena dia terlihat paling adem ayem madsalah wanita, dan yang membuat kecurigaan saya semakin kuat adalah akun instagramnya yang menggunakan nama unik @aittamnirep kala itu di gembok, privat gak sembarangan orang bisa akses. Dan beberapa saat kemudian si Perin mulai membuka akses dengan para penggemarnya, dan saya melihat postingannya yang lama, fotonya.dengan beberapa lelaki yang terlihat sedikit mencurigakan, gak sampe ciuman atau cuddle gitulah. Tapi ada beberapa postingannya yang sedikit membuat saya ragu kalo Perin gay, gambar wanita seksi yang yah bisalah untuk imajinasi liar para lelaki muda yang memiliki libido tinggi. Oooh stoooooop, kenapa saya jadi bahas libido sih, dasar random. Nah untuk visualisasi gimana sih bentukannya Perin, awas siapin tissue buat lap ingus sama air liur.

Pic 1: Mattia Perin
Oke saya mulai mengabaikan orientasi seksual Perin, selama ini saya cukup menikmati peran sebagai "fans" yang sedikit berlebihan hahaha. Kadang sayapun juga iseng kepo beberapa orang yang di tag oleh Perin di foto yang di postingnya. Dan kala itu, musim libur sepakbola Perin dan Bertolacci berlibur diatas yacht dengan beberapa wanita, yah bodohnya saya mengira itu hanya teman mereka, tak pernah sedikitpun saya curiga bahwa salah satunya adalah kekasih si Perin, aduuuujh nulis kekasih berat sekali ya. Dan dalam dua hari ini, saya dikejutkan dengan postingan instagram Perin dengan gambar anjing, bukan anjingnya yang menjadi fokus tapi captionnya "Buongiorno mammina @grgina #supertaz" nah dari sini saya mulai curiga kalo itu kekasihnya. Kepo? Jelas, sekali klik usernamenya dan blaaaam!!! Di private. Oke harus menahan kekecewaan karena gak bisa kepo. Tapi pagi tadi saya ingin menarik kata-kata saya mengenai akun @grgina yang di privat, karena isinya jauh lebih menyesakkan. Huwaaaaa, Perin cocok banget sama wanita satu ini. Karakter mereka pas, tengil, gak takut kotor, sayang hewan, petualang, dan begajulan. Meskipun enggan saya harus mengakui mereka cocok satu sama lain. Dan saya patah hati cyiiiin, kratak kratak ini hati saya.

Rapi, begitu rapi si Perin menyembunyikan hubungannya. Mungkin lebih tepatnya melindungi wanitanya dari fans bar-bar macam saya haha. Dan woi, apa ini dalam keadaan yang tidak memungkinkan begini playlist yang keputer di handphone saya adalah Obsessed by Mariah Carey, ini lagu kok ngehina banget. Aaaaaarghhhh!!!! Pen gigit pipinya baby Ed (mulai random).

"Ahhh Ohhhh.
Why you so obsessed with me?
Boy I want to know, lyin' that you're sexing me.
When everybody knows, it's clear that you're upset with me.
Ohh, finally found a girl that you couldn't impress,
Last man on the earth, still couldn't get this.

You're delusional, you're delusional,
Boy you're losing your mind.
It's confusing yo, you're confused you know,
Why you wasting your time?
Got you all fired up, with your Napoleon complex,
Seein' right through you like you're bathin' in Windex.

Ooh Ohh Ohh.
Boy why you so obsessed with me?
So, Oh, Oh-Oh- Oh. So, Oh, Oh-Oh-Oh.
And all the ladies sing,
So, Oh, Oh-Oh- Oh. So, Oh, Oh-Oh-Oh.
All the girls sing.
(Obsessed, obsessed, obsessed, obsessed, obsessed.)"

Huh, liriknya nyindir banget. Iya saya paham saya delusional persis kaya apa yang dikata si Mariah Carey. Puas?

Dan yang bikin saya iri adalah tuh si @grgina ini mantanya oke, enggak tau juga sih tuh mantannya apa bukan, mesra banget sih. Jadi saya menarik kesimpulan itu mantannya. Iri terus sih saya, huh. Yah mungkin karena si @grgina ini jago banget cari yang mukanya rupawan, apa emang spesies di Italia itu gak ada cowok dibawah standart, entahlah.

Sekali lagi saya bersyukur atas kejadian ini saya jadi bisa nulis lagi di blog ini, yang terpenting sama Tuhan saya dibukain jalan, disadarin kalo Perin tuh jauh, jauuuuuuh banget dari jangkauan (Sama bosnya Genoa aja deh, seri duitnya lebih bagus :D) *terus kapan sadarnya sih*. Ah dan satu lagi harus legowo, Perin udah punya kekasih yah. Ingat, kenyataan ini lebih bagus daripada mengetahui kalo idola kamu yang gantengnya melebihi kualitas excellent ternyata suka yang ganteng juga, yah meskipun sama-sama nyakitin sih. Yaudah deh, segitu aja delusionalnya *kemudian bersyukur setelah tahu kalo Mattia Perin staright*

~END~

Rabu, 17 Juni 2015

Goodbye Legend of Eight (8)



"Selamat tinggal” merupakan sebuah kata sederhana namun sarat akan makna dan menyimpan sebuah luka mendalam. Kata tersebut selalu identik dengan sebuah akhir dari kisah manis yang terajut dalam sebuah hubungan. Perpisahan tak akan pernah lenyap dari sendi kehidupan manusia, mereka akan selalu hadir untuk menyiratkan sebuah harga yang begitu terasa istimewa dikala hubungan masih terjalin. Mengambil sedikit unsur positif dari sebuah perpisahan yaitu, menghargai sebuah hubungan sebelum kalian merasakan betapa berharganya pasangan saat kebersamaan tersebut terenggut oleh kata “akhir”.
             Tak semua “akhir” berujung pada kesedihan, karena akan tercipta kembali sebuah “awal”. Namun tak selamanya awal tersebut menyajikan suatu kebahagiaan, karena akan ada perbedaan tanpa elemen yang menyertai pada masa sebelumnya. Hal inilah yang akan dirasakan para penggemar sepakbola terutama fans dari liga terbaik dunia, English Premier League. Yah, semua orang akan fokus terhadap legenda Liverpool yang telah mengabdikan dirinya kepada publik Anfield selama 28 tahun, Steven Gerrard. Memiliki nomor punggung yang sama yaitu 8 serta permainan yang bisa dikatan cukup identik dengan Gerrard, kompatriotnya di timnas Inggris yaitu Frank Lampard juga mengakhiri masa jabatannya bermain di EPL. Bukan untuk gantung sepatu, namun hijrah ke tempat “pembuangan” mantan bintang terbaik liga Eropa, yaitu MLS (Major League Soccer) di Amerika.
            Memiliki karakter yang hampir sama, namun sayangnya nasib mereka dalam mengucapkan salam perpisahan terhadap publik Inggris sungguh berbeda. Meskipun sama-sama menyumbangkan gol bagi tim untuk terakhir kalinya, namun nasib Gerrard amatlah menyedihkan. Tim yang telah membesarkan namanya tersebut harus berlapang dada menutup kompetisi 2014/2015 dengan kekalahan telak 6-1 dari Stoke City. Sedikit angkat kepala bagi Lampard, karena tim yang dibelanya selama satu tahun terakhir yaitu Manchester City memberikan salam perpisahan manis dengan kemenangan 2-0 atas Southampton.
            Banyak pihak yang menyayangkan atas kepergian dua mantan punggawa timnas Inggris yang menjabat sebagai midfielder, harus meninggalkan tanah kelahirannya. Selain karakter permainan mereka yang cukup kuat sebagai gelandang nomor delapan, Inggris juga kehilangan sosok pemimpin lapangan, legenda hidup sepakbola yang menjadi panutan pemain muda Inggris yang kini sedang dalam krisis kepercayaan diri. Selain itu berkurangnya pemain Inggris di EPL dan dominasi pemain luar yang semakin merajalela. Hal ini tentunya sedikit merugikan bagi keadaan timnas Inggris sendiri, meskipun dua sosok panutan tersebut telah menyatakan pensiun dari timnas.
Sedikit lebih santai bahasanya, karena saya memproklamirkan diri sebagai “secret admirer”-nya Lampard, maka pembahasannya akan lebih banyak menyangkut tentang pria kelahiran Romford ini. Setelah tahun lalu perasaan emosional ini ditujukan karena Lampard keluar dari Chelsea, kali ini karena Lampard keluar dari Inggris dan merantau ke benua Amerika. Banyak ucapan maupun kenangan manis dari beberapa pemain Chelsea maupun Manchester City kepadanya. Bukan hanya itu, Lampard juga turut mengucapkan selamat kepada mantan tim yang telah dibelanya selama 13 tahun, yaitu Chelsea yang berhasil menyabet gelar juara EPL 2014/2015. Gelar ini merupakan gelar ke-3 Mourinho selama melatih Chelsea.
Baiklah, mari kita mulai drama kolosal ini dengan ucapan sekaligus salam perpisahan Lampard kepada partner setianya yaitu John Terry

“Congratulation to everyone at @chelseafc for winning the league. I’m sure you all enjoyed the celebrations yesterday and today and you deserve it! @johnterry.26 has been absolutely immense this year and every year. He is the leader and everything goes through him. It was an absolute pleasure to have played with JT and I’m delighted for him personally to get another league title even if it means he has one more than me! :p #captain #legend”
Selanjutnya kepada partner dalam urusan menjebol gawang lawan, yaitu Didier Drogba, yang tahun ini juga mengakhiri masa jabatannya di Chelsea.

“I need to talk about my mate @didierdrogba. Without him I wouldn’t have enjoyed the personal success I had at Chelsea but also the club would not have leagues and Chempions leagues titles to their name. He ALWAYS produced in the big games. He was a monster in the dressing room and a great friend away from football. It was an honour to have played with him and I wis him well in whatever his next move is. I know he still has lots to give. Thank you Didi! #legend”
Karena Lampard bukanlah tipe pemain yang berlabel “kacang lupa akan kulitnya” maka diapun mengucapkan terima kasih serta salam perpisahan manis kepada Manchester City. Tim yang memberi kepercayaan padanya untuk membuktikan kualitas permainan di Liga Inggris dengan umurnya yang terbilang tidak muda lagi.

“A huge thank you to everyone at @mcfofficial for what they did for me at the end of the game yesterday. From staff, players to all the fans at the club you have made me feel welcome from day one and it was a real pleasure to play a full season with you for the last year of my Premier League career. That send off yesterday will stay with me always.”
Agar semakin dramatis layaknya cerita pada novel bergenre roman, maka saya juga menghadirkan POV dari rekan setim Lampard di manchester City, maupun Chelsea. Oke seperti yang kalian duga POV pertama yaitu dari John Terry. Dimana dia juga menyertakan sebuah gambar yang begitu mewakili karakter Lampard selama ini


"I want to wish @franklampard good luck for what will be an emotional day tomorrow playing his final game in the Premier League and English football. HERO, LEGEND whom I had the privilege to play, train and become friends with. I feel honoured to have learned from the very best, and i want to wish you all the best with NYCFC. Good Luck mate"
John Terry on Frank Lampard (instagram)
Didier Drogbapun tak mau ketinggalan untuk membuat air mata penggemar Lampard terus mengalir. Postingan gambar di akun instagram pemain bernomor 11 ini sekaligus ucapan selamat tinggalnya kepada fans Chelsea, karena dia juga turut meninggalkan Inggris pada akhir musim ini.


"Once upon a time...!!! I let the fans finish the story @franklampard @johnterry
 Serta ucapan terima kasih dan doa kesuksesan dari klub terakhir yang dibela Lampard di Inggris Manchester City, juga turut menyertai pemain kelahiran Romford ini


"#mcfc Instagram of the Day 408: Super Frank!"


"Good luct at @nycfc Frank, and thank you from everyone at #mcfc"
 Dan sampailah saya pada penghujung cerita, bukan ujung yang sebenarnya. Karena seperti yang sudah saya sampaikan, story yang berkaitan dengan Lampard tidak akan pernah mencapai kata akhir atau ditutup dengan END. Good Luck, Super Frank!!!

~TO BE CONTINUED...~

Rabu, 24 September 2014

That's Hurt - (Another Story from Frank Lampard)

Hari itu akhirnya datang juga, penantian para penikmat sepakbola yang sungguh tidak sabar ingin menikmati pertunjukan berkelas yang sarat akan emosi. Berbeda dengan kisah klasik yang selalu tersimpan rapi dalam pertandingan bertajuk BIGMATCH, pada liga termegah di dunia English Premier League (EPL). Bukan hanya mengenai gengsi kedua tim yang terkenal sangat loyal dalam menghamburkan uang di era sepak bola modern. Bukan juga sekedar persaingan pemain bintang yang terkenal memiliki ego tinggi dan ingin meraih kemenangan demi menahbiskan diri sebagai tim kaya terbaik di Liga Inggris. Bukan pula pertarungan taktik yang akan tersaji di Etihad antara kedua pelatih jenius sekaliber Jose Mourinho dan Manuel Pellegrini. Lebih dari itu, yang membuat emosi dari fans fanatik kedua kubu meluap, mengisi seluruh penjuru stadion berkapasitas 45.000 penonton tersebut.

Pict 1: Lampard siap hadapi mantan klub
Kehadiran sosok kharismatik bernama Frank Lampard lah yang menjadi sorotan dalam gelaran laga panas di pekan ke-5 EPL antara Manchester City sang juara bertahan dengan Chelsea. Menariknya kehadiran Lampard disini bukan sebagai punggawa Chelsea, melainkan sebagai tuan rumah yang menyambut tamunya yaitu Chelsea. Seperti yang telah diketahui publik sepakbola jika dalam kurun waktu 6 bulan Lampard akan mengabdikan diri lagi di pentas EPL. Pengabdian tersebut bukan untuk klub yang dibelanya selama 13 tahun ini yaitu Chelsea melainkan rival dalam satu dekade terakhir yaitu Manchester City. Peristiwa yang sangat janggal menggunakan jersey biru, namun bukan seragam biru kebesaran milik Chelsea.

Ribuan fans Chelsea maupun Manchester City yang memadati stadion, sepertinya menunggu momen langka tersebut tersaji dihadapan mereka. Sayang Pellegrini tidak serta merta mengabulkan keinginan terpendam ribuan fans tersebut. Pelatih sekaliber Pellegrini tentunya tahu situasi yang tepat untuk menurunkan pemainnya, mengingat pertandingan yang dihadapi kali ini menghadirkan lawan yang diatas kertas seimbang dengan kemampuan City. Entahlah apa yang dipikirkan mantan pelatih Real Madrid tersebut menyimpan pemain bintangnya dalam pertandingan penting ini. Terlihat Samir Nasri dan Frank Lampard menempati kursi panas sembari menyaksikan pertandingan tensi tinggi tersebut.

Pict 2: Lampard dan Nasri hiasi bangku cadangan di babak pertama
Begitu banyak pertanyaan muncul dalam benak saya, menerka-nerka apa yang terlintas dikepala pelatih berkebangsaan Chile itu. Berbagai pertimbangan tidak menurunkan Lampard di saat menghadapi mantan klub yang dibelanya selama 13 tahun. Secara psikologis, hal tersebut dapat merusak konsentrasi pemain Chelsea yang terlihat jelas menaruh rasa hormat begitu tinggi pada sosok jenderal lapangan yang identik dengan nomor 8 itu. Pertimbangan lain Pellegrini yang terlintas lagi adalah, menyiapkan serta merangkai puzzle mental seorang Frank Lampard untuk menghadapi mantan timnya tersebut. Bukanlah hal mudah memang bagi Lampard yang telah dilabeli sebagai sosok "legenda" di Chelsea dan kini malah harus balik menyerang mantan klubnya tersebut.

Pertandingan akbar yang diharapkan menyuguhkan sebuah pertunjukan menarik antara kedua tim dengan adanya jual beli serangan, nampaknya hanya akan berjalan membosankan. Hingga babak pertama usai kedua tim harus berbagi angka 0-0, mereka memilih bermain aman. Chelsea sebagai tim tamu dengan status pemuncak klasemen tidak terlalu memberikan perlawanan sengit kepada City. Sedangkan City yang ingin memangkas jarak coba membangun serangan demi menghancurkan benteng pertahanan Chelsea yang kini dikawal oleh kiper muda asal Belgia, Thibaut Courtois.

Permainanpun semakin menjurus pada kekerasan, terlihat beberapa buah kartu kuning keluar masuk dari kantong si pengadil lapangan, Mike Dean. Puncaknya adalah saat Pablo Zabaleta dan Diego Costa terlibat baku hantam dan menghasilkan kartu kuning bagi keduanya. Sial untuk Zabaleta karena ini merupakan koleksi kedua kartu kuningnya dalam laga tersebut. Unggul jumlah pemain tak disia-siakan oleh Chelsea, Andre Schurrle yang masuk sebagai pemain pengganti membayar kepercayaan Mourinho dengan menceploskan gol di menit 71.

Tak butuh waktu lama bagi Pellegrini mengubah strategi permainan anak asuhnya, demi mengamankan poin di laga kandang. Tepatnya pada menit 78, sosok yang dinantikan oleh seluruh penikmat sepakbola masuk menggantikan Kolarov, yap Frank Lampard. Sorak penonton terdengar diseluruh penjuru Etihad stadium. Terlebih para fans Chelsea mereka melakukan standing ovation demi memberikan penghormatan bagi pahlawannya, yang telah mentahbiskan dirinya sebagai top skorer sepanjang masa Chelsea dengan torehan 211 gol. Mereka membentangkan banner yang selalu menghiasi tribun Stamford Bridge bertuliskan "SUPER FRANKIE LAMPARD" Sedikit mengingatkan status mereka bahwa pahlawannya kini menempati kubu yang berbeda, fans City pun ambil bagian untuk memberikan semangat positif kepada Lampard.

Pict 3: Banner Super Frank menghiasi Etihad Stadium
7 menit berselang, sebuah drama yang akan selalu dikenang publik sepakbola dunia tercipta, dimana Lampard berhasil membobol gawang mantan klubnya Chelsea. Tendangan first time pemain yang dianggap paling pintar sejagat ini gagal di blok oleh mantan kompatriotnya di Chelsea, John Terry. Betapa mengharukannya kisah kedua mantan punggawa Inggris ini, dimanapun mereka selalu berdua dan seperti terdapat ikatan kuat dan chemistry yang begitu mendalam antara keduanya. Namun kini sebuah kata profesionalitas harus dijunjung tinggi dan sedikit melukai ikatan yang ada.

Pict 4: Proses terjadinya gol Lampard (1)
Pict 5: Proses terjadinya gol Lampard (2)
Pict 6: Proses terjadinya gol Lampard (3)
Gol penyama kedudukan oleh Super Frank itu tak lantas membuat dirinya jumawa, tersirat sebuah kebimbangan dalam sorot matanya. Bapak dua anak ini hanya melenggang dan memeluk rekannya di City tanpa melakukan selebrasi apapun. Diapun seolah coba menyiratkan sesuatu kepada David Silva untuk melakukan selebrasi yang tidak berlebihan dengan mengangkat tangan kirinya untuk menyampaikan pesan yang dimaksudkan. Fans City yang menanti gol tersebut seolah tak mempedulikan lagi keberadaan Lampard sebelum di City dan langsung bersorak merayakan kemenangan. Sedangkan fans Chelsea tetap menaruh rasa respectnya kepada Lampard, sehingga mereka coba untuk menutupi kekecewaan tersebut hanya dengan tepuk tangan, hal ini membuat bulu kuduk merinding karena mereka masih saja meneriakkan nama Lampard dengan julukannya "Super Frank"

Pict 7: Lampard tak selebrasikan golnya (1)
Pict 8: Lampard tak selebrasikan golnya (2)
Pict 9: Pemain City, rayakan gol Lampard
Gol ini menjadi penutup dari sebuah pertandingan sarat emosi. Tak berhenti hanya disitu, fans masih disuguhkan drama yang sesungguhnya saat Lampard harus menjabat tangan mantan rekan setimnya seperti Terry, Drogba, Hazard, Petr Cech, tak ketinggalan pemain baru seperti Schurrle yang secara terang-terangan mengatakan bahwa Lampard idolanya. Kemudian dilanjutkan dengan Lampard mengucapkan salam perpisahan kepada fans Chelsea yang belum sempat dilakukannya di laga home terakhir Chelsea musim 2013/2014. Dengan bangganya mereka meneriakkan kembali chants untuk Lampard
"Super.... super Frank
Super.... super Frank
Super.... super Frank
Super Frankie Lampard"


Pict 10: Lamperry (Lampard-Terry) moment
Pict 11: Lampard dan Cech setelah pertandingan
Pict 12: Lampard dan Drogba lepas kerinduan
Lampard hanya bisa mengangkat kedua tangannya dan bertepuk tangan sembari mengucapkan banyak terima kasih kepada mereka yang telah mendukungnya penuh. Sebuah kehormatan baginya membela sebuah klub besar selama kurun waktu 13 tahun, tak sedikit pula segala rintangan dan peristiwa penting yang dia lewatkan bersama klub milik Roman Abramovich tersebut. Hal yang sangat disayangkan dari pertandingan tersebut adalah saat Mourinho langsung meninggalkan lapangan saat pertandingan usai tanpa melakukan jabat tangan dengan Lampard.
 
Pict 13: Lampard ucapkan terima kasih dan salam perpisahan untuk fans Chelsea
Disela interviewnya setelah pertandingan Lampard mengungkapkan segala rasa yang ada dalam benaknya selama pertandingan berlangsung.

"I had 13 amazing years with Chelsea
Im a bit lost for words...
I didn't expect to score and for the Chelsea fans to sing my name...
 I have lot of respect for Chelsea fans"

  "I'd be unprofessional if I didn't come on and do my job... 
I'm a bit lost for words, I didn't expect to come on and score."

"I woke up this morning and didn't know what i wanted today."

Untuk melihat interview lengkap Lampard setelah pertandingan usai bisa langsung klik di  Video: Lampard after the Game 

Gol tersebut nampaknya menjadi topik hangat untuk diperbincangkan, terbukti setelah gol tercipta nama LAMPARD menjadi trending topic world wide di twitter. Tak kalah mencengangkan adalah saat legenda Arsenal Ian Wright turut serta memperlihatkan ketidak percayaannya atas gol tersebut dalam twitternya dengan hanya mencantumkan emoticon histeris dan disertai gambar dibawah 
Pict 14: Ian Wright histeris atas gol Lampard
Begitu pertandingan usai, pemain dari kedua kubu memberikan komentarnya masing-masing mengenai pertandingan namun tak jauh dari topik Lampard. Tak jarang dari mereka ikut memposting foto kebersamaan Lampard dalam waktu singkat usai pertandingan.

Pict 15: John Terry on instagram about Lampard
Pict 16: Didier Drogba on instagram about Lampard
Pict 17: Cech on twitter about Lampard
Bos baru Lampard yaitu Manuel Pellegrini juga tak ingin ketinggalan memberikan apresiasi kepada pahlawan City di laga itu.

"Frank will stay until January because until January,
 he doesn't have anything to do in the United States
because they are not working.
In January, we will see what happens here and make a decision.
It is not a problem in this moment. 
It (his goal) was important because it was the goal that allowed us not to lose that match."

Dengan kesuksesannya membobol gawang Chelsea mencatatkan rekor baru untuk dirinya, yaitu rekor cetak gol Lampard ke 39 gawang klub yang berlaga di English Premier League. Welldone Frank :)

~TO BE CONTINUED...~

PS: Berita soal Lampard gak pernah make penutupan END :))

Sabtu, 26 Juli 2014

King Drogs is Back

Welcome back King Drogs ucapan itu memenuhi segala penjuru jejaring sosial yang aku punya. Dimulai dari yang paling rame, oke twitter. @chelseafc yang telah mengkonfirmasi kedatangan pemain terbaik Chelsea tahun 2010 ini.

Pict 1: Drogba resmi kembali ke Chelsea
Bukan hanya official twitter dari Chelsea FC saja, salah satu pemain senior yang pernah merumput bersama Drogba juga menyambut baik kedatangannya. Dia adalah sang kiper utama Chelsea Petr Cech, tertulis jelas di official twitternya. Terlihat bahwa Cech sangat senang melihat kawannya itu kembali berseragam biru milik Chelsea setelah berkelana ke China dan juga Turki.

Pict 2: Tweet Cech untuk Drogba
Instagram, tapi kalo di instagram hanya dari official Chelsea saja yang memberi selamat, serta ungkapan bahagia kepada penyumbang 100 gol untuk Chelsea ini semasa karirnya. Fans Chelsea dan fans Drogba terlihat sangat antusias menerima kabar bahagia ini, mereka berlomba-lomba memberikan komentarnya di instagram. Lebih lucunya komentarnya ada yang menggunakan bahasa dari masing-masing negaranya sendiri lho.

Beberapa dari mereka sepertinya sudah tidak sabar untuk menyaksikan aksi King Drogs di lapangan. Seperti yang kita tahu saat ini, semenjak kepergiannya tidak ada striker yang cukup mumpuni menggantikan perannya meskipun dengan harga selangit. Contoh nyata Torres, dengan harga £ 50 juta (50 juta poundsterling), gol yang dihasilkan pun tak sebanding dengan harganya. Meskipun harus diakui kadang gol Torres menjadi penentu dan pintarnya dia membuaka ruang untuk rekan setimnya. Romelu Lukaku, striker muda ini selalu menjadi bayang-bayang Drogba, diramalkan akan menjadi penerus Drogba, namun permainannya sangat jauh dari harapan. Eto'o, meskipun terkenal sebagai striker mematikan di Barcelona dan Inter Milan, namun kemampuannya tidak terbukti kala merumput di Chelsea.

Beberapa striker kenamaan yang gagal bersinar di Chelsea itu rasanya harus siap untuk kembali menghuni bangku cadangan saat Drogba kembali. Saingan Drogba yang jelas terlihat kini adalah Diego Costa, striker asal Spanyol yang baru saja diboyong Chelsea dari Atletico Madrid. Hal tersebut tak lain karena penampilan apik di klub lamanya dan harga yang cukup melambung. Namun bukan berarti Costa lantas bisa mendongakkan kepala dengan mudah, seperti kita tahu banyak striker bintang yang gagal beradaptasi dengan kultur permainan Chelsea. Oleh karena itu fans begitu berharap dengan kembalinya Didier Drogba, sang juru selamat yang menjadi penentu kemenangan dalam adu penalti melawan Bayern Munchen pada final Champions League 2012 silam.

Pict 3: Posting official instagram Chelsea FC tentang kembalinya Drogba (1)
Pict 4: Posting official instagram Chelsea FC tentang kembalinya Drogba (2)
Tak ketinggalan di facebook juga ramai diperbincangkan hanya saja tidak segencar seperti pemberitaan melalui twitter. Kembalinya Drogba menuai banyak pujian dan harapan, namun saya sedikit kurang tertarik. Pandangan subjektif saya mengatakan bahwa Drogba bermain segemilang itu karena mendapat servis yang cukup bagus dari seorang Frank Lampard, sedangkan kita tahu Lampard baru saja resmi menandatangani kontrak bersama NYCFC (New York City FC). The big question is, Who's gonna serve him if Lampard not in Chelsea anymore....? Dapatkah Drogba mengulang kesuksesannya tanpa tandemnya tersebut? Pertanyaan kecil yang mengganggu otak saya ini nantinya akan terjawab dengan sendirinya saat musim kompetisi 2014/2015 berlangsung.


PS: Welcome back King Drogs, good luck for your new adventure on Chelsea. Hope you can as top scorer or the best player on Chelsea in this season

"Didier Drogba, tra la la la la,
Didier Drogba, traaa la la la la,
Didier Drogba, tra la la la la,
Didier Drogba, traaa la la la la..."

~END~

Sabtu, 19 Juli 2014

FRANK LAMPARD - Sebuah Harga 13 Tahun Pengabdian

Sudah satu bulan lebih semenjak Chelsea menyatakan bahwa Lampard bebas transfer, oooooooh hal itu masih terasa sesak sampai saat ini. Masih saya tidak bisa menerima kenyataan bahwa musim 2014/2015 tidak akan melihat sosok Lampard menghiasi lini tengah Chelsea, atau sekedar menghiasi bangku cadangan kala Mourinho memberi kesempatan pada pemain muda lainnya. Selain itu saya harus menerima kenyataan bukan hanya musim itu  saja Lampard memberikan kekosongan dihati saya kala harus menyaksikan laga Chelsea, tapi itu seterusnya hingga ia menyatakan dirinya untuk gantung sepatu dan kembali mengabdi ke Chelsea sebagai staf pelatih ataupun staf dalam manajerial Chelsea.

Pict 1: Selebrasi Lampard setelah mencetak gol
13 tahun sudah pengabdian sosok yang bernama lengkap Frank James Lampard Junior kepada klub yang berdiri mulai 1905 ini. Tepatnya pada 15 Mei 2001 (ini aku nyontek wikipedia) dan saat itu Lamps masih berumur 22 tahun. Saya menganggap ini merupakan kejelian dari pelatih Italia bernama Claudio Ranieri yang berani membeli sosok pemain muda dengan banderol yang cukup tinggi. Yah anggap saja ini menjadi kebiasaan di Inggris, yang melabeli pemain asli Inggris dengan harga fantastis. Seiring berjalannya waktu dan dengan datangnya taipan asal Rusia bernama Roman Abramovich yang banyak memberikan perubahan di Chelsea pada tahun 2003, performa Lampard semakin hari semakin meningkat.

Sayangnya saya menyadari aura kebintangan Lamps saat dia sudah sekitar 4 tahun menginjakkan kakinya di Chelsea, tepatnya saat Chelsea menjadi juara liga Inggris (format EPL) untuk pertama kalinya di musim 2004/2005. Yah, mungkin sejak saat itulah saya bagaikan anak remaja yang mulai mengidolakan pemain sepakbola tanpa adanya doktrin dari kakak perempuan saya. Hingga saat inipun rasanya sulit melupakan sosok Lampard yang telah melekat erat dengan Chelsea. Percaya atau tidak, semenjak kepergiannya setiap kali membaca artikel maupun berita yang menyinggung soal Lampard dengan beribu kata bijaksananya meninggalkan Chelsea ataupun kesan para pebola, pelatih dan staf Chelsea kepadanya air mata ini pecah. Lampard adalah Chelsea dan Chelsea adalah Lampard, bagi saya dan hal tersebut sama seperti yang telah dia katakan

"This club becomes you.
Once you've played for it,
you're always welcomed back for the rest of your life,
so you become Chelsea and it becomes you"

Ooooh God, air mata ini pecah lagi jika harus mengingat kata-kata ini yang diucapkannya saat meninggalkan Chelsea. Mengapa dia begitu tegar, bijaksana dan dengan lapang dada menerima apa yang dilakukan klub padanya dengan segala pengorbanannya selama 13 tahun. Mungkin banyak perbedaan pendapat disini, tapi saya menganggap dia didepak atau dibuang hanya karena umurnya yang tidak muda lagi serta ketidakcocokan strategi pelatih jika dia masih berada di Chelsea.

Teringat jelas bagaimana saya begitu terkesima dengan gol-gol indahnya, gol yang dia ciptakan semata-mata hanya untuk membawa kemenangan bagi tim yang dia anggap telah membesarkan namanya. Selebrasi dengan mencium logo Chelsea di dada kirinya dan berlari menghampiri fans ditribun dan berteriak penuh semangat. Semua fans berdiri menyambutnya dengan suka cita, kemudian mereka membuat  seluruh manusia di stadion merinding dengan nyanyiannya yang begitu menggema


"Super... super Frank
super... super Frank
super... super Frank
super Frankie Lampard"

Lagu sederhana yang jika dilihat hanya ada tiga kata tersebut selalu menggema kala Lampard mencetak gol. Demi menghargai pahlawan Chelsea, lagu tersebut juga berkumandang saat lampard gagal mencetak gol. Tak hanya itu lagu Super Frank juga merupakan penyemangat, saat Lampard berlarian menggiring bola. Betapa merindingnya kala lagu itu terdengar kembali dan bukan untuk ketiga alasan yang saya sebutkan, tapi kala mengiringi kepergian Lampard meninggalkan Chelsea, menyesakkan bukan?

Pict 2: Banner SUPER FRANK setia menghiasi Stamford Bridge
Berbicara soal gol, yang paling berkesan dan saya ingat adalah gol Lampard ke gawang Barcelona dalam turnamen Champions League, kira-kira tahun 2006-2007. Spektakuler, gol itu rasanya cukup menggambarkan gol yang tercipta melalui sudut sempit, tepatnya sebelah kanan gawang Barcelona. Pada saat itu Lampard sudah sangat dekat dengan garis, namun dengan cerdiknya dia melepaskan tembakan yang tidak terlalu keras, yang tidak dapat diantisipasi oleh kiper. Bolanya meluncur deras ke gawang Valdes, ini memberikan angin segar kepada punggawa lainnya untuk mengejar ketertinggalan mereka dari raksasa Spanyol tersebut. Sayang ketika menapaki semifinal Chelsea harus kalah oleh Liverpool.



Selanjutnya masih di turnamen yang sama yaitu Champions League, Chelsea berhasil menggapai final pertamanya dan menghadapi seteru abadinya dari Inggris yaitu Manchester United. berbekal pemain yang ditinggalkan Mourinho, Chelsea masih harus banyak belajar dari MU, mereka kalah dalam laga adu penalti. Istimewanya adalah, Lampardlah yang berhasil menyamakan kedudukan saat Chelsea tertinggal 1-0 oleh gol Cristiano Ronaldo, dan memaksa laga berakhir dengan adu penalti. ketegaran Lampard begitu kentara, kala dia menghibur sahabatnya yaitu John Terry yang gagal mengeksekusi penalti. Tersirat kesedihan diwajah tampannya, namun tak sedikitpun air mata keluar dari pelupuk matanya.

Pict 3: Lamperry (Lampard - John Terry)-1 Lamps menghibur Terry yang gagal mengeksekusi penalti
Pict 4: Lamperry (Lampard - John Terry)-2
Sebelum pertandingan final tersebut, Chelsea kembali bertemu dengan musuh bebuyutannya Liverpool. Kali ini mereka berhasil membalas dendam, namun tangis air mata sempat terjadi dalam pertandingan yang menguras emosi, pasalnya sebelum pertandingan ini berlangsung Lampard harus berduka akibat meninggalnya sang Ibu yang terkena pneumonia. Gol kemenangan yang dilesakkan Lampard, dirayakannya dengan menunjuk langit biru dan mencium ban hitam tanda duka cita untuk sang Ibunda tercinta.

Pict 5: Lampard mencetak gol dan siap melakukan selebrasi
Pict 6: Selebrasi Lampard ditujukan untuk Ibunya yang baru meninggal disambut Drogba dan Carvalho
Pict 7: Puncak selebrasi Lampard, mencium ban hitam tanda duka cita untuk Ibunya
Teringat jelas bahwa semenjak kepergian Mourinho dari Chelsea di tahun 2007, banyak pihak yang meramalkan Lampard akan mengikuti jejak sang pelatih karena kedekatan hubungan antara mereka. Namun niat tersebut diurungkannya meskipun banyak sekali iming-iming gaji melimpah yang nantinya akan diberikan untuk Lampard. Amanat sang Ibu dan rasa cintanya yang begitu mendalam kepada Chelsea lah yang membuatnya tetap bertahan hingga ada keputusan klub tersebut membuangnya.

Buah kerja keras dan jatuh bangun yang dialaminya kala berjuang di Liga Champion akhirnya berhasil dia raih. Pertama kalinya Chelsea berhasil meraih trophy paling bergengsi di Eropa dengan mengalahkan Bayern Munchen dalam babak adu penalti. Bukan hanya piala tersebut yang istimewa namun keberadaan Lampard kala itu yang menjadi kapten menggantikan John Terry dan berhasil mengeksekusi penalti, meskipun bukan sebagai penentu seperti Didier Drogba. Tangisan bahagia suporter Chelsea terdengar diseluruh antero Allianz Arena Stadium. Chelsea berhasil memecahkan rekor dan menumbangkan tim besar di final tepat dikandangnya sendiri. Hal menyedihkan yang tersisa di final UCL 2012 tersebut adalah, semua eksekutor panalti di final itu sudah tidak tersisa lagi di Chelsea. Juan Mata telah menjadi pemain MU, David Luiz dijual ke PSG dengan harga fantastis, Ashley Cole melenggang ke Roma dengan status free transfer, Didier Drogba sang penentu malah meninggalkan Chelsea lebih dulu menuju Shanghai Senhua. Terakhir adalah Super Frank yang dirumorkan akan merumput di klub MLS, New York City FC.

Pict 8: Lampard mengangkat trophy UCL pertama kalinya
Pict 9: Kebahagiaan lampard mencium trophy UCL 2012
Pict 10: Seluruh staf Chelsea melakukan perayaan kemenangan UCL dan berkeliling kota London
Tahun selanjutnya permainan Chelsea di liga Champion menurun, sudah menjadi tradisi mungkin jika sebuah tim yang mengidamkan trophy UCL untuk pertama kalinya ketika telah didapatkan maka penampilan selanjutnya akan biasa saja (flop). Chelsea gagal melewati fase grup dan harus tersingkir dari Liga Champion untuk turun kasta bermain di Europa League. Dibawah asuhan Rafael Benitez, mereka berhasil melaju hingga final melawan Benfica. Final kali ini Lampard kembali ditunjuk sebagai kapten, akhir yang manis bagi pria kelahiran Romford, England 20 Juni 1978 tersebut. Dia berhasil membawa timnya kembali menjadi juara di kancah Eropa meskipun di kasta keduanya. Kenangan manis seorang Frank Lampard di masa pengabdiannya terhadap Chelsea.

Pict 11: Lampard kembali berhasil meraih trophy Europa League sebagai kapten
Pict 12: Selebrasi Lampard mengangkat trophy Europa League tahun 2013
Kembalinya Mourinho di tahun 2013 memberi angin segar kepada fans dan klub, karena dia merupakan pelatih yang sangat dicintai fans, tak lepas dari prestasinya memberi banyak gelar untuk Chelsea di musim pertamanya dahulu. Melihat strategi yang diterapkan, sedikit keraguan pada hati saya nantinya Lampard akan dipertahankan, sekali lagi saya cukup lega karena sempat terdengar wacana jika Lampard akan pensiun di Chelsea pada tahun 2014. Kedekatan hubungan dengan Mourinho bisa saja memberikan Lampard kepercayaan diri untuk terus melanjutkan karirnya di Chelsea dan menunda pensiunnya. Namun pada tanggal 3 Juni 2014 berita mengejutkan terngiang di telinga saya jika Lampard berstatus bebas transfer dan Chelseapun enggan untuk memberikannya perpanjangan kontrak baru.

Hal tersebut bukanlah sesuatu yang mengejutkan sebenarnya, mengingat Jose Mourinho merupakan pelatih profesional. Dia tidak pernah menilai pemain dari kedekatan hubungan dengan dirinya, tidak menilai pemain yang sangat disegani fans, tidak menilai pemain yang dianggap sebagai bintang atau tidak menilai pemain yang sudah dilabeli sebagai legenda. Mourinho hanya menilai pemain yang memiliki kualitas bagus dan permainannya cocok dengan strategi yang diterapkannya. Lampard tampaknya sudah tidak lagi menjadi rencana di masa depannya bersama Chelsea.

Teringat jelas saat Mourinho membuat pengeran dan legenda Madrid, Raul Gonzalez terbuang dari Real Madrid, dan Iker Cassilas yang selalu menjadi pilihan utama sebagai kiper harus rela menghiasi bangku cadangan. Mereka merupakan simbol dan ikon Madrid namun karena permainan dan kualitasnnya tak sesuai dengan keinginan Mourinho mereka harus rela menepi dari tim yang benar-benar diinginkan Mourinho. Padahal kedua pemain tersebut merupakan pemain binaan asli Madrid dan berlabel pemain bintang dan legenda. Sedangkan Lampard bukan merupakan pemain asli binaan Chelsea, diapun juga tidak tumbuh besar dengan klub London tersebut, maka dengan gampangnya Mourinho mendepaknya.

Itulah Mourinho dan segala sensasi yang dibuatnya, tak ada yang dapat menarik hatinya kecuali permainan yang dinilainya sangat pantas menghiasi skuadnya. Pengabdian Lampard selama kurang lebih 13 tahun rasanya tidak berarti apa-apa baginya. Saat dia tak dibutuhkan, maka dia akan terbuang. Menyedihkan memang, namun Mourinho tidak akan meninggalkan kesan negatif saja pada dirinya, dia sempat memberikan harapan pada Lampard dan terutama fans Chelsea yang begitu mencintai Lampard. Mourinho menjanjikan nantinya Lampard akan kembali meskipun bukan lagi sebagai pemain namun menjadi staf pelatih Chelsea atau mungkin juga sebagai bos baru Chelsea. Sedikit ulasan percakapan Mourinho dan Frank Lampard kala mereka berbicara 4 mata mengenai karir Frank Lampard, dan ungkapan Mourinho tentang Lampard pada media.


"“It’s not the end of Frank’s career at Chelsea
it’s just a little break.
It’s the end of his career as a Chelsea player,
but he will be back for many,
many years because he’s one of the most important players in the club’s history"

"I think only he knows because we spoke not by phone,
in person but at the same time I can feel some happiness
about the process because for sure he comes back to Chelsea one day. For sure"

"Everybody wants it,
Mr Abramovich - the No.1, the most important person
wants very much Frank to be back
I want him to be back, the staff want him back, so he comes back for sure"

"Mr Abramovich has left the door completely open for him on the understanding Frank can do anything he wants at this club: 
he can try things, feel where he is better suited,
we can feel as a club where he can give us more,
but he can come back when he wants and,
to repeat Mr Abramovich’s words, the way he wants"

Itu hanya sebagian dari ungkapan Mourinho tentang kepergian Lampard, selengkapnya dapat dilihat di Jose Mourinho on Lampard - Mirror

Saya tidak berani menjamin kepada para pembaca bisa menahan air matanya, terutama bagi fans berat Lampard. Saya yang hanya sebagai pengagumnya saja terharu dan selalu kehilangan kendali untuk menahan air mata ketika membaca semua artikel Lampard setelah tanggal 3 Juni 2014 tepatnya saat Lampard dinyatakan bebas transfer.

Saya belum berani mengatakan bahwa saya adalah fans dari legenda hidup Chelsea dan Inggris ini, karena saya tidak terlalu tahu mengenai kehidupannya. Fans yang ada dalam pikiran saya adalah, fanatik dan mereka memiliki segala yang menyangkut idolanya. Terlebih saay idola itu bisa menghampiri negara tempatnya berada dengan sekuat tenaga mereka akan berusaha untuk meraih kesempatan tersebut. Saya belum sampai pada taraf tersebut, yah mungkin bisa dibatasi jika saya ini kagum atas sosok berdedikasi macam Lampard. Saat mendengar Chelsea akan datang Indonesia, begitu gembiranya seluruh lapisan penikmat sepakbola, terutama para fans Chelsea. Mereka berduyun-duyun datang ke Jakarta hanya untuk melihat idolanya tersebut. Terbersit niat dalam hati untuk berangkat, bukan untuk menyombongkan diri dari apa yang saya miliki. Tapi hanya dengan tiket untuk kelas ekonomi dan perjalanan yang semurah itu saya pastinya bisa berangkat, sebelum ada pengumuman resmi Chelsea akan mengunjungi Indonesia, saya memang telah dibiasakan menabung namun apalah daya, keinginan tersebut seolah lenyap mengingat kewajiban saya untuk menyelesaikan study lebih penting. Berharap akan adanya kemungkinan lain dari Tuhan ataupun rencana indahNya untukku dikemudian hari, yah aku percaya itu.

~TO BE CONTINUED...~